Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Optimalkan Hutan Rakyat, Pemerintah Bidik Tepi Jalan Samarinda-Balikpapan

- Apahabar.com Senin, 7 Januari 2019 - 13:02 WIB

Optimalkan Hutan Rakyat, Pemerintah Bidik Tepi Jalan Samarinda-Balikpapan

Ilustrasi Hutan Tanaman Rakyat. Foto-Istimewa

apahabar.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim tengah membidik tepi jalan poros Samarinda-Balikpapan guna pemanfaatan hutan tanaman rakyat.

“Saya akan minta instani terkait untuk mengembangkan kegiatan penanaman tanaman pangan di tepi jalan sepanjang poros Samarinda – Balikpapan,” terang Gubernur Kaltim Isran Noor dalam siaran persnya, Senin (7/1).

Pemerintah, kata dia, telah menetapkan program hutan rakyat dan pembangunan daerah dalam menciptakan kedaulatan pangan untuk kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Kaltim Intip Potensi Pajak Ekspor CPO

Kaltim diketahui memiliki potensi lahan yang besar dan luas untuk dikembangkan tanaman pangan terutama lahan-lahan yang belum terkelola dengan baik bahkan lahan terlantar.

“Tahun ini kita mulai mengoptimalkan lahan-lahan produktif yang tidak dikelola bahkan terlantar termasuk sepanjang Samarinda-Balikpapan,” katanya di Kampus SMK SPP Negeri Samarinda, akhir pekan lalu.

Program dan kegiatan yang inovatif lanjutnya, perlu dilakukan instansi yang membidangi pertanian dan instansi terkait guna meningkatkan produksi serta produktifitas pangan.

Baca Juga: Operasional KEK Maloy Jadi Syarat Wajib Datangkan Investor ke Kaltim

Di antaranya pengelolaan dan pemanfaatan lahan-lahan terlantar maupun lahan kritis seperti eks lahan kehutanan (HPH) maupun eks lahan pertambangan batu bara yang banyak terdapat di sekitar masyarakat.

Terpenting, ujarnya, kegiatan tersebut harus memberdayakan masyarakat agar berimbas pada percepatan mengentasan kemiskinan guna peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Penanaman lahan-lahan kritis maupun eks kegiatan perusahaan yang terlantar selayaknya melibatkan masyarakat. Tanaman yang ditanam sebaiknya tanaman pangan, selain untuk kebutuhan mereka juga meningkatkan pendapatannya,” ungkap Isran.

Dirinya menyatakan keprihatinan atas kondisi Kaltim selama ini yang memiliki keunggulan wilayah ditambah potensi lahan yang besar namun komoditi pangan masih banyak harus mendatangkan dari daerah lain.

Ditegaskannya, optimalisasi penanaman di lahan kritis dan terlantar untuk kegiatan reboisasi hanya dilakukan perusahaan dan kementerian/instansi tertentu tanpa banyak melibatkan masyarakat.

Baca Juga: Kaltim Nomor 1 soal Cakupan Data Akta Kelahiran

“Tanaman yang ditanam bukanlah kebutuhan rakyat dan kegiatan penanaman juga tidak melibatkan masyarakat. Pola itu harus diubah. Masyarakat harus diberdayakan guna mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan masyarakat,” tegasnya.

Sumber: Humas Pemprov Kaltim
Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Kabar Gembira, 3 Menara Telekomunikasi di Mahulu Segera Aktif
apahabar.com

Kaltim

Jadi Ibu Kota RI, Penajam Siap Tingkatkan Produksi Pangan
apahabar.com

Kaltim

Resmi, Syarifuddin HR Jadi Pilihan Urang Banjar di Ibu Kota RI
apahabar.com

Kaltim

Pengaliran Gas ke 4.270 Rumah di Penajam Tunggu Penyambungan Pipa Pertamina
apahabar.com

Kaltim

Ke Benua Etam, Simak Agenda Menteri LHK
apahabar.com

Kaltim

Kebakaran Lahan Masih Mengintai Penajam, Calon Ibu Kota RI
apahabar.com

Kaltim

Penajam Zona Oranye, Dua Anggota DPRD Positif Covid-19
apahabar.com

Kaltim

Jalan Tol Pertama di Kalimantan, Ditarget Siap Dukung Mudik Lebaran 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com