Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Perda Minuman Keras Perlu Diperkuat

- Apahabar.com     Sabtu, 12 Januari 2019 - 14:30 WITA

Perda Minuman Keras Perlu Diperkuat

Ilustrasi minuman keras. Foto-Hello Sehat

apahabar.com, BANJARMASIN – Peredaran minuman keras atau minuman beralkohol cukup menggeliat di Kota Banjarmasin. Bahkan sudah merambah kesejumlah kalangan.

Peredaran minuman keras yang kerap kali menimbulkan perbuatan melawan hukum itu pun mulai dikontrol Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel.

Organisasi pemuda ini dalam keterangan tertulisnya menilai, perlu ada penguatan penindakan di lapangan. Khususnya, lokasi penjual miras yang berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah dan pemukiman warga.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM KNPI Kalsel, Imam Satria Jati, merasa problematika peredaran miras di Banjarmasin ibarat pisau bermata dua. Pasalnya, pajak peredaran legal minuman beralkohol adalah salah satu sumber pendapatan asli daerah.

Berdasarkan masukan beberapa organisasi kepemudaan yang terhimpun di KNPI Kalsel dan Masyarakat di Kota Banjarmasin, peredaran miras itu sudah mengusik.

Apalagi menurut Imam, keberadaan hotel yang menyediakan miras, bar, dan letak geografisnya berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah dan pemukiman warga.

Baca Juga: 10 Rumah Rusak Disapu Puting Beliung

Menurutnya, peredaran minuman beralkohol telah diatur, agar menghindarai keresahan warga. Terlebih karaktertisktik Kota Banjarmasin, dikenal budaya lokal yang melekat dengan nuansa islami.

Apalagi menurutnya, dalam Perpres nomor 74 tahun 2013 tentang pengendalian dan pengawasan Minuman Beralkohol, serta Permendagri Nomor 20 Tahun 2014 tentang Pengendalian Pengawasan terhadap pengadaan peredaran dan penjualan minuman beralkohol, sudah diatur.

“Aturan tersebur menegaskan Pengecer atau Penjual Langsung dilarang memperdagangkan minuman beralkohol di lokasi atau tempat yang berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah, rumah sakit dan pemukiman warga,” tuturnya.

KNPI Kalsel juga menyoroti Perda Kota Banjarmasin Nomor 10 Tahun 2017 tentang pengawasan dan Pengendalian penjualan minuman beralkohol menyatakan melarang memperdagangkan minuman beralkohol di tempat pendidikan, ibadah, rumah sakit.

Namun permasalahannya tidak berlaku untuk penjual langsung yang berada di bar, restoran, diskotek, pub, karaoke dewasa yang merupakan bagian dari manajemen hotel.

KNPI Kalsel ada revisi Perda tersebut tersebut dengan aturan yang lebih atas sehingga memberikan perlindungan bagi masyarakat Kota Banjarmasin.

Selain itu tidak mementingkan kepentingan pihak pelaku usaha saja, mengingat butuhnya perhatian secara kemaslahatan. Guna menciptakan tatanan sosial yang baik dalam masyarakat kota Banjarmasin.

Baca Juga: Lulusan SMK Bekerja tak Sesuai Bidang, Kenapa?

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Habib Fathurrahman Gagas Jalan Kaki dari Banjarmasin Menuju Haul Guru Sekumpul

Kalsel

Habib Fathurrahman Gagas Jalan Kaki dari Banjarmasin Menuju Haul Guru Sekumpul  
apahabar.com

Kalsel

Tolak RUU HIP, Ratusan Massa Geruduk Rumah Banjar!
apahabar.com

Kalsel

120 Personel Brimob Polda Kalsel BKO Polda Papua Tiba di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Kalsel Cukup Bersahabat Hari Ini, Saatnya Nikmati Libur Lebaran
apahabar.com

Kalsel

Target Kandas, Banjarmasin Resmi Tambah Satu Zona Merah Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Dilepas Kapolres Batola, 11 Pasien Covid-19 dari Klaster Industri Diantar ke Karantina
apahabar.com

Kalsel

Logistik Pilkada Kalsel Hari Ini Didistribusikan ke TPS di Banjarmasin

Kalsel

Siap Amankan PSU Kalsel, Ratusan Personel TNI Dikerahkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com