Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Petugas Gulkarmat Periksa Sistem Keselamatan Kebakaran Stasiun LRT

- Apahabar.com Rabu, 16 Januari 2019 - 23:55 WIB

Petugas Gulkarmat Periksa Sistem Keselamatan Kebakaran Stasiun LRT

Petugas periksa sistem keselamatan kebakaran LRT di vedrome rawamangun. Rabu ( 16/01/2019 ). Foto-apahabar.com/Badri

apahabar.com, JAKARTA – Petugas Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur memeriksa sistem keselamatan kebakaran di Stasiun LRT Velodrome Rawamangun, Pulogadung, Rabu (16/1).

Pemeriksaan ini untuk memastikan kondisi sarana peasarana yang ada berfungsi dengan baik sebelum stasiun kereta cepat ini dioperasikan.

Satu per satu, seluruh sarana prasarana pemadam kebakaran diperiksa enam petugas.

Pemeriksaan meliputi hydrant yang ada di lantai dasar atau di bawah stasiun. Bahkan hydrant diuji coba dengan disemprotkan oleh petugas. Selain itu, pompa hydrant, alarm, springkel juga turut diperiksa petugas.

Baca Juga:  1.800 Desa Berdaya untuk Indonesia

Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria mengatakan, pengecekan sarana prasarana pemadam kebakaran dilakukan untuk memastikan bahwa seluruhya berfungsi dengan normal.

Pemeriksaan ini merupakan yang kedua kalinya, sebelumnya dilakukan pada pertengahan tahun 2018 lalu. Stasiun LRT merupakan obyek vital yang harus mendapatkan perhatian khusus.

“Stasiun LRT ini merupakan obyek vital yang harus memiliki sarana prasarana pemadam kebakaran yang memadai. Makanya hari ini kita periksa seluruhnya untuk memastikan berfungsi normal atau tidak,” kata Muchtar Zakaria.

Sementara, Kasi Pencegahan Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Edi Parwoko menambahkan, sarana prasarana pemadam yang diperiksa adalah hydrant, alarm, springkel, akses keluar orang dan ruang pompa hydrant.

Baca Juga:  Identifikasi Korban Lion Air PK-LQP Perlu Waktu 3 Minggu

Selain itu juga ruang server dan ruang “Monitoring saat masa pekerjaan kontruksi harus dilakukan agar sistem sarana prasarana pemadam kebakaran benar-benar terkontrol. Sehingga saat stasiun dioperasikan, semua sudah terpasang sesuai ketentuan,” kata Edi Parwoko.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan ini secara umum kondisinya sudah cukup baik. Sistem alarm berfungsi normal dan jalur evakuasi juga tertata dengan baik. Hanya saja perlu ada penambahan daya pada pompa hydrant.

Karena saat hydrant diuji coba ternyata belum mampu secara maksimal mengeluarkan air. Diharapkan dengan penambahan daya ini maka dorongan air dari hydrant akan semakin kencang.

Pihaknya juga mengimbau agar hydrant yang ada di tepi jalan diberikan pengaman. Tujuannya agar hydrant tidak disalahgunakan oleh pihak yang tak berkepentingan. Sebab lokasi hydrant berada di area terbuka bebas.

Baca Juga:  RS Polri Terima 4 Kantong Jenazah Diduga Korban Lion Air PK-LQP

Reporter: Badri
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hadiri Rakerda di Kalsel, Caketum Hipmi Mardani H Maming Minta Restu
apahabar.com

Nasional

Berkaca dari Kasus Kendari, Prajurit Wajib Kendalikan Jari
apahabar.com

Nasional

Pasca-Bom Medan, Berapa Terduga Teroris yang Ditangkap?
apahabar.com

Nasional

Senin Pagi, Antrean Penumpang KRL di Stasiun Bogor Kembali Mengular
apahabar.com

Nasional

May Day 2020, Tiga Tuntutan Buruh Hari ini
apahabar.com

Nasional

Ini Prediksi Harga Mobil Esemka Garuda 1 dan Bima
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Akan Perpanjang Batas Usia Pensiun PNS
apahabar.com

Nasional

Tim SAR Temukan Lagi 3 Jenazah Korban Longsor di Sukabumi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com