Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

WhatsApp Bukan Aplikasi Pesan Terbaik, Ini 5 Alasannya

- Apahabar.com Sabtu, 5 Januari 2019 - 06:15 WIB

WhatsApp Bukan Aplikasi Pesan Terbaik, Ini 5 Alasannya

WhatsApp. Foto-whatsapp.com

apahabar.com, JAKARTA – Aplikasi pesan WhatsApp sangat popular, dengan satu miliar pengguna di seluruh dunia. Namun menurut laman businesstoday, aplikasi besutan Facebook itu bukanlah yang terbaik.

WhatsApp masih memiliki kekurangan di beberapa area yang dilupakan dan dapat mengakibatkan keamanan privasi pengguna terancam. Berikut beberapa poin yang membuat WhatsApp bukanlah aplikasi terbaik:

1. Menurunkan Kualitas Gambar

Salah satu alasan utama dibalik kesuksesan WhatsApp adalah kemampuannya untuk mengirim foto secara instan. Aplikasi olah pesan ini dapat meng-kompres konten. Kompresi menyebabkan tidak ada kerusakan yang terlihat dalam file gambar.

Namun setelah pembaruan baru-baru ini, foto-foto yang diterima melalui WhatsApp menjadi agak lebih buram dan pixelated. Sebelumnya, gambar ukuran gambar dikompres 1.024×768 dari 1.600×900 piksel. Sekarang, gambar dengan aspek rasio 16:9 menyusut menjadi 800×450 piksel. Sedangkan gambar 4:3 memiliki resolusi maksimum 800×600.

2. Privasi

Hal yang paling utama bagi WhatsApp adalah membuat nomor telepon terpublikasi sehingga meningkatkan beberapa masalah terkait privasi. Lebih mudah bagi sembarang orang mudah mendapatkan nomor telepon pribadi pengguna melalui WhatsApp messenger. Akan lebih baik jika WhatsApp menggunakan nama
pengguna.

3. Satu Akun Satu Perangkat

Nasib buruk jika pengguna memiliki ponsel cerdas atau tablet, serta PC kedua. WhatsApp hanya dapat diaktifkan pada satu perangkat. Meskipun bisa menggunakan Web WhatsApp, tapi itu tidak berguna, karena ponsel harus berada di dekat PC.

Sementara perusahaan induk WhatsApp, Facebook, atau Google dengan aplikasi Hangouts, keduanya dapat digunakan pada beberapa perangkat secara independen.

4. WhatsApp Tidak Aman

Log obrolan WhatsApp disimpan pada microSD dan dapat dengan mudah dibaca oleh aplikasi lain, karena sebagian besar orang memberikan semua akses ke aplikasi di ponsel mereka. Basis data WhatsAppp adalah basis data SQLite3 yang dapat dikonversi ke Excel untuk akses yang lebih mudah.

Dan akhir-akhir ini WhatsApp menggunakan enkripsi untuk mengenkripsi basis data, sehingga tidak bisa lagi dibuka oleh SQLite. Tapi, itu masih bisa didekripsi menggunakan skript python atau penerjemah bahasa mesin sederhana.

5. WhatsApp Bagikan Data Pengguna

Kontroversi seputar Facebook dalam kasus Cambridge Analytica atau kebocoran data belum mereda. WhatsApp, sebagai bagian dari Facebook, juga harus berbagi beban. Platform ini telah kehilangan banyak kepercayaan.

WhatsApp memiliki akses ke catatan panggilan dan dapat melihat gambar pengguna serta mendengarkan rekaman audio pengguna. WhatsApp juga membagikan data tersebut kepada perusahaan induknya Facebook.

Baca Juga: Apple Kehilangan Rp814 Triliun dalam Sehari

Sumber: Tempo.co
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

2020, Pemerintah Alokasikan Rp11 Triliun untuk Rumah Subsidi
apahabar.com

Ekbis

Polisi Jaga Penjualan Elpiji 3 Kg di Basirih Selatan
apahabar.com

Ekbis

Susur Sungai BI Kalsel, Masih Ada Masyarakat yang Keliru dengan Terbitan Uang Baru
apahabar.com

Ekbis

BI Beberkan Alasan Kenapa Indonesia Masih Jadi Konsumen Keuangan Syariah
apahabar.com

Ekbis

BI Kenalkan Ekonomi Digital ke Perwakilan Ponpes se Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Waskita Precast Bangun Tol KLBM Sidoarjo-Gresik
apahabar.com

Ekbis

Target Serapan Beras 2019 Naik, Kalimantan Selatan Andalkan Barabai
apahabar.com

Ekbis

Jokowi: Pacul Masa Masih Impor?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com