Malam Lebaran, Kebakaran Gegerkan Warga Kuin Banjarmasin! Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong! Buat Jalur Khusus Jemaah, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin Gelar Salat Ied Hore! Remisi Lebaran Warga Binaan di Kalsel Diusulkan Bertambah, Segini Jumlahnya

Pekerja Korea yang Tewas Tergantung di Tabalong Diautopsi

- Apahabar.com Rabu, 23 Januari 2019 - 16:15 WIB

Pekerja Korea yang Tewas Tergantung di Tabalong Diautopsi

Ilustrasi gantung diri. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Jasad OSS (54), pekerja asal Korea Selatan yang tewas tergantung di kawasan perumahan elit di Tabalong menjalani autopsi di RSUD Ulin Banjarmasin, Senin 21 Januari 2019 lalu menjalani proses autopsi.

“Pagi tadi, pihak keluarga dan kedutaan bergerak ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk persetujuan dilakukan autopsi terhadap korban,” ujar Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Kalimantan Selatan, Dodi Karnida, Rabu (23/1) siang.

Baca Juga: Stop Sebar Hoaks dan Foto Pekerja Korea yang Tewas Tergantung di Tabalong

Pihak Imigrasi menerangkan pihak keluarga korban dan kedutaan tiba di Provinsi Kalsel. Mereka mendarat di Bandara Syamsudin Noor dengan penerbangan GA 532. Usai di sana, mereka akan menuju Kabupaten Tabalong untuk memantau kondisi harta benda milik korban.

“Kalau dibawa atau tidak, kami tidak begitu tau,” katanya.

Di samping itu, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja sebagai Manager Commissioning and Operation di PT Tanjung Power Indonesia yang merupakan perusahaan PLTU di Tabalong ini, adalah pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS).

“Sampai saat ini kita menunggu, pihak perusahaan untuk mencabut KITAS korban. Apabila telah dibatalkan, maka data arsip korban bukan tanggung jawab kami lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Rajin Berolahraga dan Murah Senyum, Pekerja Korea yang Gantung Diri di Tabalong

Walaupun tidak ada batas waktu tertentu untuk melakukan pencabutan izin terbatas, Ia mengharuskan agar pihak perusahaan tetap mengurus pembatalan izinnya.

“Wajar saja apabila perusahaan sibuk, tapi kita inginnya agar jangan lambat mengurus pembatalan izinnya,” terangnya.

Menurutnya, status izin terbatas yang dimiliki mayat TKA asal Korea ini hanya bersifat satu tahun. Terhitung dari Oktober 2018 sampai November 2019.

Namun apabila, jenazah akan dikuburkan di Korea dengan menggunakan via pesawat terbang via Bandara Internasional, pihak perusahaan diharapakan segera bergegas melaporkan pengurusan izin terhadap korban.

Baca Juga: Diduga Frustasi, Pekerja Korea Tewas Gantung Diri di Tabalong!

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Iming-imingi Pinjaman Uang Hingga Mobil, Koperasi di Anjir Muara Diduga Menipu Ratusan Warga

Hukum

Iming-imingi Pinjaman Uang Hingga Mobil, Koperasi di Anjir Muara Diduga Menipu Ratusan Warga
apahabar.com

Hukum

Diduga Lalai, Sopir Bus Wisatawan Banjarmasin yang Terperosok Diproses Polisi
apahabar.com

Hukum

Massa Datangi Rutan Solo, Buntut Bentrokan Antara Pembesuk dengan Narapidana
apahabar.com

Hukum

Deteksi Dini dan Aksi, Cara Polres Tala Antisipasi Gangguan Natal
apahabar.com

Hukum

Polres HST Ungkap Kasus 16,72 Gram Sabu, 2 Tersangka Digelandang
apahabar.com

Hukum

Razia di Sari Gadung, Satpol PP Tanbu Musnahkan Ratusan Liter Tuak
Baru 17 Tahun, Remaja di Teweh Curi Motor di 3 Lokasi

Hukum

Baru 17 Tahun, Remaja di Teweh Curi Motor di 3 Lokasi
apahabar.com

Hukum

Ratna Sarumpaet Ajukan Banding
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com