Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspada Potensi Hujan Petir di Sejumlah Wilayah Demi Top Up Game Online, Pria di Balikpapan Tipu Puluhan Orang Persiapan PON Papua, Balikpapan Sumbang 61 Atlet untuk Perkuat Kaltim Rekap PSU Sejumlah Kecamatan Selesai, KPU Banjar Gelar Penghitungan Lusa Gol Tunggal Raheem Sterling Bawa Inggris Tekuk Kroasia

Akan Bertemu Lagi, Ini Kata Trump Tentang Kim Jong Un

- Apahabar.com Selasa, 26 Februari 2019 - 18:11 WIB

Akan Bertemu Lagi, Ini Kata Trump Tentang Kim Jong Un

Presiden Donald Trump melambaikan tangan ketika naik ke Angkatan Udara Satu untuk perjalanan ke Vietnam untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Senin, 25 Februari 2019, di Pangkalan Angkatan Udara Andrews, Md. Foto-AP

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan mengalami “pertemuan yang luar biasa”.

Dilansir dari CNBC Indonesia, ia menyampaikan hal itu kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One yang menuju Vietnam jelang pertemuan keduanya dengan Kim.

Dalam twit-nya pada Senin (25/2/2019), ia menekankan manfaat bagi Korea Utara jika negara itu melepaskan senjata nuklirnya.

“Dengan Denuklirisasi penuh, Korea Utara akan dengan cepat menjadi Pendorong Ekonomi. Tanpanya, kondisinya akan sama saja. Pemimpin Kim akan membuat keputusan yang bijaksana!” tulis Trump, dilansir dari Reuters, Selasa (26/02/2019).

Dalam sebuah pidato pada Minggu malam, Trump tampaknya mengecilkan harapan akan tercapainya terobosan besar dalam pertemuan tingkat tingginya di Hanoi. Ia mengatakan akan senang selama Korea Utara mempertahankan jeda dalam pengujian senjatanya.

“Saya tidak terburu-buru. Saya tidak ingin memburu-buru siapapun,” katanya. “Saya hanya tidak ingin ada pengujian. Selama tidak ada pengujian, kami senang.”

Baca Juga: Kim Jong-un Peringatkan AS, Korut Bisa ‘Berubah Arah’

Korea Utara melakukan uji coba nuklir terakhir pada September 2017 dan terakhir menguji coba rudal balistik antarbenua pada November 2017.

Para analis mengatakan kedua pemimpin harus bergerak melampaui simbolisme dalam pertemuan keduanya.

“Tugas paling mendasar namun mendesak adalah mencapai pemahaman bersama tentang apa yang akan terjadi dari denuklirisasi,” kata Gi-Wook Shin, direktur Pusat Penelitian Asia-Pasifik Stanford.

“Ambiguitas dan ketidakjelasan dari istilah ‘denuklirisasi’ hanya memperburuk skeptisisme tentang komitmen AS dan Korea Utara terhadap denuklirisasi.”

Sementara Amerika Serikat menuntut agar Korea Utara menyerahkan semua program nuklir dan misilnya, Korea Utara ingin melihat penghapusan payung nuklir AS untuk Korea Selatan.

Seorang juru bicara kepresidenan Korea Selatan mengatakan kepada wartawan di Seoul pada Senin bahwa kedua pihak mungkin dapat menyetujui pengakhiran resmi Perang Korea, yang saat ini baru sebatas gencatan senjata dan bukan perjanjian damai. Deklarasi ini adalah sesuatu yang telah lama dicari Korea Utara.

Sementara perjanjian perdamaian formal mungkin masih jauh, kedua belah pihak telah membahas kemungkinan deklarasi politik yang menyatakan bahwa perang berakhir.

Baca Juga: Surati Presiden Moon, Kim Jong-Un Dorong Denuklirisasi Semenanjung Korea

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Jepang Latihan Militer di Laut China Selatan, Pemerintah Cina Geram
WHO

Internasional

WHO: Vaksin Dapat Kendalikan Covid-19 pada 2021
apahabar.com

Internasional

Dimenangi Joe Biden, Gedung Putih Pastikan Menerima Hasil Pilpres AS
apahabar.com

Internasional

Positif Covid-19, Presiden Donald Trump Alami Demam Ringan
apahabar.com

Internasional

Korban Tewas Akibat Ledakan di Beirut Capai 100
apahabar.com

Internasional

Sekutu Terbesar AS Akui Kemenangan Joe Biden

Internasional

Tim Ilmuwan Memprediksi Mega Tsunami Berpotensi Terjadi di Wilayah Ini
apahabar.com

Internasional

Perolehan Suara Electoral di Florida, Trump Unggul Sementara dari Biden
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com