Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Tuan Guru Mulkani Al Banjari(3), Membuka Majelis Mufti Ahmad

- Apahabar.com Senin, 14 Januari 2019 - 13:56 WIB

Tuan Guru Mulkani Al Banjari(3), Membuka Majelis Mufti Ahmad

Guru H Ahmad Mulkani bersama Abah Guru Sekumpul (KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani). Foto - Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tuan Guru H Ahmad Mulkani Al Banjari merupakan keturunan ulama karismatik Banjar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dari jalur laki-laki. Nama datuknya, Mufti Ahmad bin Syekh Muhammad Arsyad dijadikan beliau sebagai nama majelis yang kini dibinanya.

Nama Al Banjari yang kini dilekatkan di belakang nama Tuan Guru Mulkani, bukanlah gelar sembarangan. Karena Al Banjari tersebut pada awalnya tersemat pada nama datu-nya Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

Tuan Guru H Ahmad Mulkani diketahui memiliki nasab yang tersambung pada ulama besar di abad ke-18 itu. Yakni; Tuan Guru H Ahmad Mulkani bin H Muhammad Yusran bin H Nasrun bin Nadzir bin Salman bin H Abdullah bin Mufti H Muhammad Khatib bin Mufti H Ahmad (Pangeran) bin Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

Karena rantai nasab dan keilmuan Guru Mulkani, yang merupakan alumni dari Hadramaut itu, ada saja yang melengkapi nama beliau dengan “Al Banjari”.

“H Ahmad Mulkani saja,” ucap beliau merendah, ketika ditanya nama.
Atas kekerabatan dengan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari itu pula-lah, Guru Mulkani menamakan majelis beliau dengan nama Mufti Ahmad yang tak lain adalah anak dari Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

Baca Juga: Tuan Guru Mulkani Al Banjari(1), Lulus Pesantren dalam Waktu Singkat

Syekh Muhammad Arsyad diketahui banyak memiliki anak yang juga menjadi ulama. Penamaan majelis dengan nama ulama dari keturunan Syekh Muhammad Arsyad oleh Guru Mulkani bukanlah yang pertama.

Sebelumnya, ada Majelis dengan nama Bani Ismail pimpinan KH Syaifuddin Zuhri –ulama sepuh di Banjarmasin- yang merujuk pada KH Ismail atau Tuan Guru Ismail.

“Majelis Mufti Ahmad digelar setiap malam Sabtu (Sabtu malam), dengan membaca maulid diteruskan dengan membaca kitab,” terang pimpinan Majelis Mufti Ahmad yang beralamat di Jl Sutan Adam, Komplek Graha Lestari jalur 5 No 10 itu.

Lebih jauh Guru Mulkani mengungkapkan, kekerabatan sesama keturunan Syekh Muhammad Arsyad masih terbina hingga sekarang.

Di antara ulama keturunan Syekh Muhammad Arsyad yang sempat menimba ilmu dan akrab dengan beliau adalah KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari atau yang lebih dikenal Abah Guru Sekumpul.

Guru Mulkani mengaku sudah mengenal Abah Guru Sekumpul sejak kecil. Ibunya, kerap membawanya hadir ke majelis yang diasuh ulama karismatik tersebut.

“Sering diajak ibu ketika masih kecil ke majelis Abah Guru Sekumpul, sewaktu masih di Keraton. Juga ke majelis Guru Seman (KH Seman Mulya-paman KH M Zaini, red),” jelas Guru.

Setelah remaja, sambung Guru Mulkani, dia kerap bertamu bahkan menginap di kediaman Abah Guru Sekumpul.

Baca Juga: Tuan Guru Mulkani Al Banjari(2), Murid Pertama Habib Umar bin Hafidz dari Tanah Banjar

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (10), Sempat Mau Dibunuh Ketika Mengajar
apahabar.com

Tokoh

Syekh Ahmad Syarwani Zuhri (1), Berguru pada Ulama Besar di Banyak Negara
apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (4), Mengumpul “Dua Mutiara dari Tanah Banjar”
apahabar.com

Religi

Keteladanan Sahabat Nabi Muhammad SAW: 1 Nyawa demi 1 Ayat
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru Mulkani Al Banjari(2), Murid Pertama Habib Umar bin Hafidz dari Tanah Banjar
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Zainal Ilmi Al Banjari (2) dan Rahasia yang Terbongkar Setelah Kewafatannya
apahabar.com

Tokoh

Habib Ibrahim Al Habsyi Nagara (2), Tempuh Hadramaut-Kalimantan Hanya Karena Sebuah Pena
apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (7), Angin Menjadi Ribut Ketika “Dihukum” Sang Ayah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com