Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Titi Wati Berbobot 350 Kg, Bakal Dibedah Dokter RS Udayana

- Apahabar.com Selasa, 8 Januari 2019 - 19:16 WIB

Titi Wati Berbobot 350 Kg, Bakal Dibedah Dokter RS Udayana

Titi Wati dengan bobot 350 Kg. Foto-net

apahabar,com, Palangka Raya – Berat badan warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Titi Wati (37), mencapai 350 kg, juga merupakan salah satu 10 orang terberat di dunia, sudah mendapat persetujuan dari sang suami. Titi direncanakan akan dievakuasi ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya untuk menjalani operasi menurunkan berat badannya

Tetapi karena RSUD Doris Sylvanus, belum pernah menangani kasus obesitas seperti yang dialami Titi, pihak rumah sakit akan mendatangkan empat tim bedah digestive dari RS Udayana untuk melakukan operasi terhadap Titi.

“Untuk masalah biaya, apalagi Titi tidak memilik BPJS Kesehatan, tidak usah dipikirkan, karena pemerintah provinsi dan kota, akan menanggung semua biaya pengobatan. Kami sudah kordinasi dengan pak wali kota dan bu wakil. Saya yakin pak gubernur juga pasti mendukung,” kata Wakil Direktur Kependidikan dan Kerjasama RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dr Theo Sapta Atmadja seperti dikutip dari kalamanthana.com, Selasa (8/1/2019).

Theo menjelaskan tindakan yang bisa dilakukan dokter untuk mengatasi penderita obesitas adalah dengan operasi yang berfungsi untuk menurunkan berat badan atau dikenal sebagai operasi bariatrik.

Operasi ini akan membuat perubahan dalam sistem pencernaan, sehingga membatasi asupan makanan, sehingga menurunkan penyerapan kalori.

apahabar.com

Ilustrasi Forklift yang digunakan mengangkut Titi Wati yang berbobot 350Kg dari rumah ke Rumah Sakit. Foto-istimewa

Sementara itu, dilansir dari detik.com, teknis membawa Titi dari rumah ke RS jadi pekerjaan yang rumit karena bebannya di luar kewajaran.

Untuk mengangkat Titi, rencananya Pemprov Kalteng menggunakan truk forklift.

“Tadi kami sempat membahas berbagai kemungkinan, salah satunya menggunakan forklift yang ada di Dinkes Provinsi,” kata Kepala Dinas Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Suyuti Syamsul, Selasa (8/1/2019).

Hal itu merupakan bagian dari kesepakatan rapat Pemprov. Rapat diikuti dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Kesehatan Sosial Kalimantan Tengah, RSUD dr Doris Sylvanus dan Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya.

“Saya juga tadi meminta Pemerintah Kota untuk menghubungi Damkar dan PUPR Kota kalau diperlukan,” ujar dr Suyuti.

Lalu bagaimana agar ia bisa ke luar rumah? Pihak Pemprov akan meminta izin ke pemilik rumah untuk membongkar dinding. Sebab, Titi tidak bisa dikeluarkan lewat pintu lagi.

“Selain itu, diperlukan izin dari pemilik rumah kontrakan karena kemungkinan kita akan membuka jendela dan kusen agar pasien bisa dikeluarkan untuk dibawa ke RSUD Doris Sylvanus,” pungkas dr Suyuti.

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kaltim Ibu Kota, Kadin Kalsel Soroti Kesiapan SDM dan Infrastruktur Kalsel
apahabar.com

Nasional

Desa di 11 Kabupaten Belum Terima BLT
apahabar.com

Nasional

Densus 88-Polda Sumut Tembak Mati 2 Terduga Teroris di Deli Serdang
apahabar.com

Nasional

Jokowi Salurkan Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19 di 15 Kota
apahabar.com

Nasional

Demokrat Langsung Keluar dari Koalisi Pasca Putusan MK
apahabar.com

Nasional

Foto Syur Diduga PNS Beredar Luas di Medsos
apahabar.com

Nasional

KSAD Pastikan Prajurit TNI AD Terlibat Penyerangan Polsek Ciracas Dipecat!
apahabar.com

Nasional

Gerindra: Prabowo Kecewa karena Pers Tak Adil soal Reuni 212
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com