Ingat Setahun Jokowi tapi Mahasiswa di Banjarmasin Lupa Prokes Refleksi Setahun Jokowi-Ma’ruf, BEM Kalsel Ancam Demo Tiap Pekan NASA Tunjuk Nokia untuk Bangun Jaringan Seluler di Bulan, 2024 Kirim Manusia Bermukim di Sana Demo Setahun Jokowi-Ma’ruf, Pelajar di Banjarmasin Kepergok Bawa Miras Jadwal Liga Champions Liverpool Vs Ajax, Klopp Pastikan Van Dijk Bakal Lebih Tangguh

Operasional Membengkak, Pengusaha Ekspedisi Bebankan ke Konsumen

- Apahabar.com Selasa, 15 Januari 2019 - 09:54 WIB

Operasional Membengkak, Pengusaha Ekspedisi Bebankan ke Konsumen

Ilustrasi jasa pengiriman. Foto-Sindo.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Pengusaha jasa ekspedisi di Kalimantan Selatan menjerit. Biaya operasional membengkak lantaran adanya kenaikan biaya Surat Muatan Udata atau SMU dari maskapai penerbangan.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspers Indonesia (Asperindo) Kalimantan Selatan Achmad Suhanto mengaku terpaksa pihaknya harus membebankan biaya pada para pelangganya.”Mau atau tidak harus membebankan biaya kenaikan itu pada pelanggan,” kata Suhanto, Selasa (15/1)

Selain terpaksa menaikan ongkos pengiriman, lantaran SMU yang meningkat ditetapkan maskapai, dia juga mengaku mengalami penurunan omset pendapatan karena kenaikan beban pengiriman.

Baca Juga: JK: Tiket Pesawat Naik Semua karena Dolar!

Suhanto mengatakan, kenaikan biaya pengiriman tergantung dari wilayah tujuan. Jika tujuanya daerah Indonesia bagian timur harga yang dibebankan meningkat dari 20 hingga 50 persen. Sedangkan daerah ‘gemuk’ seperti Surabaya, Jakarta, Jogja, Bali, Medan, Palembang biasanya kenaikan dikisaran 20-30 persen.

“Biasanya untuk mengirim barang ke Balikpapan hanya Rp5 ribu, sekarang menjadi Rp15 ribu per kilonya,” ungkapnya.

Ia menyebutkan kenaikan biaya pengiriman memang sering terjadi, namun kali ini kenaikan begitu drastis dan tidak dapat diperhitungkan sampai kapan kembali stabil.

Salah satu cara agar dapat menekan makin membengkanya biaya oprasonal dia juga memanfaatkan pengiriman melalui jalur laut. Sejauh ini, jalur laut memang kurang terlalu diminati karena proses pengiriman yang lebih lambat dibandingkan melalui udara.

Untuk biaya pengiriman jalur laut saat ini masih normal dan tidak terlihat tanda-tanda akan naik seperti jalur udara.

Baca Juga: Penjual Sate Keluhkan Harga Ayam Naik

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Terus Melemah Terpapar Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Hingga Mei 2020, Realisasi Produksi Batu Bara 228 Juta Ton
apahabar.com

Ekbis

Raker Perdana dengan Komisi VI, Erick Thohir Didampingi 5 Dirut BUMN
apahabar.com

Ekbis

Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Melambat, Deputi Gubernur BI Ungkap Penyebabnya
apahabar.com

Ekbis

Stok Pangan Pokok Aman Hingga Maret
apahabar.com

Ekbis

PHE-Medco E&P Simenggaris Teken Perjanjian Jual Beli Gas
apahabar.com

Ekbis

Triwulan I 2019, Sumber Pajak Reklame Banjarmasin Terendah
apahabar.com

Ekbis

XL Home Semprot Disinfektan di Sejumlah Pemukiman Warga Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com