Ingat Setahun Jokowi tapi Mahasiswa di Banjarmasin Lupa Prokes Refleksi Setahun Jokowi-Ma’ruf, BEM Kalsel Ancam Demo Tiap Pekan NASA Tunjuk Nokia untuk Bangun Jaringan Seluler di Bulan, 2024 Kirim Manusia Bermukim di Sana Demo Setahun Jokowi-Ma’ruf, Pelajar di Banjarmasin Kepergok Bawa Miras Jadwal Liga Champions Liverpool Vs Ajax, Klopp Pastikan Van Dijk Bakal Lebih Tangguh

Perda Minuman Keras Perlu Diperkuat

- Apahabar.com Sabtu, 12 Januari 2019 - 14:30 WIB

Perda Minuman Keras Perlu Diperkuat

Ilustrasi minuman keras. Foto-Hello Sehat

apahabar.com, BANJARMASIN – Peredaran minuman keras atau minuman beralkohol cukup menggeliat di Kota Banjarmasin. Bahkan sudah merambah kesejumlah kalangan.

Peredaran minuman keras yang kerap kali menimbulkan perbuatan melawan hukum itu pun mulai dikontrol Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel.

Organisasi pemuda ini dalam keterangan tertulisnya menilai, perlu ada penguatan penindakan di lapangan. Khususnya, lokasi penjual miras yang berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah dan pemukiman warga.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM KNPI Kalsel, Imam Satria Jati, merasa problematika peredaran miras di Banjarmasin ibarat pisau bermata dua. Pasalnya, pajak peredaran legal minuman beralkohol adalah salah satu sumber pendapatan asli daerah.

Berdasarkan masukan beberapa organisasi kepemudaan yang terhimpun di KNPI Kalsel dan Masyarakat di Kota Banjarmasin, peredaran miras itu sudah mengusik.

Apalagi menurut Imam, keberadaan hotel yang menyediakan miras, bar, dan letak geografisnya berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah dan pemukiman warga.

Baca Juga: 10 Rumah Rusak Disapu Puting Beliung

Menurutnya, peredaran minuman beralkohol telah diatur, agar menghindarai keresahan warga. Terlebih karaktertisktik Kota Banjarmasin, dikenal budaya lokal yang melekat dengan nuansa islami.

Apalagi menurutnya, dalam Perpres nomor 74 tahun 2013 tentang pengendalian dan pengawasan Minuman Beralkohol, serta Permendagri Nomor 20 Tahun 2014 tentang Pengendalian Pengawasan terhadap pengadaan peredaran dan penjualan minuman beralkohol, sudah diatur.

“Aturan tersebur menegaskan Pengecer atau Penjual Langsung dilarang memperdagangkan minuman beralkohol di lokasi atau tempat yang berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah, rumah sakit dan pemukiman warga,” tuturnya.

KNPI Kalsel juga menyoroti Perda Kota Banjarmasin Nomor 10 Tahun 2017 tentang pengawasan dan Pengendalian penjualan minuman beralkohol menyatakan melarang memperdagangkan minuman beralkohol di tempat pendidikan, ibadah, rumah sakit.

Namun permasalahannya tidak berlaku untuk penjual langsung yang berada di bar, restoran, diskotek, pub, karaoke dewasa yang merupakan bagian dari manajemen hotel.

KNPI Kalsel ada revisi Perda tersebut tersebut dengan aturan yang lebih atas sehingga memberikan perlindungan bagi masyarakat Kota Banjarmasin.

Selain itu tidak mementingkan kepentingan pihak pelaku usaha saja, mengingat butuhnya perhatian secara kemaslahatan. Guna menciptakan tatanan sosial yang baik dalam masyarakat kota Banjarmasin.

Baca Juga: Lulusan SMK Bekerja tak Sesuai Bidang, Kenapa?

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kajari Balangan: Perlunya UHC dan Kepatuhan Data
apahabar.com

Kalsel

Pembenahan Terminal Km 6 Terkendala Peralihan Aset
apahabar.com

Kalsel

Aksi Simpatik Relawan, Kipasi Jemaah Biar Tak Lemas Saat Pulang
apahabar.com

Kalsel

Jangankan Warga, Penyidik pun Dibatasi Kunjungi Lihan!
apahabar.com

Kalsel

PSBB Hari Ke-3, Tak Ada Thermo Gun di Perbatasan Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

BPBD Segera Pasok Logistik untuk Korban Kebakaran di Batulicin
apahabar.com

Kalsel

Sambut Hangat Pemindahan Ibu Kota Indonesia, DPRD Tanbu: Gubernur Sediakan 300 Ribu Hektare Lahan
apahabar.com

Kalsel

Launching Program Baru, KOPI Banjarmasin Siap Tampung Aspirasi Pemuda Banua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com