Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh Mahasiswanya Dipolisikan, Wakil Rektor ULM Banjarmasin Penuhi Panggilan Polda Kalsel Esok

Tolak JPO, Pengusaha Advertising Lokal Merasa Dirugikan

- Apahabar.com Kamis, 10 Januari 2019 - 18:45 WIB

Tolak JPO, Pengusaha Advertising Lokal Merasa Dirugikan

Pengamat Kota Anang Rosyadi (kiri), Sekretaris APPSI Kalsel, Syamsuni (tengah) dan Ketua JPKP Winardi Sethiono (kanan) saat jumpa pers di Fave Hotel Banjarmasin, Rabu (9/1). Foto-apahabar.com/tania

apahabar.com, BANJARMASIN – Rencana Pemko Banjarmasin membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ditolak Asosiasi Pengusaha Periklanan Seluruh Indonesia (APPSI) Kalsel. Alasannya, mereka menilai merugikan pengusaha periklanan lokal Banjarmasin.

“Kita tentu menolak hadirnya proyek JPO ini. Karena kami melihatnya hanya sebagai akal-akalan dari Pemko Banjarmasin untuk membabat habis bilboard pengusaha advertising lokal,” ucap Sekretaris APPSI Kalsel Syamsuni, Banjarmasin Rabu (09/01) tadi.

Baca Juga: Pemkot Banjarmasin Segera Bangun Empat Jembatan Penyeberangan Orang

Syamsuni menambahkan, pihaknya mencurigai pihak Pemko Banjarmasin menyerahkan Proyek JPO tersebut kepada pengusaha advertising luar. Terlihat dari singkatnya waktu yang diberikan oleh panitia lelang kepada pengusaha advertising lokal untuk bisa memberikan penawaran konsep JPO kepada Pemko Banjarmasin.

“Harusnya Pemko Banjarmasin bisa hadir sebagai pahlawan bagi pengusaha lokal. Tapi kenyataannya kami dari advertising lokal selama ini selalu dijejali dengan berbagai kebijakan yang merugikan kami,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Publik (JPKP) H Winardi Sethiono, heran dengan Pemko Banjarmasin yang berencana membuat JPO di Jalan A Yani.

Baca Juga: Butuh Rp3,5 M, Empat JPO Banjarmasin Menanti Investor

Baginya kebijakan ini tidak lebih hanya sebagai pencitraan saja dan minim manfaat bagi masyarakat, malah berpotensi merugikan pengusaha advertising lokal karena bilboard mereka diambil paksa untuk pembangun JPO.

Selain itu menurutnya, membuat JPO bukan ranahnya pengusaha advertising, namun merupakan ranahnya pengusaha kontruksi. Karena itulah ia memandang pola kerjasama yang ditawarkan oleh Pemko Banjarmasin kepada Pengusaha Advertising tidaklah tepat.

“Saya ingatkan lagi, jangan sampai JPKP turun tangan untuk menelisik proyek-proyek tidak jelas seperti ini di Kota Banjarmasin. Sebelumnya kita sudah pernah lakukan ini di Kabupaten Tala dan hasilnya salah satu kepala desa tersangkut kasus tipikor,” ucap Winardi.

Baca Juga: Pembangunan JPO Banjarmasin, Sabda Tuntut Hak Penyandang Difabel

Di lain pihak, pengamat Kota Banjarmasin Anang Rosadi juga menyayangkan langkah Pemko Banjarmasin yang ingin membuat JPO berkolaborasi dengan pihak ketiga.

Selain berpotensi merugikan dan menganaktirikan pengusaha advertising lokal, dilihatnya proyek ini memang belum benar-benar diperlukan oleh masyarakat di Kota Banjarmasin. Mengingat lalu lintas disekitar jalan A Yani tidaklah terlalu padat dan jarang sekali dilalui oleh mobil besar dan berkecapatan tinggi.

“Saat ini masyarakat tidak perlu JPO, memakai Pelican Crossing kami pikir juga sudah cukup. Bahkan di beberapa Kota besar di Indonesia, JPO sudah banyak yang dibongkar karena terkesan kumuh dan banyak digunakan tidak sesuai fungsinya,” tutupnya.

Baca Juga: Konsep JPO Gunakan Lift, Fasilitasi Kebutuhan Difabel

Reporter: Tania Anggrainy
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Hujan Semalaman, HST Dirundung Beragam Musibah

Kalsel

Hujan Semalaman, HST Dirundung Beragam Musibah
apahabar.com

Kalsel

Berkah Ramadan, Polisi Berikan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran Eks Pasar Burung
apahabar.com

Kalsel

Museum Wasaka tak Mampu Pajang Semua Benda Bersejarah

Kalsel

Terjunkan Ribuan Personel, Aparat Siap Amankan Demo Buruh Tolak UU Ciptaker di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Pesan Sekda Usai Lantik Puluhan Pejabat Fungsional Baru HST
apahabar.com

Kalsel

Peringati Hari Ibu, Kapolres Balangan Ingatkan Profesionalisme Polwan
apahabar.com

Kalsel

Kapolresta Banjarmasin Resmikan Pos Multifungsi Satpolair
apahabar.com

Kalsel

Kabar Covid-19 Banjarmasin: Positif 32, ODP Jadi 527 Orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com