Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala Alasan FM, Oknum ASN Banjarbaru Tuduh Polisi Provokator Demo Omnibus Law

Pemilu, Disabilitas Wajib Bawa Surat Keterangan Doktor

- Apahabar.com Senin, 14 Januari 2019 - 19:00 WIB

Pemilu, Disabilitas Wajib Bawa Surat Keterangan Doktor

Penyandang disabilitas punya hak memilih. Foto-Tribunnews

apahabar.com, BANJARMASIN – Penyandang disabilitas mental difasilitasi untuk menentukan pilihan pada Pemilu 17 April 2019 mendatang. Syaratnya wajib membawa surat keterangan dokter.

Hal itu diakui Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel, Hatmiati.”Pada rekomendasi tersebut, dokter harus menyatakan bahwa penyandang disabilitas mental sedang dalam kondisi sehat,” tekannya.

Ia menegaskan, jika tak memiliki surat rekomendasi dokter, penyandang disabilitas mental tak bisa menggunakan hak pilih.

”Kalau tidak ada rekomendasi dokter, dengan terpaksa difabel tidak bisa memilih,” kata mantan Komisioner KPU Hulu Sungai Utara (HSU) ini.

Baca Juga: Beberapa Logistik Pemilu Dikembalikan

Namun demikian, ia memastikan, pihaknya sudah memasukkan nama pemilih disabilitas mental sebanyak 2.023 orang dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 di Kalsel.

Dari ribuan nama itu, ia yakini memiliki surat rekomendasi dari doktor kejiwaan bahwa yang bersangkutan menderita gangguan mental.

“Kita tidak sembarangan memilih, asal jemput saja. Harus ada surat rekomendasi dari dokter,” terangnya.

Hal itu dilakukan sebagai upaya KPU untuk melindungi hak pilih warga negara sekaligus melaksanakan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 11 tahun 2018 tentang penyusunan daftar pemilih dalam negeri.

Ia kembali menjelaskan, bahwa disabilitas mental atau gangguan jiwa tidak bersifat permanen, bisa direkomendasikan dokter untuk memilih.

“Gangguan jiwa atau kehilangan ingatan itu kan tidak permanen. Kalau tidak didaftar di DPT nanti ternyata pas dipemungutan suara sudah sembuh, berarti pemilih kehilangan hak pilih,” pangkas Hatmiati.

Reporter : Bahaudin Qusairi
Editor : Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Bermodal Bismillah, Petani asal Kandangan Nekat Nyaleg
Menuju Pilkada Banjarbaru, PDIP Promosikan Dukungan Buat Ovie-Iwansyah

Politik

Menuju Pilkada Banjarbaru, PDIP Promosikan Dukungan Buat Ovie-Iwansyah
apahabar.com

Politik

Pilwali Banjarmasin, Ibnu-Ariffin Jadi yang Pertama Mendaftar ke KPU
apahabar.com

Politik

Calon di Pilkada Kalsel, PKB Tunggu Survei Langit dan Bumi
apahabar.com

Politik

Putra Cawapres Ma’ruf Perkenalkan Wadah Konsolidasi Relawan
apahabar.com

Politik

Dikabarkan Maju di Pilkada Tanbu, Bagaimana Peluang Sudian Noor?
apahabar.com

Politik

Politik Uang dan Netralitas ASN Jadi Atensi Bawaslu Kota Banjarbaru
apahabar.com

Politik

Jokowi Kampanye Terbuka di Cirebon dan Indramayu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com