Jadwal Liga Champions Malam Ini, Liverpool, City, Real Madrid, Inter, Live SCTV, Barcelona vs Juventus Besok! Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah

Asperindo Kalsel Batasi Pengiriman Lewat Udara

- Apahabar.com Kamis, 7 Februari 2019 - 12:12 WIB

Asperindo Kalsel Batasi Pengiriman Lewat Udara

Ilustrasi kegiatan pengiriman barang lewat udara. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia ( Asperindo) Kalimantan Selatan terpaksa membatasi pengiriman melalui jalur udara. Menyusul kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU) yang diberlakukan sejumlah maskapai penerbangan sejak awal tahun ini.

“Setiap kali mau mengirim barang, kami selalu tanyakan. Mau pengiriman cepat dengan ongkos mahal atau pengiriman lambat ongkos murah,” kata Ketua DPW Asperindo Kalsel, Ahmad Suhanto saat ditemui di kantornya di Jalan A Yani, km 5, Banjarmasin, Kamis (7/2).

Ditambah kenaikan tarif ini ditetap maskapai secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan. Sehingga, pihaknya bersama anggota Asperindo kaget dengan adanya kebijakan baru itu.

Suhanto mengungkapkan, rencana penghentian pengiriman barang via kargo oleh anggota Asperindo ini akan dilakukan pada 7-9 Februari ini masih menunggu kebijakan dari Asperindo pusat.

Dia menyebutkan, kenaikan tarif SMU bagi Asperindo merupakan momok menakutkan. Sebab, jika SMU naik, maka mau tidak mau perusahaan harus menyesuaikan tarif baru untuk pelanggan atau konsumen. Tujuannya agar tak membebani biaya operasional perusahaan.

Baca Juga: Asperindo Surati Presiden Terkait Tarif Bagasi

“Secara garis berasar, kami pun rugi karena banyak konsumen kami yang kini mulai jarang memakai jasa pengiriman. Tapi selain kami, ada usaha masyarakat yang lebih di rugikan itu UMKM,” sambungnya.

Dari pantauanya, semenjak penetapan SMU baru diberlakukan, para pengusaha makanan kemasan sudah tidak pernah mengirim ke luar daerah.

“Biasanya ada orang mengirim amplang, atau ikan seluang kemasan yang dikirim ke Surabaya atau Bali,” lanjut Suhanto yang juga pengusaha pengiriman jasa Indah kargo.
Suhanto menambahkan, dia dan teman-teman nya perlu kebijakan baru pemerintah yang memberikan keringanan para pengusaha jasa pengiriman.

Tidak hanya itu, dalam beberapa minggu kedepan Asperindo akan ke Istana Presiden untuk membicarakan solusi biaya pengiriman udara.

Baca Juga: Bagasi Pesawat Berbayar, Pengusaha Stop Kirim Barang via Udara?

“Salah satu harapan kami, nanti ada cargo ada pesawat khusus yang mengangkut barang kami,” harapnya.

Salah satu maskapai yang melayani pengiriman cargo udara adalah Lion air. Saat dimintai keterangan, Branch Manager Lion air Agung Purnama mengatakan, perusahaan berlogo Singa udara ini masih menetapkan biaya paling murah di banding maskapai lain.

“Bisa di cek saja, pengiriman kami di banding dengan maskapai lain, kami paling murah,” ujar Agung, Rabu (6/2) kemarin.

Dia menyebut, memang belum ada aturan baku terkait jasa pengiriman cargo pesawat dan maskapai pun menerapkan harga paling bawah.

Baca Juga: Bagasi Pesawat Berbayar, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Turun

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

BI Kalsel Gelar Video Conference Jelang FESyar KTI 2019
Musda Hipmi Jabar, MHM Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Sukses Milenial

Ekbis

Musda Hipmi Jabar, MHM Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Sukses Milenial
apahabar.com

Ekbis

Tekan Inflasi, Kalsel Perlu Pacu Produksi Sejumlah Komoditas
apahabar.com

Ekbis

Ikuti Koreksi Bursa Asia, IHSG Melemah di Awal Pekan
apahabar.com

Ekbis

Dukung Pengembangan UMKM, Ini yang Dilakukan Lion Express di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Covid-19 Mewabah, Apindo Kalsel Usul Penghapusan Pajak Penghasilan
apahabar.com

Ekbis

Pemprov Kaltara Dorong Eksplorasi Potensi Perikanan dan Kelautan
apahabar.com

Ekbis

Dewan Kota: Keberadaan PKL Bisa Diberdayakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com