BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Saringan Tinja Tak Optimal, Bau Korupsi Menyeruak di IPLT Barabai

- Apahabar.com Kamis, 31 Januari 2019 - 21:22 WIB

Saringan Tinja Tak Optimal, Bau Korupsi Menyeruak di IPLT Barabai

FOTO ILUSTRASI: Petugas melakukan pengawasan dalam proses pengolahan limbah tinja yang menggunakan alat PAL-Andrich Tech System di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), Duri Kosambi, Jakarta, Kamis (31/5). Foto- ANTARA Aprillio Akbar/pd/18.

apahabar.com, Banjarmasin – Tak berfungsinya Instalasi Pengolahan Air Lumpur Tinja (IPLT) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengundang kecurigaan Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (Forpeban).

“Dugaan korupsi dilakukan oleh PT. Nacas Group dalam pembangunan IPLT di Hulu Sungai Tengah Barabai pada Tahun Anggaran 2018 senilai Rp4,5 miliar,” ucap Ketua LSM Forpeban Den Jaya saat menyerahkan data laporan awal ke Kejati Kalsel, Kamis (31/1) siang.

Baca Juga: LSM Cium Bau Korupsi di Proyek IPLT HST dan Embung Liang Anggang

Dalam laporan awal yang diserahkan Forpeban ke jaksa, proyek itu datang langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan. Proyek ini kemudian dikerjakan oleh PT. Nacas Group dengan kontrak Rp4,5 miliar.

Berdasarkan pantauan Forpeban, proyek itu dinilai belum berfungsi dengan baik. Dugaannya ada kesalahan teknis dalam pengerjaan.

Lapisan material atau bahan pada saringan tinja disebutkan tidak mampu menyerap dan menyaring limbah tinja secara maksimal.

Fungsi saringan tinja untuk mengolah limbah tinja belum dapat dipastikan bekerja maksimal.

Tujuan utama pembangunan IPLT diketahui mengurangi tingkat pencemaran yang disebabkan limbah tinja, meningkatkan kualitas lingkungan, dan memanfaatkan hasil pengolahan berupa pembuatan kompos.

“Ini yang kami sampaikan, semoga bisa menjadi masukan kepada Kejati Kalsel agar bisa ditelisik,” tambah Den Jaya.

Pihaknya berharap agar dugaan kasus korupsi itu bisa secepatnya ditindaklanjuti dan dituntaskan oleh Kejati Kalsel.

Terpisah, Kasi Penerangan Hukum Kejati Kalsel Makhpujat membenarkan pihaknya telah menerima laporan awal dugaan korupsi tersebut. Untuk tindak lanjut, dirinya akan menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan.

“Untuk tindak lanjut tinggal menunggu arahan dari pimpinan,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Pemerkosaan Brutal di Pangkalan Bun, Duda Gauli Gadis Belia 50 Kali
apahabar.com

Hukum

Apes! Jual Sabu ke Polisi, Iyus Langsung Ditangkap
apahabar.com

Hukum

Sebilah Keris Antar RY ke Penjara
apahabar.com

Hukum

Dua Tersangka Korupsi Jembatan Mandastana Dijebloskan ke Rutan
apahabar.com

Hukum

Sidang Kasus Pembunuhan di PN Banjarmasin Berakhir Ricuh
apahabar.com

Hukum

Ditangkap, Penyebar Hoax Ijazah Palsu Jokowi Terancam 3 Tahun Bui
apahabar.com

Hukum

Pengedar dan 250 Botol ‘Gaduk’ Diamankan
apahabar.com

Hukum

Viral, Polisi Buru Caleg PKS Diduga Cabuli Anak Sendiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com