Jadwal Liga Champions Malam Ini, Liverpool, City, Real Madrid, Inter, Live SCTV, Barcelona vs Juventus Besok! Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah

Sengkarut Penanganan Api di Lahan Gambut Kalimantan Selatan

- Apahabar.com Sabtu, 5 Januari 2019 - 22:06 WIB

Sengkarut Penanganan Api di Lahan Gambut Kalimantan Selatan

Ilustrasi kebakaran hutan. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pada 2016 lalu, masifnya kebakaran lahan gambut di Kalimantan Selatan coba disiasati oleh pemerintah dengan membangun puluhan sumur bor. Tetapi kini kondisinya cukup memprihatinkan.

Sejatinya, pembuatan sumur bor ini akan difungsikan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan gambut saat musim kemarau yang akan tiba.

Berdasar pantauan lapangan, kondisi pipa-pipa tersebut bahkan tak layak lagi untuk difungsikan. Dari puluhan titik sumur yang berada di lahan gambut, sebagian besar di antaranya bahkan tak berfungsi sama sekali.

Misalnya, di Tegal Arum RT 42 Kelurahan Syamsudin Noor, yang berada di Kecamatan Landasan Ulin. Kondisi ini pun mengundang keluhan sebagian warga.

“Lima titik sumur bor yang berada di tempat kami, tidak bisa digunakan sama sekali. Pipanya terlalu kecil, bahkan tidak mengeluarkan air saat hendak dipakai,” ungkap Helmi, ketua RT setempat.

Sepengetahuan dirinya, sumur bor ini dibangun pada 2016 silam
guna memudahkan para warga, relawan dan BPBD untuk mengambil air, dan memadamkan titik api.

“Empat kali kebakaran hutan di wilayah kami pada 2018 kemarin tidak pernah bisa difungsikan sama sekali. Selain pipanya terlalu kecil, titiknya terlalu jauh dari jalan. Sulit untuk dijangkau,” katanya.

Dari informasi yang berkembang, proyek ini dikerjakan oleh Universitas Lambung Mangkurat sesuai penugasan dari Badan Restorasi Gambut Kalimantan Selatan. Disebutkan total 50 sumur bor di atas lahan gambut yang telah selesai dikerjakan.

Lokasinya terbagi di dua titik. Pertama sebanyak 20 titik di Kelurahan Syamsudin Noor. Sementara 30 titik lainnya di Kelurahan Guntung Payung. Selain sumur, ada lagi pengadaan lima buah mesin penyedot air.

Masalah lain soal kedalaman sumur bor yang dinilai terlalu dangkal. Ini mengisyaratkan penanaman dilakukan hanya sekitar 20 meter dari permukaan tanah. Alhasil sumur bor pun tidak bisa mengeluarkan air karena tidak mencapai air tanah.

Soal ini, Kepala BPBD Banjarbaru Suryanoor turut membenarkan. Adanya informasi keluhan masyarakat soal tidak berfungsinya sumur bor akan ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan.

Sepanjang pengetahuan pihaknya, proyek sumur bor tersebut memang benar dikerjakan oleh BRG Kalsel.

“Kami akan segera ke lapangan, melihat langsung kondisinya seperti apa. Kami akan kaji dulu,” ungkapnya kepada apahabar.com, sore tadi.

Mengingat hal ini berkaitan langsung dengan penanganan bencana kebakaran lahan, Suryanoor mengatakan, BPBD akan segera duduk bersama dengan pihak ULM dan juga BRG.

“Berdiskusi permasalahan terkait sumur bor yang tidak berfungsi di lahan Gambut ini,” ungkapnya.

Soal ini, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ULM Prof Dr. M.Arief Soenjoto, M.Sc mengaku belum mengetahui pasti permasalahan.

“Nanti saya tanyakan terkait hal ini kepada yang mengerjakan. Biasanya ada uji coba, kenapa baru sekarang dipertanyakan? Saya tidak bisa jawab nanti saya salah,” ujarnya, malam tadi.

Profesor Mochamad lantas mengarahkan media ini untuk bertanya langsung ke Pusat Kajian Kebencanaan yang berada di bawah naungan LPPM. Namun konfirmasi yang diupayaan tak membuahkan hasil. Salah satu pengurus Pusat Kajian Kebencanaan Rosalina tak membalas pesan singkat, maupun panggilan telepon yang dilayangkan media ini.

Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari Badan Restorasi Gambut (BRG) Kalimantan Selatan. Ketua Tim Restorasi Gambut (TRG) Kalimantan Saut N. Samosir tak menjawab panggilan telepon yang coba dilayangkan media ini, meski HP diketahui sedang dalam keadaan aktif.

Hanya, Wahyu Kurniawan salah seorang petugas lapangan, Deputi III BRG yang berhasil dihubungi. Wahyu menyebut pihaknya belum mengetahui secara detail ihwal kerusakan sejumlah sumur tersebut.

Namun dia membenarkan sumur-sumur itu adalah bagian dari program Tim Restorasi Gambut (TRG) Daerah Kalimantan Selatan yang dikerjakan LPPM ULM sebagai pihak ketiga.

Ditanya berapa besaran anggaran untuk pembangunan proyek ini, Wahyu tak mengetahui pasti jumlah yang dikucurkan. “Ya, kalau masalah anggaran coba tanyakan ke Tim Restorasi Gambut Daerah Kalsel,” singkatnya.

2.005 Hektare Lahan dan Hutan Terbakar

Kabut asap menjadi dampak terbesar yang dihasilkan dari kebakaran lahan gambut di Kota Banjarbaru. Asap juga mengganggu keamanan penerbangan di Bandara Syamsudin Noor.

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tol Banjarbaru-Batulicin, Pemprov Kalsel Kucurkan Ratusan Miliar Tahun Ini
apahabar.com

Kalsel

Diduga akibat Korsleting, Amuk Api di Veteran dari Bedakan
apahabar.com

Kalsel

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Lahan di Pengayuan Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Protes PDIP Kotabaru Warnai Pleno Rekapitulasi KPU
apahabar.com

Kalsel

Waspada!!! Hujan Mengguyur Saat Pemilu
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan Lagi Siang Ini, BMKG: Tetap Waspada Kilat dan Angin Kencang
apahabar.com

Kalsel

Gila! Petani Amuntai Cuma Diupah 2 Butir Obat untuk Jadi Kurir
apahabar.com

Kalsel

Akhir 2019, Ada Ruang Baca di Taman Kamboja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com