Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Polisi Duga Mutilasi di Sulteng Dilakukan Kelompok Teroris

- Apahabar.com Selasa, 1 Januari 2019 - 11:40 WIB

Polisi Duga Mutilasi di Sulteng Dilakukan Kelompok Teroris

Ilustrasi teroris. Fotokabar3.com

apahabar.com, JAKARTA – Warga Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), digegerkan dengan penemuan kepala manusia di jembatan desa. Polisi menyebut pelaku pembunuhan disertai mutilasi diduga dilakukan kelompok Mujahidin Indonedia Timur (MIT) eks anggota Santoso yang saat ini dipimpin oleh Ali Kalora.

“Pelakunya adalah kelompok DPO MIT Poso yang dipimpin Ali Kalora cs,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/12/2018).

Ditanyai apakah kelompok Ali Kalora sengaja melakukan pembunuhan untuk memancing polisi muncul di lokasi, Dedi menuturkan hal tersebut dapat diketahui saat pelaku tertangkap.

Baca Juga: BNN Sebar Intelijen Pantau Pengguna Narkoba Malam Tahun Baru

“Nanti didalami kalau pelaku sudah tertangkap. Yang jelas anggota pada prinsipnya dapat laporan pengaduan dari masyarakat tentang adanya korban pembunuhan. Korban pembunuhan tersebut yang dilaporkan masyarakat sepotong kepala yang diletakan kelompok tersebut di atas jembatan desa,” terang Dedi.

Namun Dedi menerangkan kelompok tersebut diduga sengaja meletakan ranting dan kayu yang disusun berjajar di tengah jalan untuk menghalangi laju kendaraan. Saat hendak memindahkan ranting itulah, penyerangan terhadap polisi dilakukan.

“Di tengah jalan mobil tersebut melihat hadangan ranting pohin dan kayu. Ranting-ranting yang sengaja diletakan kelompok tersebut,” ucap Dedi.

Dalam kasus ini, kontak senjata terjadi saat tim gabungan kepolisian usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan evakuasi korban pembunuhan pagi tadi. Dua polisi tertembak saat sedang memindahkan ranting dan kayu yang disimpan di tengah jalan.

Dedi mengatakan saat ini Satgas Tinombala Polda Sulteng telah melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri ke daerah hutan di perbukitan.

“Pelaku melarikan diri masuk ke atas gunung, hutan. Profil pelaku dari aparat Polda Sulteng sudah dapat, berapa kekuatannya, jumlah senjata berapa sudah dapat. Saat ini masih pengejaran Satgas Tinombala Polda Sulteng,” tutur Dedi.

Baca Juga: Mutilasi Warga dan Tembak Polisi, Ali Kalora Cs Diburu Satgas Tinombala

Sumber: Detilknews
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Berkunjung ke Jateng, Jokowi Tinjau Posko Penanganan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Cegah Virus Menular, Begini Cara Batuk yang Benar
apahabar.com

Nasional

BREAKING NEWS!! Satu Korban Ledakan Kapal Bermuatan Elpiji Ditemukan
apahabar.com

Nasional

KJRI Sabah: Tim Touring Bantu Kenalkan Indonesia
apahabar.com

Nasional

Pandemi Covid-19, Cak Lontong Hibur Ketum Hipmi Se-Indonesia
apahabar.com

Nasional

Tim Kesehatan Haji Disebar ke Beberapa Lokasi Strategis untuk Layani Jamaah
apahabar.com

Nasional

Ini 5 Jenis Surat Suara Pemilu 2019
apahabar.com

Nasional

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan Tidak Setuju Pengesahan RUU Cipta Kerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com