Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung

Tiga Faktor Penyebab Longsor Sukabumi

- Apahabar.com Rabu, 2 Januari 2019 - 04:05 WIB

Tiga Faktor Penyebab Longsor Sukabumi

Tanah longsor di Sukabumi. Foto-net`

apahabar.com, BANDUNG – Ada tiga faktor penyebab terjadinya tanah longsor di Sukabumi. Seperti yang diungkapkan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani, Selasa (1/1/2019).

Tiga faktor penyebab terjadinya gerakan tanah itu adalah hujan dengan intensitas tinggi yang turun sebelum kejadian gerakan tanah, kemiringan lereng yang terjal. “Serta material penyusun lereng yang bersifat poros dan mudah menyerap air,” ujarnya.

Baca Juga: Cerita Keluarga Salah Klaim Jasad Korban Longsor Sukabumi

Lokasi longsor di daerah Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merupakan perbukitan dengan dengan kemiringan lebih dari 30 derajat atau termasuk lereng terjal hingga sangat terjal.

Lokasi bencana berada pada ketinggian lebih dari 650 – 800 meter di atas permukaan laut. Di sebelahnya terdapat alur sungai kecil.

Berdasarkan Peta Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Sukabumi Desember 2018 keluaran PVMBG, daerah bencana sebagian besar masuk ke dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah – Tinggi.

“Artinya daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal,” ujarnya, Selasa, 1 Januari 2019.

Gerakan tanah itu terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Longsor melanda pemukiman warga di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Senin (31/12/2018) sore, setelah hujan mengguyur selama beberapa jam.

Jenis gerakan tanah diperkirakan PVMBG berupa longsoran bahan rombakan. Dampaknya, material longsoran menimbun 34 rumah yang dihuni 107 orang.

Sebanyak 33 orang dilaporkan selamat, selebihnya ada yang meninggal dan kebanyakan belum diketahui nasibnya.

Daerah tersebut dinilai masih sangat rawan terjadi lagi gerakan tanah dan bukit di daerah tersebut mempunyai kemiringan lereng lebih dari 30 derajat.

PVMBG mengerahkan Tim Tanggap Darurat ke lokasi untuk melakukan evaluasi bencana di sekitar lokasi terhadap potensi longsoran susulan.

Ahli dan peneliti longsor dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Bandung Adrin Tohari mengatakan, longsoran yang terjadi bertipe luncuran yang berubah menjadi aliran karena tanah sangat jenuh air akibat hujan lebat. “Kecepatan longsoran tipe aliran bisa mencapai 50 kilometer per jam,” ujarnya.

Baca Juga: Longsor Sukabumi, Sudah 15 Korban Ditemukan Tewas

Longsoran terjadi pada lereng planar yang dikontrol oleh lapisan tanah keras dan membentuk cekungan di bawah permukaan tanah.

Bentuk cekungan ini mengontrol aliran air bawah permukaan yang akan meningkat naik dan menjenuhkan lapisan tanah ketika hujan deras.

“Kondisi tanah yang gembur mengakibatkan bagian lereng tersebut kemudian longsor,” pungkasnya.

Sumber : tempo
Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pikap Esemka Bima Jadi Kendaraan Operasional TNI Angkatan Udara
apahabar.com

Nasional

Banyak Direksi Terlibat Kasus Harley, Erick ‘Bersih-bersih’ di Garuda
apahabar.com

Nasional

Blokir Akses Internet di Papua, Presiden Dianggap Melanggar Hukum
apahabar.com

Nasional

HIV/AIDS Papua Barat Kian Menyedihkan, Gubernur: Ayo Periksa
apahabar.com

Nasional

BPJS Kesehatan Terapkan Close Payment System
apahabar.com

Nasional

Driver Ojek Online Dapat “Orderan” Menuju Pelaminan
apahabar.com

Nasional

Banjir Jakarta, Beberapa Jalan Masih Tergenang
apahabar.com

Nasional

Persekusi Nelayan Versi Sandiaga, Polisi: Aneh Disebut Kriminal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com