Curi Susu Demi Keponakan, Perkara Remaja Banjarmasin Dihentikan Lewat Restorasi Justice Fakta Baru Pembacokan di SPBU Banjar, Tak Ada Duit yang Hilang Dear KPK! Jangan Sia-siakan Pengorbanan Kades Aisyah Kotabaru Anies Baswedan untuk Presiden 2024 Mulai Bergaung di Kalsel Diterjang Banjir Rob, Pemukiman Warga Pesisir Pantai Tala Porak Poranda

13 Taruna Akpol Terlibat Penganiayaan Junior Dikeluarkan

apahabar.com, JAKARTA – Langkah tegas diambil Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol Arief
- Apahabar.com     Rabu, 13 Februari 2019 - 19:35 WITA

13 Taruna Akpol Terlibat Penganiayaan Junior Dikeluarkan

Almarhum Mohammad Adam. Foto-Instagram

apahabar.com, JAKARTA – Langkah tegas diambil Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol Arief Sulistyanto. Ia langsung memberi kepastian hukum bagi 13 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang menganiaya juniornya, almarhum Mohammad Adam.

Arief memberikan kepastian hukum bagi 13 taruna Akpol yang terkatung-katung selama 2 tahun terakhir.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan di Hotel Sinar Dodo Masuk Babak Baru

Kepastian hukum diberikan Arief dengan mendorong digelarnya sidang Dewan Akademik (Wanak) Akpol, Senin (11/2) dari pukul 13.00 hingga 23.30 WIB.

Sidang itu dipimpin oleh Gubernur Akpol Irjen Rycko Amelza Dahniel dan dihadiri Arief, serta sejumlah PJU Akpol sebagai anggota tetap termasuk anggota Kehormatan dari Itwasum, Divpropam, Lemdiklat, SSDM Polri, dan seluruh anggota tidak tetap Wanak.

Adapun sidang itu memutuskan ketigabelas taruna dikenakan sanksi terberat, yaitu Pemberhentian Dengan Tidak Hornat (PTDH) atau dikeluarkan buat 13 Taruna Akpol yang melakukan perbuatan tak terpuji kepada juniornya.

Sebenarnya ada 14 orang yang terjerat dalam kasus ini. Tetapi CAS, sang pelaku utama, telah dikeluarkan pada sidang Wanak yang digelar pada Juli 2018 silam.

“Sidang Wanak memang harus segera memutuskan dengan seadil-adilnya berdasarkan peraturan yang ada karena permasalahan ini sudah berjalan lama,” ujar Arief. Keputusan harus cepat diambil demi masa depan Akpol.

Ia bersyukur akhirnya keputusan sudah dilakukan secepatnya untuk memberikan kepastian dan demi menjaga marwah Akpol sebagai pencetak Pemimpin Polri masa depan,” ujar Arief seperti dilansir tribunkaltim.com.

“Negara akan rugi kalau Akpol meluluskan perwira yang berkarakter pro kekerasan karena tidak sesuai dengan pola Democratic Policing,” imbuh Arief.

Baca Juga: Edarkan Sabu, Lothar Matheus dan Rekannya Dibekuk

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Marak Penadah, Warga Kalsel Diimbau Hati-Hati Beli Barang
apahabar.com

Hukum

Penghina Guru Sekumpul Tertangkap Curi Helm di Teluk Dalam
apahabar.com

Hukum

Tiga Balita Jadi Korban Kekerasan Anak di Jatinegara
apahabar.com

Hukum

11 Hari Menjabat, Kadiv PAS Gencar Blusukan ke Sejumlah UPT
apahabar.com

Hukum

Duh, Pemuda Kandangan Terciduk Angkut Ribuan Liter BBM
apahabar.com

Hukum

Pagi Tadi, Tersangka Pembunuh Wanita Cantik di Gambut Diserahkan ke Jaksa
apahabar.com

Hukum

Kepergok Bawa Ratusan Liter BBM Ilegal, Pria Paruh Baya di HSU Ditangkap Polisi
apahabar.com

Hukum

Polisi Ringkus Pemasok Narkoba ke Lucinta Luna
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com