BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Ramai-Ramai RS Setop Layani Pasien BPJS Kesehatan

- Apahabar.com Jumat, 4 Januari 2019 - 12:00 WIB

Ramai-Ramai RS Setop Layani Pasien BPJS Kesehatan

Ilustrasi pasien BPJS. Foto-kabarsumatera.com

apahabar.com, JAKARTA – Sejumlah rumah sakit (RS) ramai-ramai menghentikan layanan terhadap pasien BPJS Kesehatan. Kondisi tersebut terjadi di berbagai daerah sejak awal tahun 2019 ini.

Dari penelusuran yang dimuat CNBC Indonesia, mayoritas kebijakan ini baru diumumkan manajemen RS secara mendadak. Penghentian layanan terhadap pasien BPJS Kesehatan salah satunya dilakukan RS Karya Medika II Bekasi.

“Sehubungan dengan adanya perbaikan kerja sama antara RS Karya Media II dengan Jaminan Kesehatan Nasional [JKN] (BPJS), maka dengan ini kami manajemen RS Karya Medika II menginformasikan untuk sementara waktu tidak melayani pelayanan kesehatan dengan penjaminan BPJS,” tulis Surat Pemberitahuan No 156/DIR-RSKMII/XII/18.

Surat tersebut ditandatangani Pjs Direktur RS Karya Medika II, Dr Robinhood Damanik tertanggal 31 Desember 2018. Dalam surat tersebut, tercantum pula bahwa penghentian layanan baik rawat jalan maupun rawat inap, berlangsung mulai 1 Januari 2019 pukul 24.00 WIB, sampai adanya kesepakatan kembali dengan BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Balikpapan Segera Bayarkan Tunggakan Rp2 Miliar ke BPJS Kesehatan

Kebijakan serupa juga dilakukan RS di daerah lain seperti RS Citama Bogor, RSUI Kustati Surakarta di Jawa Tengah, RS MM Indramayu di Jawa Barat, dan belasan RS di Jawa Timur. Kondisi sama juga berlangsung di banyak RS lain di luar Jawa.

“Dengan hormat kami sampaikan. Mulai tanggal 1 Januari 2019 pukul 00.00 Rumah Sakit MM tidak melayani peserta JKN-KIS (BPJS) dan BPJS Mandiri. Demikian untuk diketahui, terima kasih atas perhatiannya,” tulis pengumuman yang ditandatangani Direktur RS MM Indramayu, dr Suwardi Astradipura MARS, dalam edaran tertanggal 1 Januari 2019.

Terpisah, Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf, tidak membantah adanya penghentian kerja sama dengan sejumlah RS. Hal ini berkaitan dengan syarat sertifikasi akreditasi yang wajib dimiliki setiap fasilitas kesehatan (Faskes) Mitra BPJS Kesehatan.

Proses sertifikasi akreditasi, menurutnya, mempertimbangkan pendapat Dinas Kesehatan setempat. Hal ini untuk memastikan bahwa pemutusan kontrak tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat dengan melalui pemetaan analisis kebutuhan Faskes di suatu daerah.

“Dengan demikian rumah sakit yang dikontrak BPJS Kesehatan harus sudah terakreditasi untuk menjamin pelayanan kesehatan yang bermutu untuk masyarakat, kecuali ada ketentuan lain,” jelas Iqbal melalui keterangan tertulis yang dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (4/1).

Baca Juga: Sistem Zonasi BPJS Jangan Rugikan Pasien

Sumber: CNBC Indonesia
Editor: Fariz

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Roti Telur Mayones untuk Menu Sahur Kilat

Gaya

Nasi Goreng Hong Kong Lezat untuk Sarapan, Simak Resepnya
apahabar.com

Gaya

Facebook Integrasikan Messenger dan Instagram
apahabar.com

Gaya

Jokowi Ajak Cucu Liburan ke Mal
apahabar.com

Gaya

5 Kunci Menjaga Keamanan Makanan
apahabar.com

Gaya

Wah, Begini Bahaya Jika Tidur Terlalu Lama
apahabar.com

Gaya

Telkomsel Gratiskan Akses ke Situs Resmi Informasi Covid-19
apahabar.com

Gaya

Diet Populer 2019, Keto, Telur hingga Ala IU
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com