Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah

Setengah Abad Schumacher di Museum Ferrari

- Apahabar.com Minggu, 6 Januari 2019 - 22:36 WIB

Setengah Abad Schumacher di Museum Ferrari

Jejeran mobil yang pernah digunakan Michael Schumacher di museum Ferrari Maranello, Italia. Foto-motorsport

apahabar.com, ITALIA – Sudah setengah abad usia Michael Schumacher, tepatnya pada 3 Januari tadi. Sejumlah bentuk penghargaan dibuat untuk mengenang sang juara dunia F1 tujuh kali tersebut.

Di Maranello, Italia, sebuah museum milik Ferrari membuka pameran mengenang sang legenda hidup.

Sementara itu Keep Fighting Foundation, organisasi amal yang didirikan keluarga Schumacher meluncurkan sebuah aplikasi museum virtual.

Tujuannya membawa para penggemarnya mengenang kembali masa kejayaan pembalap yang pernah membela Benetton, Ferrari, dan Mercedes itu.

“Kami senang bakal merayakan ulang tahun Michael ke-50 bersama-sama dengan Anda. Sebagai hadiah, dari kami kepada Anda, Keep Fighting Foundation telah membuat sebuah museum virtual,” demikian bunyi pernyataan resmi keluarga Schumacher.

Baca Juga: Singkirkan Reading, MU Menatap Babak 32 Besar Piala FA

Saat ini Schumacher masih menjalani perawatan di kediamannya di Swiss namun sang keluarga sangat protektif. Mereka enggan memberitahukan detail kondisi sang legenda dunia balapan itu kepada publik.

Putra Schumacher, Mick Schumacher (19), tahun ini akan membalap di Formula 2 setelah memenangi kejuaraan Formula 3 Eropa tahun lalu. Sementara sang ayah melakoni debut di F1 pada usia 22 tahun.

Schumacer lahir di Hurth, Nordrhein-Westfalen, Jerman Barat, 1969 silam. Ia berkarir di F1 dalam dua kesempatan berbeda. Yang pertama dari tahun 1991 sampai 2006 bersama Jordan, Benetton dan Ferrari. Sementara yang kedua dari tahun 2010 sampai 2012 bersama tim Mercedes.

Schumache pertama kali turun di ajang F1 pada GP Belgia 1991, sejak saat itu ia telah menjuarai 91 balapan dan tujuh kali merebut gelar juara dunia (1994, 1995, 2000, 2001, 2002, 2003 dan 2004).

Ia juga memegang beberapa rekor di arena F1. Seperti juara dunia paling banyak, kemenangan lomba terbanyak dan jumlah kemenangan lomba terbanyak dalam satu musim (sebanyak 13 kali di musim 2004).

Schumi, bersama Jimmie Johnson (NASCAR), Valentino Rossi (MotoGP) dan Sebastien Loeb (WRC), juga banyak disebut orang sebagai salah satu legenda olahraga otomotif di awal Abad 21.

Ia juga bersama sang adik yaitu Ralf Schumache merupakan satu-satunya pasangan kakak beradik yang sukses mencatatkan kemenangan balapan 1-2 di GP Kanada 2001 dan GP Kanada 2003.

Namun di balik kariernya yang cukup luar biasa, Schumi juga memiliki beberapa kontroversi. Di antaranya adalah pada saat perebutan gelar juara dunia melawan Damon Hill di GP Australia 1994 dan melawan Jacques Villeneuve di GP Eropa 1997 yang menyebabkan Schumi terkena diskualifikasi dari kejuaraan dunia.

Sampai saat ini Schumi memegang rekor sebagai satu-satunya pembalap yang terkena diskualifikasi dari klasemen kejuaraan dunia.

Baca Juga: Ditinggal Lorenzo, Dovizioso: Tak Ada Pengaruh

Sumber: motorsport.com
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Lanjutan Liga 1 Indonesia Tak Jelas, Barito Putera Tetap Penuhi Hak Pemain
apahabar.com

Sport

Vinales Tercepat, Rossi Merasa Puas
apahabar.com

Sport

Resmi Dirilis, Tersimpan Makna Kuat Dibalik Jersey Baru AC Milan
apahabar.com

Sport

Kaget, Immobile Sanggup Ungguli Messi-Ronaldo Raih Sepatu Emas Eropa
apahabar.com

Sport

Kembali ke Old Trafford, Ini yang Dilakukan Jose Mourinho
apahabar.com

Sport

Jelang Laga Aston Villa vs Liverpool di Liga Inggris, Jurgen Klopp Khawatir
apahabar.com

Sport

Jelang Timnas U19 Indonesia vs Bosnia, Peluang Jack Brown, Andre dan Kanu Main, Live Mola TV dan NET TV
apahabar.com

Sport

Menuju Juara, Simak Link Live Streaming Final EPA U-20: Persebaya vs Barito Putera
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com