VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Survei Index: Empat Partai Alami Kenaikan Elektabilitas

- Apahabar.com Sabtu, 12 Januari 2019 - 16:15 WIB

Survei Index: Empat Partai Alami Kenaikan Elektabilitas

Rilis indEX tentang elektabilitas partai politik. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Hasil survei yang dilakukan lembaga Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan empat partai mengalami kenaikan elektabilitas akibat efek ekor jas dan manuver para elite.

“Empat partai menikmati kenaikan elektabilitas, yang terkerek oleh ‘coattail effect’ maupun manuver yang dilancarkan elite-elite parpolnya,” kata Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam siaran pers di Jakarta, seperti dikutip Apahabar.com dari Antara, Sabtu (12/1/2019).

Vivin mengatakan keempat partai itu adalah PDI Perjuangan, Gerindra, Partai Solidaritas Indonesia dan Berkarya. PDIP dan Gerindra mendapatkan efek ekor jas sebagai partai pengusung utama capres Jokowi dan capres Prabowo Subianto. Sedangkan PSI dan Berkarya mengalami kenaikan elektabilitas akibat isu-isu kontroversial yang diangkatnya.

Vivin mengatakan berdasarkan temuan indEX Research, elektabilitas PDIP meningkat dari 23,1 persen pada survei periode November 2018 menjadi 25,7 persen.

Sedangkan Gerindra naik dari 12,3 persen menjadi 14,7 persen. Kenaikan elektabilitas PDIP dan Gerindra tidak mengherankan, mengingat kedua parpol adalah pengusung utama capres-cawapres, ” ujarnya. Sementara, PSI naik dari 1,2 persen menjadi 2,3 persen, sedangkan Berkarya dari sebelumnya hanya 0,1 persen menjadi 0,8 persen.

Baca Juga: KPU Tapin Ajak Jadi Relawan Demokrasi

Kenaikan kedua partai tersebut, menurutnya, lantaran strategi melontarkan isu-isu kontroversial untuk mendapatkan efek elektoral.

PSI memanfaatkan isu-isu sensitif seperti Perda Syariah, poligami, hingga ucapan selamat Natal, sedangkan Berkarya menjual Soeharto sebagai Bapak Pembangunan pada era Orde Baru, jelas Vivin.

Sementara itu elektabilitas partai menengah seperti PKB relatif stabil pada kisaran 7,3 – 7,5 persen. Kehadiran sosok cawapres Ma ruf Amin dinilainya masih belum berdampak signifikan mengerek elektabilitas capres pasangannya, Jokowi.

Mesin kampanye PKB dan Ma ruf tampak belum sinkron, ujar Vivin.

Sementara itu, partai lain cenderung stagnan atau mengalami penurunan. Survei indEX Research dilakukan pada 17-28 Desember 2018, dengan jumlah responden 1.200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Bawaslu Tapin Pantau Rencana Kunjungan KH Ma’ruf Amin ke Binuang

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Mendaftar ke KPU, Cuncung – Alpiya Disambut Buruh dan Emak-emak
apahabar.com

Politik

Ketua ICMI : 1-2 Juta Peserta Reuni 212 Hadir Bukan Jaminan Menang Pilpres
apahabar.com

Politik

Perjuangan WNI di Belanda Demi Nyoblos 
apahabar.com

Politik

Resmi, Haris-Ilham Terima Mandat dari Desk Pilkada PPP
apahabar.com

Politik

TKN Jokowi Sebut Golput Bagian dari Demokrasi
apahabar.com

Politik

Duh, Kotabaru Daerah Paling Rawan Pemilu di Kalsel
apahabar.com

Politik

Maju Pilbup, ‘Bos Banteng’ Kotabaru Menanti Restu Megawati
apahabar.com

Politik

Bawaslu Tanbu Lantik 30 Anggota Panwascam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com