UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Produksi Melimpah, Kaltim Naikan Target Ekspor Udang Windu

- Apahabar.com Minggu, 20 Januari 2019 - 22:23 WIB

Produksi Melimpah, Kaltim Naikan Target Ekspor Udang Windu

Ilustrasi terminal peti kemas. Foto-net

apahabar.com, SAMARINDA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur menargetkan adanya peningkatan ekspor komoditi perikanan khususnya produk udang windu dalam kurun waktu di tahun 2019.

Kepala DKP Kaltim Riza Indra Riadi kepada awak media di Samarinda, Minggu, mengatakan produksi udang windu Kaltim per tahun rata-rata mencapai 9-10 ribu ton.

“Untuk ekspor rata- rata pertahun mencapai angka 150 ton, khususnya produk udang windu,” jelasnya.

Menurut Riza, kawasan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi penghasil udang windu terbesar di Kaltim.

Baca Juga: Februari, Penajam Mulai Buka Layanan Spesialis Mata

Secara kumulatif, Kukar mampu memproduksi 8.995,4 ton udang windu, atau 85 persen dari jumlah produksi udang windu di Kaltim secara keseluruhan.

Ia menargetkan adanya peningkatan ekspor udang windu sebesar 1,4 persen di 2019, mengingat udang windu yang selama ini menjadi komoditas unggulan Kaltim.

“Target ini diyakini mampu terpenuhi mengingat sudah ada sejumlah investor yang melirik kawasan Delta Mahakam berinvestasi di sektor tambak budidaya,” katanya.

Sementara, kendala utama yang dihadapi oleh para pengusaha udang windu, karena tidak stabilnya harga di pasaran internasional.

“Kita sudah berupaya untuk memperbanyak produksi namun harganya malah turun, terus terang kondisi ini menjadi kendala bagi petani tambak,” kata Riza.

Ia berharap udang windu Kaltim yang telah teruji kualitasnya lantaran dibudidayakan secara natural bisa terus terjaga harga pasarnya di internaaional.

“Harusnya produk udang windu ini lebih mahal karena udang ini makanannya masih alami, bukan buatan,” ungkapnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Samarinda Banjir, Warga Mulai Mengungsi
apahabar.com

Kaltim

Selama Pandemi, Kehamilan di Kaltim Naik 35 Persen
apahabar.com

Kaltim

Perlu Ratusan Juta untuk Tes Urine PNS-THL di Penajam
apahabar.com

Kaltim

Bantuan Warga Terdampak Covid-19 di Penajam Ditambah Lagi
apahabar.com

Kaltim

Jokowi Segera Resmikan Tol Pertama di Kalimantan
apahabar.com

Kaltim

Bertambah 129 Kasus, Positif Covid-19 di Kaltim Jadi 3.021
apahabar.com

Kaltim

Izin Usaha Kaltim Masih Dominan Sektor Pertambangan
apahabar.com

Kaltim

Jokowi Ajak Menteri ke Bukit Soeharto, Ibukota Makin Dekat ke Kaltim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com