LSM Laporkan Denny Indrayana ke Bawaslu, Terindikasi Kampanye Jelang PSU Si Jago Merah Ngamuk di Cempaka 7 Banjarmasin, Jemaah Salat Tarawih Berhamburan Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April

Ortu Mesti Tahu, Ini 3 Jenis Obat-obatan yang Harus Dihindari Si Kecil

- Apahabar.com Kamis, 3 Januari 2019 - 06:45 WIB

Ortu Mesti Tahu, Ini 3 Jenis Obat-obatan yang Harus Dihindari Si Kecil

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Berbeda dengan orang dewasa, kelompok usia anak-anak termasuk bayi biasanya lebih rentan mengalami efek samping dari konsumsi obat-obatan. Itu sebabnya, sebagai orangtua, Anda diharuskan lebih jeli dan teliti dalam memilah-milah mana saja obat untuk anak yang boleh diberikan dan mana yang dilarang. Dikutip dari health.uzone.id, sudah tahukah Anda obat apa saja yang tidak boleh diberikan pada bayi dan anak-anak?

Jenis obat untuk anak yang harus dihindari

Bagaimanapun kondisi kesehatan si kecil, sebaiknya selalu konsultasikan dengan dokter terkait pemberian obat untuk anak. Alih-alih menyembuhkan penyakit anak, pemberian obat yang dilarang justru dapat membuat kondisi anak semakin memburuk.

Berikut beberapa jenis obat yang ternyata tidak dianjurkan untuk anak-anak:

  1. Aspirin

Aspirin, yang terkadang ditulis sebagai salisilat atau asam asetilsalisilat, masuk ke dalam salah satu obat untuk anak yang tidak dianjurkan. Alasannya karena dalam banyak kasus, pemberian aspirin pada anak sering dikaitkan dengan penyakit sindrom Reye.

Baca Juga: 6 Masalah Kesehatan Ini Disebabkan Karena Kebanyakan Tidur

Sindrom Reye adalah suatu kondisi berbahaya yang ditandai dengan adanya kerusakan pada fungsi otak dan hati, sehingga berpotensi membuat anak mengalami kejang-kejang, koma, bahkan kematian ketika sudah tidak dapat ditolong. Sindrom ini bisa muncul secara tiba-tiba pada anak yang minum aspirin saat sedang mengalami flu atau cacar air.

Dibandingkan menggunakan aspirin, anak lebih disarankan untuk minum Tylenol (acetaminophen) atau Advil (ibuprofen) guna meredakan demam maupun nyeri.

  1. Obat flu dan batuk yang dijual bebas

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), obat batuk dan flu yang dijual bebas atau over the counter (OTC) tidak boleh diminum oleh anak-anak di bawah usia 3 tahun. Sebab, obat flu dan batuk ini bisa menimbulkan berbagai efek samping yang mungkin belum mampu ditanggung oleh tubuh anak di usia yang masih terlalu dini.

Efek yang mungkin terjadi pada si kecil seperti sulit tidur, sakit perut, ruam merah, dan gatal-gatal. Bahkan, beberapa anak bisa sampai mengalami efek samping serius seperti jantung berdebar, kejang, hingga kematian.

Dalam beberapa kondisi tertentu, anak berusia 4 tahun ke atas diperbolehkan minum obat flu dan batuk OTC hanya jika dianjurkan oleh dokter dengan beberapa aturan khusus.

  1. Obat antimual

Jika anak mengalami mual dan muntah, sebaiknya jangan berikan obat anti mual untuk meredakan gejalanya. Kebanyakan kasus mual dan muntah biasanya tidak akan berlangsung lama, bahkan bisa segera sembuh dengan istirahat yang cukup dan tanpa obat.

Memberikan obat antimual pada anak berisiko menimbulkan komplikasi berkelanjutan. Anak-anak baru diizinkan minum obat ini hanya bila disarankan oleh dokter, dan pastikan Anda mematuhi aturan konsumsinya.

Baca Juga: 9 Bahaya Minuman Beralkohol bagi Kesehatan

Sumber: health.uzone.id
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Harga Sepeda Brompton ‘Selangit, Kenali Kelebihannya

Gaya

Nissa Sabyan Kondangan, Warganet Malah Soroti Perut
apahabar.com

Gaya

Cegah Corona, Intip Cara Mudah Membuat Hand Sanitizer di Rumah
apahabar.com

Gaya

Melahirkan di Tengah Pandemi, Simak Cara agar Bayi Tak Terinfeksi Virus Corona
apahabar.com

Gaya

Disiplin Jadi Kunci Atasi Kecanduan Gawai pada Anak
apahabar.com

Gaya

Pahit Daun Pepaya Mampu Melawan Demam Berdarah
apahabar.com

Gaya

Virus Corona Bisa Lebih Rentan Menyerang Pria, Mitos atau Fakta?
apahabar.com

Gaya

Google Larang Iklan Teori Konspirasi Virus Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com