Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup!

Tuan Guru Mulkani Al Banjari(2), Murid Pertama Habib Umar bin Hafidz dari Tanah Banjar

- Apahabar.com Senin, 14 Januari 2019 - 13:48 WIB

Tuan Guru Mulkani Al Banjari(2), Murid Pertama Habib Umar bin Hafidz dari Tanah Banjar

Guru H Ahmad Mulkani ketika menjadi penerjemah gurunya, Habib Umar bin Hafidz sewaktu berkunjung ke Banjarmasin pada tahun 2009. Foto - Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Melihat pendidikan agama yang kian merosot di Tanah Air, Habib Anis Al Habsyi (Solo) meminta petunjuk pada Habib Abdul Qadir bin Ahmad di Jeddah pada tahun 1991 M, untuk memberikan suntikan ilmu pada generasi muda di Indonesia.

Oleh Habib Abdul Qadir bin Ahmad Jeddah, ditunjuk-lah murid beliau yang bernama Habib Umar bin Hafidz sebagai rujukan belajar. Habib Umar datang menemui Habib Anis Al Habsyi, tepat di acara Haul Habib Ali Al Habsyi di tahun 1993 M.

“Itu kali pertama, Habib Umar bin hafidz ke Indonesia,” ujar Tuan Guru H Ahmad Mulkani Al Banjari.

Setahun kemudian, diberangkatkan-lah 28 murid pilihan dari Indonesia untuk belajar di sana pada 1994 M. Satu di antara murid tersebut adalah Tuan Guru H Ahmad Mulkani Al Banjari.

“Teman seangkatan waktu itu, Habib Jindan (bin Novel), Habib Munzir (Al Musawa), Habib Quraisy (Baharun),” ujar Guru Mulkani.

Baca Juga: Tuan Guru Mulkani Al Banjari(1), Lulus Pesantren dalam Waktu Singkat

Guru Mulkani mengaku sangat antusias menyambut terpilihnya beliau sebagai salah satu murid pertama Habib Umar bin Hafidz dari Indonesia. Sayangnya setahun kemudian, Guru Mulkani harus pulang ke kampung halaman, karena di Yaman berkecamuk perang saudara.

“Mendengar adanya perang di Yaman, ibu khawatir. Beliau meminta petunjuk pada Abah Guru Sekumpul –KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani-. Dan oleh beliau, aku disuruh pulang. Aku pulang tahun 1995,” jelas Guru.

Pulang dari Negeri Para Wali (Yaman), Guru Mulkani meneruskan pengabdian pada pesantrennya Darul Lughah Wadda’wah Surabaya, hingga tahun 2000 M.

“Pada tahun 1999, Habib Hasan Baharun meninggal dunia. Tahun 2000 aku mulai membuka majelis di rumah dan ceramah hingga tahun 2002.”

Tahun 2002 mengasuh Pesantren Babussalam di Padang Batung, Kandangan (Kabupaten Hulu Sungai Selatan) hingga tahun 2005 M.

“Tahun 2006, membuka majelis dan pesantren di Banjarmasin.”

Pesantren tersebut menurut Guru Mulkani dulu ditampung di kediamannya, di Kampung Melayu. Pesantren itu merupakan cikal-bakal pesantren yang dipimpinnya sekarang, yakni Pondok Pesantren Da’watul Musthofa. Nama pesantren tersebut diakui beliau adalah gabungan dari dua pesantren almamaternya.

“Nama Da’wah dari Darul Lughah Wadda’wah, Musthofa dari Darul Musthofa,” terang Guru.
Tahun 2011 M, Pondok Pesantren Da’watul Musthofa tersebut berdiri di Kota Citra Grha, Banjarbaru.

“Berkat doa Habib Umar. Beliau datang pada tahun 2008 ke Banjarmasin. Dan sempat mendoakan,” pangkas Guru Mulkani.

Baca Juga: Tuan Guru Mulkani Al Banjari(3), Membuka Majelis Mufti Ahmad

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Keteladanan Sahabat Nabi Muhammad SAW: 1 Nyawa demi 1 Ayat
apahabar.com

Tokoh

Mengenal Ibnu Yunus, Astronomi Legendaris Asal Mesir
apahabar.com

Tokoh

Datu Amin, Jadi Mufti di Saat Berkecamuknya Perang
apahabar.com

Tokoh

Mengenang Guru H Abdul Khaliq (1), Anak Yatim yang Diasuh Qari Senior Kalsel
apahabar.com

Tokoh

Begini Ceritanya Guru Khaliq Menjadi Qari di Sekumpul
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Zainal Ilmi Al Banjari (1), Lahir di Desa “Gudang Ulama”
apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (16), Sikap Beliau dalam ‘Politik’
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Zainal Ilmi Al Banjari (3) dan Isyarat Kewafatannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com