Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant Duh, Keripik Singkong Tanpa Label Usang Dijual Bebas di Banjarmasin Pj Gubernur Kalsel: Larangan Mudik Berlaku Lintas Provinsi dan Kabupaten

Soal Kenaikan Harga Pangan, Simak Analisis Bank Indonesia

- Apahabar.com Minggu, 20 Januari 2019 - 14:32 WIB

Soal Kenaikan Harga Pangan, Simak Analisis Bank Indonesia

Daging ayam ras menjadi salah satu bahan makanan yang mengalami kenaikan selain bawang merah, tomat sayur, maupun emas pada awal tahun ini. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Bank Indonesia belum melihat adanya risiko dari kenaikan harga pangan atau makanan yang terjadi sejak awal tahun ini.

Gelagat timbulnya Inflasi, sesuai prediksi bank sentral tersebut, mulai terendus setelah produsen dan peritel sudah mulai menaikkan harga sejumlah bahan makanan.

“Kami tidak melihat ada risiko tekanan inflasi dari bahan pangan, bahan makanan kami melihat belum ada kenaikan signifikan. Meski ada kenaikan untuk bawang merah, daging ayam ras, tomat sayur, maupun emas,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dikutip dari CNN Indonesia.

Sebenarnya sudah ada beberapa bahan pangan yang meningkat harganya. Namun, dirinya mengklaim kenaikannya tidak signifikan, sehingga belum memberi pengaruh kepada inflasi.

Tercermin dari hasil survei inflasi yang dilakukan BI pada pekan ketiga Januari 2019, Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat mengalami inflasi sebesar 0,5 persen secara bulanan. Sedangkan secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 3 persen.

BI melihat risiko peningkatan inflasi tidak ada karena kondisi nilai tukar rupiah tengah cukup kuat saat ini.

Rupiah yang setahun belakang bergerak dari kisaran Rp13.400-15.200 per dolar AS di pasar spot, kini cukup stabil di kisaran Rp14 ribu-14.200 per dolar AS.

Selain itu, risiko inflasi dari harga komoditas mentah di pasar internasional juga cukup minim. Sebab, harga komoditas masih cukup rendah.

“Depresiasi rupiah kan terjaga, sehingga tidak menimbulkan pengaruh ke harga barang impor, baik harga internasional maupun imported inflation (inflasi dari barang impor), itu risikonya juga rendah,” terangnya.

Baca Juga: Bulog Serap Lebih Banyak Beras Medium

Bila risiko inflasi muncul dari sisi ketersediaan pasokan, Perry menilai risiko ini juga terbilang minim. Pemerintah terus berusaha memenuhi kebutuhan pangan dan bahan makanan masyarakat.

Menurutnya, BI dan pemerintah daerah melalui tim pengendali inflasi turut membantu urusan distribusi.

Di sisi lain, Perry mengklaim risiko inflasi dari ekspektasi konsumen juga cenderung terjaga.

“Survei ekspektasi konsumen, produsen, konsensus dari para ekonom di financial market juga terjaga,” imbuhnya.

Secara keseluruhan, BI membidik inflasi akan berada di titik tengah target BI sebesar 3,5 persen plus minus 1 persen pada akhir tahun ini.

Target inflasi 2019 sama dengan 2018, namun realisasi inflasi tahun lalu hanya 3,13 persen.

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) sebelumnya mengaku beberapa pelaku usaha sudah mulai menaikkan harga jual produk sekitar 5-10 persen sejak awal bulan ini.

Kenaikan itu umumnya terjadi pada produk makanan dan minuman impor. Hal ini merupakan konsekuensi atas depresiasi rupiah sepanjang tahun lalu.

“Kalau dicek di gerai ritel, sebenarnya sudah ada penyesuaian harga di bulan ini dengan kisaran 5 persen hingga kurang dari 10 persen kira-kira. Ini rerata untuk seluruh produk makanan dan minuman,” ucap Wakil Ketua Umum GAPMMI Rahmat Hidayat dikutip dari laman serupa.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Rupiah Menguat

Ekbis

Imbal Hasil Obligasi AS Turun, Rupiah Menguat
apahabar.com

Ekbis

Pajak Kuliner dan Hotel Jadi Penyumbang Terbesar PAD Banjarmasin
mata uang

Ekbis

Rencana Stimulus Tambahan AS, Picu Peluang Rupiah Menguat
apahabar.com

Ekbis

Kunjungan Wisata di Kalsel Naik, Ini Faktanya
apahabar.com

Ekbis

Kisah Inspiratif, Pahit Getir Pemilik Bugis Hijab Kini Beromzet Miliaran
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Kembali Meroket, Berikut Rincian Lengkapnya
Banjir Kalsel

Ekbis

Akademisi Minta Bank Beri Keringanan KPR bagi Debitur Terdampak Banjir Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Saat Covid-19, Ekspor Limbah Sawit Asal Kaltim Tembus Rp 80 Miliar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com