Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Bergantung Tiga Sektor, Ekonomi Kalsel Rentan Kondisi Global

- Apahabar.com Sabtu, 2 Februari 2019 - 23:03 WIB

Bergantung Tiga Sektor, Ekonomi Kalsel Rentan Kondisi Global

Ilustrasi tug boat penarik tongkang batu bara hilir mudik di Sungai Mahakam. Setelah usaha pertambangan merosot, intensitas tug boat yang melintas ikut berkurang. Foto-prokal.co

apahabar.com, BANJARMASIN – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Herawanto mengatakan, perekonomian Kalimantan Selatan sangat bergantung tiga sektor yakni, pertambangan, khususnya batu bara, CPO, dan karet.

“Ini tidak terlepas dari struktur perekonomian Kalsel 2016 dan 2017 didominasi sektor pertambangan, sektor pertanian dan sektor industri olahan,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel Herawanto, di Banjarmasin, Sabtu (2/2) dikutip dari Antara.

Baca Juga: Menggeliatkan Ekonomi Syariah di Pondok Pesantren

Menurutnya, dalam rentang tersebut dominasi sektor pertambangan berkisar 20,9 persen, sektor pertanian 14,9 persen dan sektor industri pengolahan 14 persen yang tak lain adalah sektor-sektor berbasis komoditas.

Selain itu, ucapnya, akibat ketidakpastian global yang terjadi beberapa tahun terakhir menyebabkan harga-harga komoditas tersebut mengalami ketidakstabilan, sehingga menyebabkan perekonomian Kalimantan Selatan rentan terhadap kondisi global.

Dengan demikian, sebut dia, Kalimantan Selatan harus membangun sumber baru perekonomian untuk mengurangi ketergantungan akan harga komoditas.

Baca Juga: Ekonom Kalsel: Bagasi Pesawat Berbayar Berpotensi Matikan Usaha Kecil

Berdasarkan hasil riset Bank Indonesia pada 2015 mengenai analisis pertumbuhan, jelas dia, diketahui Kalsel terjebak dalam sumber penghasilan kekayaan sumber daya alam melimpah, sehingga kurang mendorong tumbuhnya industri bernilai tambah tinggi.

Kenyataan yang ada, sumber daya alam Kalsel mayoritas diekspor dalam bentuk mentah atau olahan pertama. Oleh karenanya, perlu adanya suatu upaya untuk mencari sumber perekonomian baru yang lebih berkelanjutan.

Berdasarkan temuan awal riset strategi pertumbuhan Bank Indonesia, terang dia, sektor ekonomi yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yaitu, agroindustri, perikanan, ekonomi kreatif dan pariwisata.

Baca Juga: Pertamina Belum Berencana Lepas Elpiji 3 Kg Non-Subsidi ke Kalimantan Selatan

“Kami memandang dengan potensi yang ada, salah satu potensi dapat dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi di Kalsel adalah, ekonomi dan keuangan syariah,” tegasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Berpeluang Menguat Seiring Stimulus Hadapi Virus Corona
apahabar.com

Ekbis

Penumpang Turun Drastis, Maskapai di Kalsel Tetap Optimis
apahabar.com

Ekbis

AS-China Memanas, Rupiah Kena Imbasnya
apahabar.com

Ekbis

Mata Uang Benua Kuning Melemah, Rupiah Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

Perhatian, Sriwijaya Air Kini Sediakan Fasilitas Rapid Test
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Segera Perluas Sistem Pembayaran Non Tunai

Ekbis

UMKM Pemula Wajib Tahu, Ini Kiat Sukses Jualan Online
apahabar.com

Ekbis

Sulap Batok Kelapa Jadi Disinfektan, Warga HSS Banjir Order
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com