Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Pekerja Korea yang Tewas Tergantung di Tabalong Diautopsi

- Apahabar.com Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 WIB

Pekerja Korea yang Tewas Tergantung di Tabalong Diautopsi

Ilustrasi gantung diri. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Jasad OSS (54), pekerja asal Korea Selatan yang tewas tergantung di kawasan perumahan elit di Tabalong menjalani autopsi di RSUD Ulin Banjarmasin, Senin 21 Januari 2019 lalu menjalani proses autopsi.

“Pagi tadi, pihak keluarga dan kedutaan bergerak ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk persetujuan dilakukan autopsi terhadap korban,” ujar Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Kalimantan Selatan, Dodi Karnida, Rabu (23/1) siang.

Baca Juga: Stop Sebar Hoaks dan Foto Pekerja Korea yang Tewas Tergantung di Tabalong

Pihak Imigrasi menerangkan pihak keluarga korban dan kedutaan tiba di Provinsi Kalsel. Mereka mendarat di Bandara Syamsudin Noor dengan penerbangan GA 532. Usai di sana, mereka akan menuju Kabupaten Tabalong untuk memantau kondisi harta benda milik korban.

“Kalau dibawa atau tidak, kami tidak begitu tau,” katanya.

Di samping itu, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja sebagai Manager Commissioning and Operation di PT Tanjung Power Indonesia yang merupakan perusahaan PLTU di Tabalong ini, adalah pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS).

“Sampai saat ini kita menunggu, pihak perusahaan untuk mencabut KITAS korban. Apabila telah dibatalkan, maka data arsip korban bukan tanggung jawab kami lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Rajin Berolahraga dan Murah Senyum, Pekerja Korea yang Gantung Diri di Tabalong

Walaupun tidak ada batas waktu tertentu untuk melakukan pencabutan izin terbatas, Ia mengharuskan agar pihak perusahaan tetap mengurus pembatalan izinnya.

“Wajar saja apabila perusahaan sibuk, tapi kita inginnya agar jangan lambat mengurus pembatalan izinnya,” terangnya.

Menurutnya, status izin terbatas yang dimiliki mayat TKA asal Korea ini hanya bersifat satu tahun. Terhitung dari Oktober 2018 sampai November 2019.

Namun apabila, jenazah akan dikuburkan di Korea dengan menggunakan via pesawat terbang via Bandara Internasional, pihak perusahaan diharapakan segera bergegas melaporkan pengurusan izin terhadap korban.

Baca Juga: Diduga Frustasi, Pekerja Korea Tewas Gantung Diri di Tabalong!

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Dijebak, Perempuan Pengedar Sabu di Banjar Ini Menangis Minta Ampun
apahabar.com

Hukum

Polisi Ungkap Kasus Temuan Mayat di Semak-semak Desa Kapar HST
apahabar.com

Hukum

Kejagung Tolak Serahkan Kasus Pinangki, Simak Kata KPK
apahabar.com

Hukum

Penghina Guru Sekumpul Via Medsos Akhirnya Jalani Sidang Perdana
apahabar.com

Hukum

Kahar Muzakir Dipanggil KPK, Jadi Saksi Suap Taufik Kurniawan
apahabar.com

Hukum

Pesta Sabu di Tabalong Digerebek Polisi, 5 Pemuda Ditangkap, Eh Satu Residivis
apahabar.com

Hukum

Laporan Akhir Kasus Novel Baswedan Telah Serahkan ke Kapolri
apahabar.com

Hukum

Sepekan, Polda Kalsel Tangkap Puluhan Pengedar (Lagi)
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com