Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Prabowo: Penerimaan Perpajakan RI Sudah Lama Tembus US$ 60 M

- Apahabar.com Jumat, 18 Januari 2019 - 14:40 WIB

Prabowo: Penerimaan Perpajakan RI Sudah Lama Tembus US$ 60 M

Ilustrasi debat perdana Capres dan Cawapres 2019 . Foto-apahabar.com/infografis/aji

apahabar.com, JAKARTA – Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji akan meningkatkan tax ratio demi meningkatkan gaji para abdi negara supaya terhindar dari tindak korupsi.

Pada debat pertama, seperti dilansir dari detik.com, Prabowo mengatakan, jika memimpin nanti bersama Sandiaga Uno akan meningkatkan tax ratio ke level 16% dengan minimal penerimaan perpajakan US$ 60 miliar.

“Saya akan tingkatkan tax ratio yang sekarang berada di 10% bahkan lebih rendah. Saya kembalikan minimal ke 16% berarti kita akan dapat mungkin minimal US$ 60 miliar atau lebih,” kata Prabowo di Hotel Bidakara kemarin (17/1/2018).

Baca Juga: Analis: Visi dan Misi Pasangan Calon Belum Sentuh Akar Persoalan

Jika dibandingkan dengan data pada APBN, maka ada beberapa yang tidak sesuai. Seperti angka tax ratio saat ini yang dibilang 10% atau lebih rendah, faktanya adalah 11,6% (outlook 2018).

Selanjutnya, Prabowo juga berbicara mengenai penerimaan perpajakan yang minimal US$ 60 miliar atau Rp 840 triliun (kurs Rp 14.000). Jika mengacu pada APBN, maka penerimaan perpajakan sudah tembus ribuan triliun sejak 2014 meskipun tax rationya masih belum mencapai 16%.

Tax Ratio adalah perbandingan antara penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto. Nisbah ini sering dipakai untuk mengukur kinerja pemungutan pajak. Meski demikian, tax ratio bukanlah satu-satunya alat ukur bagi kinerja institusi pemungut pajak lantaran ada beberapa faktor dan kondisi yang perlu diperiksa dan dibandingkan.

Berikut data tax ratio berdasarkan data Kementerian Keuangan sejak 2014:
– Tax ratio 2014 sebesar 13,7%
– Tax ratio 2015 sebesar 11,6%
– Tax ratio 2016 sebesar 10,8%
– Tax ratio 2017 sebesar 10,7%
– Tax ratio 2018 sebesar 11,6% (outlook)
– Tax ratio 2019 sebesar 12,2% (target APBN)

Berikut data penerimaan perpajakan sudah tembus US$ 60 miliar:
– 2014 sebesar Rp 1.146,9 triliun
– 2015 sebesar Rp 1.240,4 triliun
– 2016 sebesar Rp 1.285,0 triliun
– 2017 sebesar Rp 1.343,5 triliun
– 2018 sebesar Rp 1.548,5 triliun
– 2019 sebesar Rp 1.786,4 triliun (APBN)

Baca Juga: Analis: Jokowi Lebih Agresif Daripada Prabowo Dalam Debat

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Usai Debat, TKN dan BPN Saling Klaim Kemenangan 6-0
apahabar.com

Politik

Bank Data Pilkada Kalsel 2020: 1 Pilgub, 2 Pilwali, 5 Pilbup, Peta Kekuatan 24 Paslon
apahabar.com

Politik

Survei Litbang Kompas, Elektabilitas Jokowi-Prabowo Selisih 11,8 Persen
apahabar.com

Politik

Sederet Sanksi Intai Oknum ASN yang Diduga Melanggar Pidana Pemilu di Pilgub Kalsel
apahabar.com

Politik

Andreas Pareira: Wajar Jika PDI Perjuangan Dapat Jatah Menteri Paling Banyak
apahabar.com

Politik

Sambut Kampanye Akbar Jokowi-Ma’ruf, TKD Kalsel Kerahkan 40 Ribu Massa
apahabar.com

Politik

Dominasi “Beringin” Berakhir, Siapa Pengisi Ketua DPRD Banjarmasin?
apahabar.com

Politik

Konferensi Pers Perdana Cuncung – Alpiya Rakhman: Kami Tak Tawarkan Janji Surga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com