Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir Banjir, Ancaman Kelaparan Mengintai Warga Pejambuan Sungai Tabuk Bertambah 9.994, Positif Covid-19 Indonesia Dekati 1 Juta Kasus

Sembilan Korban Meninggal Akibat Banjir di Sulsel

- Apahabar.com Rabu, 23 Januari 2019 - 21:25 WIB

Sembilan Korban Meninggal Akibat Banjir di Sulsel

Tim relawan mengevakuasi warga korban banjir di Kelurahan Paccerakkang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (22/01/2019). Foto-Antara

apahabar.com, MAKASSAR – Akibat angin kencang dan hujan deras yang mengguyur delapan kabupaten/kota di Sulsel sejak 22 – 23 Januari 2019, hingga saat ini, tercatat sembilan orang meninggal dunia, 10 orang dinyatakan hilang dan ribuan warga mengungsi.

“Data yang dihimpun dari Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Sulsel di Crisis Media Center, kantor Pemprov Sulsel, ada enam orang meninggal di Kabupaten Gowa dan tiga orang meninggal di Kabupaten Maros,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Deevo Khaddafi, di Makassar, seperti dikutip dari Antara, Rabu (23/1/2019).

Baca Juga: Penanganan Banjir Masuk Musrenbang Pemurus Dalam

Sementara kabupaten/kota di Sulsel yang terkena dampak banjir, terdapat delapan daerah yakni Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep, Barru dan Kota Makassar.

Dalam memudahkan pendistribusian dan informasi satu pintu terkait bencana alam yang terjadi di Sulsel, Crisis Media Center dibuka mulai Rabu (23/1/2019).

“Perbaikan data korban maupun kerugian yang ditimbulkan akibat banjir ini dapat diakses melalui Crisis Media Center,” katanya.

Khusus kerugian berupa kerusakan areal persawahan akibat banjir di Kabupaten Maros mencapai 8.332 hektare dan di Kabupaten Gowa seluas 3.973 hektare.

Sementara untuk membantu korban terdampak banjir dalam memenuhi kebutuhan konsumsinya, Deevo mengatakan, sesuai arahan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, maka pihak Perum Bulog Sulsel telah menyalurkan sebanyak 20 ton beras kepada korban bencana.

Sedang untuk lokasi pengungsian, masyarakat yang tersebar di delapan kabupaten/kota itu memanfaatkan tempat yang dinilai aman atau cukup tinggi seperti masjid, kampus dan kantor-kantor pemerintah.

Data yang dihimpun di lapangan, ketinggian air yang rata-rata setinggi lutut hingga dada orang dewasa di Kabupaten Maros belum surut, karena bersamaan dengan kondisi pasang air laut.

Baca Juga: Kurangi Banjir, Kaltim Coba Kolam Retensi

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Selamat Ulang Tahun Presiden Jokowi!
apahabar.com

Nasional

Kapolri: Terduga Teroris di Sibolga Berafiliasi ISIS
apahabar.com

Nasional

Tim TNI-Polri Temukan 15 Jenazah Pekerja Trans Papua Korban KKB
apahabar.com

Nasional

Halal Bihalal Tradisi Asli Indonesia, Ini Sejarahnya
apahabar.com

Nasional

Aditya Perpatih, Bocah Gorontalo yang Fotonya Terpampang di Uang Rp75.000
apahabar.com

Nasional

Baru Dilantik, Bupati Indramayu Kena OTT KPK
apahabar.com

Nasional

Prabowo Subianto Disebut Tidak akan Hadir di Reuni 212
apahabar.com

Nasional

157 Pegawai KPK Mengundurkan Diri dari 2016 Sampai September 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com