Respons BirinMu, Eks KPK dan HW Cs Jadi Panglima Gugatan II H2D di MK Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Kalah Jumlah, Polisi Pastikan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Kondusif Skenario Kelolosan di Grup B dan C: Harapan Terakhir Denmark, Ukraina Cari Imbang

Saringan Tinja Tak Optimal, Bau Korupsi Menyeruak di IPLT Barabai

- Apahabar.com Kamis, 31 Januari 2019 - 21:22 WIB

Saringan Tinja Tak Optimal, Bau Korupsi Menyeruak di IPLT Barabai

FOTO ILUSTRASI: Petugas melakukan pengawasan dalam proses pengolahan limbah tinja yang menggunakan alat PAL-Andrich Tech System di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), Duri Kosambi, Jakarta, Kamis (31/5). Foto- ANTARA Aprillio Akbar/pd/18.

apahabar.com, Banjarmasin – Tak berfungsinya Instalasi Pengolahan Air Lumpur Tinja (IPLT) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengundang kecurigaan Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (Forpeban).

“Dugaan korupsi dilakukan oleh PT. Nacas Group dalam pembangunan IPLT di Hulu Sungai Tengah Barabai pada Tahun Anggaran 2018 senilai Rp4,5 miliar,” ucap Ketua LSM Forpeban Den Jaya saat menyerahkan data laporan awal ke Kejati Kalsel, Kamis (31/1) siang.

Baca Juga: LSM Cium Bau Korupsi di Proyek IPLT HST dan Embung Liang Anggang

Dalam laporan awal yang diserahkan Forpeban ke jaksa, proyek itu datang langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan. Proyek ini kemudian dikerjakan oleh PT. Nacas Group dengan kontrak Rp4,5 miliar.

Berdasarkan pantauan Forpeban, proyek itu dinilai belum berfungsi dengan baik. Dugaannya ada kesalahan teknis dalam pengerjaan.

Lapisan material atau bahan pada saringan tinja disebutkan tidak mampu menyerap dan menyaring limbah tinja secara maksimal.

Fungsi saringan tinja untuk mengolah limbah tinja belum dapat dipastikan bekerja maksimal.

Tujuan utama pembangunan IPLT diketahui mengurangi tingkat pencemaran yang disebabkan limbah tinja, meningkatkan kualitas lingkungan, dan memanfaatkan hasil pengolahan berupa pembuatan kompos.

“Ini yang kami sampaikan, semoga bisa menjadi masukan kepada Kejati Kalsel agar bisa ditelisik,” tambah Den Jaya.

Pihaknya berharap agar dugaan kasus korupsi itu bisa secepatnya ditindaklanjuti dan dituntaskan oleh Kejati Kalsel.

Terpisah, Kasi Penerangan Hukum Kejati Kalsel Makhpujat membenarkan pihaknya telah menerima laporan awal dugaan korupsi tersebut. Untuk tindak lanjut, dirinya akan menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan.

“Untuk tindak lanjut tinggal menunggu arahan dari pimpinan,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Tidak Ada Barang Bukti Sabu, Polisi: Andi Arief Bisa Direhab Bahkan Tak Dilanjutkan Kasusnya
apahabar.com

Hukum

Korban Pria Berkelainan Seks di Seruyan Diduga Tak Hanya Anak SD
apahabar.com

Hukum

Simpan 26 Paket Sabu, Wakar Banjarmasin Barat Diringkus
apahabar.com

Hukum

Norman Ditangkap Polisi Karena Simpan 9 Paket Sabu
apahabar.com

Hukum

Nyambi Jual Sabu, Seorang Buruh Kini Mendekam
apahabar.com

Hukum

Kacab Maybank Cipulir Tersangka Raibnya Tabungan Atlet eSport Winda Puluhan Miliar, Begini Modusnya

Hukum

Gara-Gara Judi Togel, Pemuda di Tabalong Diciduk Polisi
apahabar.com

Hukum

Selang Beberapa Jam, Pelaku Kedua Penganiayaan di Kafe Arwana Banjarmasin Diringkus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com