Salah Tulis, Perbaikan Plang Nama SDN di Banjarmasin Tunggu Dana BOS Cair Bawa Pesan Damai ke Ukraina-Rusia, Jokowi Dianggap Layak Raih Nobel Diguyur Hujan Berjam-Jam, Sejumlah Kawasan di Banjarbaru Tergenang Banjarmasin Terendam Lagi, Masyarakat Diminta Waspada Air Kiriman! Banjarbaru Terendam, Sejumlah Warga Dievakuasi

Ponpes Yasin Angkat Bicara Soal “Rambut Rasulullah” yang Terbukti Palsu

- Apahabar.com     Minggu, 27 Januari 2019 - 13:23 WITA

Ponpes Yasin Angkat Bicara Soal “Rambut Rasulullah” yang Terbukti Palsu

Pengajar Ponpes Yasin Guntung Manggis Banjarbaru, Angkat bicara soal Rambut Rasulullah kepada apahabar.com, Minggu (27/1) siang. Foto-apahabar.com/Zepi Al Ayubi

apahabar.com, BANJARBARU – Pengurus dan pengajar di Pondok Pesantren Yasin Banjarbaru, akhirnya mau angkat bicara Minggu (27/1) siang, soal “Rambut Rasulullah” yang terbukti palsu.

Saat ditemui apahabar.com, tiga pengajar Ponpes Yasin Ustaz Fahrian, Ustaz Abdul Hakim, dan Ustaz Muhammad Imran mengakui, bahwa “Rambut Rasulullah” tersebut merupakan hadiah dari Ulama di Negara Brunei Darussalam, kepada Pimpinan Ponpes Yasin Banjarbaru, KH Ahmad Fahmi Zamzam.

“‘Rambut Rasulullah’ itu satu paket dengan ‘darah bekam Rasulullah’, yang merupakan hadiah dari Ustaz di Brunei Darussalam, kepada Abuya KH Ahmad Fahmi Zamzam secara pribadi. Karena beliau pimpinan Ponpes Yasin ini, jadi disimpan di dalam Ponpes,” ungkap mereka Minggu (27/1) siang.

Mereka menjelaskan, untuk menghindari fitnah dan sesuai kesepakatan. Diharapkan setelah ini selesai permasalahannya, tidak ada lagi pro dan kontra terkait “Rambut Rasulullah” tersebut. Maka rambut tersebut di kembalikan kepada pemiliknya di Brunei Darussalam.

Baca Juga: Dinilai Palsu, “Rambut Rasulullah” di Banjarbaru Langsung Dibakar

“Abuya KH Ahmad Fahmi Zamzam yang mengembalikan langsung ke Brunei Darussalam. Saat ini masih diperjalanan, informasinya masih berada di Kuala Lumpur Malaysia,” jelas mereka.

Mereka menjelaskan, “Rambut Rasulullah” tersebut sudah ada di Ponpes Yasin Guntung Manggis Banjarbaru sejak Agustus 2018.

“Sebelumnya juga sempat dibuka untuk masyarakat umum sejak bulan Desember 2018. Dengan tujuan ‘tabarruk’ atau mengambil berkah. Dengan imbalan 300 kali shalawat dan tidak menerima imbalan lainnya,” ungkapnya.

Dibuka setiap hari Jumat untuk jemaah laki-laki dan hari Senin untuk jemaah perempuan diawali dengan majelis.

“Harapan kami, dengan dikembalikannya “Rambut Rasulullah” tersebut, selesai permasalahannya. Tidak ada fitnah lagi, tidak ada pro dan kontra lagi ke depannya,” terang mereka.

Baca Juga: “Rambut Rasulullah” di Banjarbaru, Habib Zakaria Bahasyim: Dibakar untuk Pembuktian, Bukan Memusnahkan

Editor: Zepi Al Ayubi
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Ratusan Warga Binaan Rutan Barabai Bukber Keluarga
IKN

Tak Berkategori

5 Fakta Pembangunan IKN Nusantara, Jokowi Bakal Berkemah di Titik Nol

Tak Berkategori

Mesir Temukan Kota Emas Berusia 3.000 Tahun Peninggalan Firaun
apahabar.com

Tak Berkategori

Waspada, Kasus Covid-19 Global Tembus 12 Juta
Rupiah awal pekan

Tak Berkategori

Data Inflasi AS Sesuai Ekspektasi Pasar, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Tak Berkategori

Gerakan Tadarus Quran Sebelum Kerja Sukses Digelar di HSS
Habib Banua

Tak Berkategori

Pencemaran Nama Baik Habib Banua, Polisi Belum Periksa Adhariani
PT AGM

Tak Berkategori

Dugaan Bukaan Lahan di Batu Harang HST, PT AGM Selesaikan Masalah dengan KUD Karyanata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com