2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

5 Tahun Idap Gagal Ginjal, Syifa Tak Bisa Beranjak dari Kasur

- Apahabar.com Jumat, 22 Februari 2019 - 15:09 WIB

5 Tahun Idap Gagal Ginjal, Syifa Tak Bisa Beranjak dari Kasur

Syifa Amalia Putri didampingi ibunya, Siti Aisyah. Foto-apahabar.com/Tania

apahabar.com, BANJARMASIN – Malang nian nasib Syifa Amalia Putri (11). Keceriaan pelajar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Sungai Lulut, Kabupaten Banjar ini direnggut paksa penyakit gagal ginjal yang diidapnya sejak 5 tahun lalu.

Di usia 6 tahun, rutinitasnya melakukan kemoterapi dan cuci darah harus ia lakukan. Bukannya membuat Syifa membaik, malah justru membuatnya jera. Lantaran, obat-obatan yang masuk membuat tubuhnya semakin lemah.

Puncaknya ketika Syifa harus menahan sakit akibat efek dari penyakit yang dideritanya. Racun yang keluar melalui pori-pori tubuhnya, membuat kulit anak yang duduk di bangku kelas lima ini melepuh dan mengeluarkan cairan.

“Syifa suka menangis, saking tidak tahan atas sakit yang dideritanya,” ujar ibu kandung Syifa, Siti Aisyah saat disambangi apahabar.com di kediamannya, Jum’at (22/2) siang.

Belakangan sejak 7 bulan sudah Syifa terpaksa berbaring di tempat tidur. Penyakit gagal ginjal yang dideritanya membuatnya sulit untuk bergerak, bahkan untuk duduk pun sulit.

“Sekitar 7 bulanan Syifa sudah tidak bisa bergerak. Duduk susah, apalagi untuk berjalan,” ucapnya murung.

apahabar.com

Siti Aisyah ibunda Syifa Amalia Putri. Foto-apahabar.com/Tania

Meskipun Dokter di Rumah Sakit menginginkan Syifa untuk cuci darah, Aisyah mengaku anaknya sudah enggan untuk cuci darah. Sekarang Syifa pun melakukan pengobatan tradisional dengan menggunakan jamu tradisional, hingga herbal yang didatangkan dari Pulau Sumatera.

“Alhamdulillah, tanpa cuci darah dan hanya dengan pengobatan tradisional, keadaan Syifa sudah mulai membaik. Dan juga berkat kepedulian warga, kami mendapat bantuan berupa jamu itu dari Medan. Baru 3 hari, hasilnya mulai kelihatan. Kulitnya yang melepuh kini mulai kering,” ungkapnya.

Saat ditanya, apakah ada bantuan dari pemerintah setempat, Aisyah mengaku pemerintah sudah datang dan memberikan bantuan berupa kursi roda. Dan memang alat ini yang sangat diinginkan anaknya.

“Syifa sangat ingin kursi roda, biar enak. Mungkin bosan berada dalam kamar, namun skrg Syifa belum bisa menggunakan kursi roda itu dulu,” jelasnya.

Rupanya warga sekitar iba dan bergantian mendatangi kediaman Syifa di Komplek Graha Sejahtera Blok J Nomor 12 Sungai Lulut, Kabupaten Banjar. Hal itu membuat bantuan untuk Syifa berdatangan.

“Alhamdulillah selain bantuan dari pemerintah, masyarakat pun juga banyak. Minta doanya kepada seluruh warga untuk kesembuhan anak saya,” harapnya.

Reporter: Tania Anggrainy
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Semarak Forest City, DLH Banjarbaru Siapkan Ratusan Hektar Lahan
apahabar.com

Kalsel

Tokoh Kalimantan yang Berjuang di Nasional Masih Minim
apahabar.com

Kalsel

Imunisasi MR Dilanjutkan, Kalsel Sudah Capai 60 Persen
apahabar.com

Kalsel

Perda Pengolahan Sampah di Banjarmasin Lemah
apahabar.com

Kalsel

Akibat Covid-19, Libur Sekolah di Banjarmasin Kembali Diperpanjang
apahabar.com

Kalsel

Gathering Lansia Tangguh Banjarbaru, Ini yang Dibahas
apahabar.com

Kalsel

Ramadan 2019, Balangan dan Banjarmasin Waspada Kebakaran
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Pasca Pencoblosan, Polisi Waspadai Berita Hoaks
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com