Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel

Walhi Turut Pertanyakan Kualitas Sumur Bor Gambut Kalsel yang Rusak

- Apahabar.com Senin, 7 Januari 2019 - 22:31 WIB

Walhi Turut Pertanyakan Kualitas Sumur Bor Gambut Kalsel yang Rusak

Sumur bor terbukti efektif dalam pembasahan gambut dan juga pencegahan kebakaran. Foto-dok.badanrestorasigambut

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 2015 silam memaksa Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perpres Nomor 1/2016 tentang Badan Restorasi Gambut (BRG).

Di Kalsel, terdapat Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) yang disahkan langsung oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

BRG diberi kewenangan oleh negara dan bertanggugjawab kepada Presiden dalam melakukan restorasi gambut di tujuh provinsi. Kalsel menjadi salah satunya.

Dalam perjalanannya, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan, Kisworo Dwi Cahyo mengatakan, harus ada keseriusan pemerintah dalam melaksanakan program restorasi tersebut.

Baca Juga: Satpol PP Amankan Penjual dan Puluhan Liter Tuak

Program, menurut Cak Kis, tak sedikit menyedot anggaran negara, baik APBN maupun APBD. Jika dalam proses pelaksanaan restorasi gambut terdapat ketidaksesuaian hasil proyek dengan dana yang digelontorkan maka sangat perlu adanya audit.

“Baik melibatkan institusi internal pemerintah maupun lembaga independen lainnya,” jelasnya kepada media ini.

Kisworo menambahkan, kalau emang ada kendala terkait assesment, perencanaan dan pelaksanaan, agar seyogyanya dievaluasi secara bersama-bersama, siapa yang akan bertanggungjawab atas kerusakan sekat kanal dan sumur bor tersebut.

Harus diperhatikan dengan seksama apakah sekat kanal tersebut berfungsi atau tidak. Jangan sampai, lanjut dia, merendam lahan produktif rakyat, sehingga mengganggu kehidupan masyarakat.

Begitu juga dengan pembangunan sumur bor, misalnya, segi spek yang dibangun harus segera dilakukan evaluasi.

“Ini menjadi catatan khusus agar tak terulang kembali di 2019. Bahkan, apabila terdapat kesalahan dalam penggunaan anggaran, maka bisa diproses secara hukum,” jelasnya.

Ia mengatakan, hendaknya pihak yang merestorasi gambut di Kalsel harus sesuai dengan prosedur. Lantaran dalam praktiknya, BRG maupun TRGD bertugas menjalankan 3R yaitu Rewetting, Revegetasi dan Revitalisasi.

Perihal tersebut, harus berpacu kepada kebutuhan dan kearifan lokal masyarakat setempat.

“Selain tujuan lingkungan, restorasi gambut harus berdampak terhadap keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalimantan Selatan, Saut N. Samosir enggak berkomentar. Bahkan, beberapa kali media ini menghubungi tak kunjung mendapatkan jawaban. Meski ponsel Saut dalam keadaan aktif.

Baca Juga: Dikenal Pendiam, Ibu Korban Penusukan Jembatan Lima Sesalkan Kepergian Anaknya

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Identitas Mayat di Sungai Awang Terantang Akhirnya Terkuak
apahabar.com

Kalsel

Satpol PP Banjarbaru Sita Ratusan Botol Miras di Pembatuan
apahabar.com

Kalsel

Alasan FM, Oknum ASN Banjarbaru Tuduh Polisi Provokator Demo Omnibus Law
apahabar.com

Kalsel

Hadiri Acara Partai, Bawaslu Selisik Dugaan Pelanggaran Haris Makkie
apahabar.com

Kalsel

Esok, Vivi Zubedi Luncurkan Kerajinan Purun di Pentas Internasional
apahabar.com

Kalsel

Bupati Kotabaru Terima LHP dari BPK RI Perwakilan Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Massa Tolak UU Cipta Kerja di Banjarmasin Belum Bubar, Kapolda Kalsel Turun Tangan!
apahabar.com

Kalsel

Hadiri Workshop Humas Polda Kalsel, Ketua YKB Ungkap Pentingnya Foto dan Video ‘Bicara’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com