Direvisi 5 Kali, Anggaran Covid-19 di Banjarmasin Kembali Membengkak! Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi




Home Tak Berkategori

Minggu, 13 Januari 2019 - 05:30 WIB

Sidak Komisi II ke THM, Dugaan Kebocoran Pajak Mencuat

Redaksi - Apahabar.com

Komisi II DPRD Kota Banjarmasin berbincang mengenai pajak daerah tempat hiburan. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Komisi II DPRD Kota Banjarmasin berbincang mengenai pajak daerah tempat hiburan. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Dugaan kebocoran pajak ditemukan dalam inspeksi dadakan yang dilakukan Komisi II DPRD Banjarmasin ke sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM), Minggu (13/1) dini hari.

“Setelah kita berkunjung keempat tempat, diketahui mereka membayar pajak sangat minim sekali, di luar daripada yang kita perkirakan. Padahal kita ingin mereka apa adanya, seperti hasil yang dijualnya, itu pajak dilaporkan,” jelas Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Bambang Yanto Permono kepada apahabar.com.

Menurutnya, informasi setoran pajak usaha rekreasi yang didapat sangat tidak sesuai atau di bawah rata rata dari data yang diperoleh Dinas Pendapatan Daerah Banjarmasin. Padahal, mereka menyatakan telah membayar pajak daerah sesuai ketentuan Perda Nomor 12/2016 sebesar 30 persen dari pendapatan yang dihasilkan.

Baca Juga: Dorrr!! Penculik Siswi SMP Banjarbaru Dilumpuhkan dengan Timah Panas

“Dilaporan Dinas Pendapatan ada yang menyetor pajak 5-6 juta, sedangkan saat kita hitung di lapangan sama mereka jauh dari laporan itu,” jelas fraksi partai Demokrat ini.

Contoh, kata dia seperti tempat hiburan Armani Club yang didaulat taat dalam menyetor pajak sehingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) nyatanya setelah dihitung bersama secara manual, tidak sesuai dan masih ada yang kurang.

Kendati demikian, pihaknya akan segera membenahi kesalahpahaman penyetoran pajak ini agar tidak terulang lagi di kemudian hari. Dalam waktu dekat, rapat bersama Dinas Pendapatan membahas pelampiran transparansi pembayaran pajak daerah untuk tempat hiburan akan dilakukan.

“InsyaAllah Rabu kita akan laksanakan rapatnya. Pokoknya komisi II bertanggung jawab untuk membenahi ini,” ujarnya.

Ia tidak ingin menyalahkan kesalahan ini kepada Pemko Banjarmasin. Sebab, menurutnya pemerintah Ibnu Sina itu hanya mendapatkan laporan dari pengusaha bahwa mereka taat menyetor pajak daerah.

Adapun dalam tinjauan tersebut, dewan mengharapkan informasi dari pelaku usaha penyelenggaraan hiburan dan rekreasi itu dalam penerapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12/2016 terkait penyetoran pajak daerah dapat diketahui.

Sementara, Dirut Armani Eksekutif Club Arie Soleh Mulia mengatakan merasa dirugikan dengan tingginya pajak yang menimpa tempat hiburan di kota Baiman ini. Keberatan ini tidak hanya dirasakan pemilik tempat hiburan. Kata Ali pengunjung pula ada yang kesal terhadap perolehan pajak daerah tersebut.

“Tempat hiburan di Banjarmasin jam tayang sudah pendek tapi bayar pajak diminta tinggi, ini tidak sesuai. Setahu saya, Jakarta saja pajak daerah untuk itu cuma 25 persen,” jelasnya.

Baca Juga: Kejar Penculik Siswi SMP Banjarbaru, Polisi Kepung Hutan Sungai Sumba

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Cerita ‘Ganjil’ Saat Renovasi Masjid Sultan Suriansyah

Ekbis

Kades Kesulitan Bikin Perencanaan Dana Desa

Tak Berkategori

Nekat, Kawanan Pencuri Rampok dan Sekap Kasat Narkoba Kotabaru
apahabar.com

Tak Berkategori

BPODT Berharap Bandara Silangit Tambah Penerbangan Internasional
apahabar.com

Tak Berkategori

Tak Punya Izin, Pemkot Banjarmasin Kembalikan Rp 200 Juta ke Pengusaha Advertising

Nasional

Solusi Energi Terbarukan, Pertamina Andalkan PT PPI
apahabar.com

Tak Berkategori

Selembar Kain di Tangan PKBM BANA Banjarmasin, ‘Sanggup’ Selamatkan Nyawa
apahabar.com

Tak Berkategori

Salat Id di Banjarmasin, Satu Kelurahan Dibolehkan?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com