Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Sempat Bernyawa, Orok Perempuan di Sungai Martapura Diduga Hasil Hubungan Gelap

- Apahabar.com Rabu, 16 Januari 2019 - 21:43 WIB

Sempat Bernyawa, Orok Perempuan di Sungai Martapura Diduga Hasil Hubungan Gelap

Tim Dokpol Biddokkes Kalsel mengautopsi orok bayi berjenis kelamin perempuan di Rumah Sakit Ulin, Banjarmasin. apahabar.com/Eddy

apahabar.com, BANJARMASIN – Polisi menduga bayi yang ditemukan di Jalan Teluk Kelayan RT 7 RW 3, Kelurahan Kelayan Barat, Kecamatan Banjarmasin Selatan, merupakan hasil hubungan gelap.

Orok perempuan ditemukan oleh seorang pemulung yang mengais sampah. Saat itu salah satu aliran sungai Martapura di sana sedang surut, tepatnya di samping Musala Riyadhul Muttaqin, Rabu (16/1) pagi.

Baca Juga: Penemuan Orok Diduga Hasil Aborsi, Polisi Buru Pelaku

Hasil penyelidikan terbaru, belum ada titik terang terkait identitas orang tua pembuang bayi.

Sumber terpercaya di kepolisian menyebutkan, yang paling pertama dicurigai adalah para dukun beranak. Pembuang bayi hasil hubungan gelap umumnya takkan berani melahirkan ke rumah sakit atau bidan resmi.

“Setelah hasil visum dan autopsi keluar dari rumah sakit, kita langsung memburu pelaku yang sudah buang korban. Memang belum ada titik terang, tapi terus kami cari,” kata sumber apahabar.com itu.

Baca Juga:  Aris ‘Idol’ Sudah Tiga Kali Pakai Sabu

Sementara itu, Paur Posdik Ipda Suryadi mengatakan, Tim Dokpol Biddokkes Kalsel masih mengautopsi jasad di Rumah Sakit Ulin, Banjarmasin.

Bayi tersebut diperkirakan memiliki berat badan sekitar 1,321 kg dengan panjang tubuh 38 sentimeter, dan panjang rambut sekitar satu sentimeter.

“Jenazah orok perempuan, cukup bulan, umur 8-9 bulan. Yang paling penting, orok tersebut sempat hidup mas,” beber Ipda Supriadi.

Supriadi menambahkan, kematian orok karena adanya trauma atau perdarahan di kepala akibat kekerasan benda tumpul.

“Memang ada memar di tempurung kepalanya,” tandasnya.

Saat ini jajaran Reskrim Polresta dan Polair Banjarmasin sedang melakukan penyelidikan terhadap penemuan bayi tersebut.

Kuat dugaan, mayat tersebut sengaja dibuang ke sungai hingga jasadnya terdampar di bantaran Sungai Martapura tersebut.

Baca Juga: Vanessa Angel Resmi Jadi Tersangka Kasus Prostitusi Online

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Warga Kuin Geger Pria Ngamuk Bawa Parang
apahabar.com

Hukum

Sebar Hoaks Soal Demo Tolak Omnibus Law, Oknum ASN di Banjarbaru Diciduk Polisi
apahabar.com

Hukum

Polisi Gerebek Pesta Sabu, 3 Warga Alalak Selatan Diamankan
apahabar.com

Hukum

Polisi Tangkap Bandar dan Pengepul Judi Togel di Tabalong
apahabar.com

Hukum

Eks Kalapas Sukamiskin Divonis Lebih Ringan
apahabar.com

Hukum

Jual Dextro, Pria Paruh Baya di HSS Terancam 10 Tahun Penjara
apahabar.com

Hukum

Heboh Narkoba Sachet, Polres Banjarbaru Pilih Antisipasi Dini
apahabar.com

Hukum

Anak Wali Kota Surabaya Tri Risma Diperiksa Polda Jatim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com