Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Cadangannya 1,8 Miliar Ton, Tambang Freeport Bisa Produksi hingga 2051

- Apahabar.com Kamis, 28 Februari 2019 - 06:30 WIB

Cadangannya 1,8 Miliar Ton, Tambang Freeport Bisa Produksi hingga 2051

Ilustrasi Tambang Freeport Indonesia. Foto-Papuasatu.com

apahabar.com, JAKARTA – PT Freeport Indonesia saat ini memiliki cadangan terbukti sekitar 1,8 miliar ton mineral. Laju penambangannya sekitar 150 ribu ton per hari. Mengacu pada angka-angka tersebut, tambang emas dan tembaga di Grasberg, Papua diperkirakan masih bisa berproduksi hingga 2051.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Direktur Mining and Metals Industry Indonesia (MMI) Inalum, Ratih Amri, ikut berkomentar mengenai cadangan mineral PT Freeport Indonesia. Dalam hal ini, Ratih menekankan kuncinya adalah eksplorasi untuk menambah cadangan.

“Kita percaya, perusahaan tambang khususnya geologist itu adalah hero. Karena menjadi pahlawan penemuan cadangan,” ungkapnya di acara CEO Forum, Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia di Hotel Fairmont, Rabu (27/2/2018).

Soal cadangan di Freeport yang diprediksi berumur 32 tahun lagi atau akan habis pada 2051, Ratih menekankan dan merekomendasikan untuk eksplorasi lebih giat. Meskipun sesuai dengan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) diatur Freeport hanya beroperasi sampai 2041, tapi lebih baik agar fokusnya tidak ke jangka waktu tersebut.

“Jangan dibatasi jangka waktu, tapi dikaitkan dengan kondisi cadangan. Contohnya di Freeport masih ada kandungan, tidak sebatas berlakunya IUP-IUPK,” katanya.

Ia mengajak Freeport bekerja sama dengan MMI dari sisi riset dan kebijakan untuk keberlangsungan tambang.

“Apa yang sustainable karena MMII ini kan ada dua hal technical dan policy research,” lanjutnya.

Asal tahu saja, Cadangan mineral PT Freeport Indonesia diperkirakan bisa berumur hingga 32 tahun lagi, atau bisa habis pada 2051.

Hal ini diungkap oleh Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas. “Total cadangan kami saat ini 1,8 miliar ton, jadi jika kami menambang rata-rata 150 ribu ton sehari, kami bisa menambang hingga 32 tahun yakni sampai 2051,” ujar Tony di Hotel Fairmont, Rabu (27/2/2019).

Memang, saat ini izin operasi yang didapatkan Freeport setelah divestasi hanya sampai 2041. Tetapi, tambang masih bisa digali terus sampai 2051. “Tahun lalu kami menambang bisa sampai 170 ribu ton sehari, 2010 malah 230 ribu ton sehari,” katanya.

Sementara untuk sumber daya diperkirakan tersedia sampai 2071. Nah, lanjutnya, sumber daya ini yang harus dieksplorasi untuk jadi cadangan baru. Sumber daya inilah yang harus jadi pemicu Freeport tingkatkan eksplorasi agar cadangan lebih berumur panjang.

PT Freeport Indonesia sendiri hanya bisa menambang sesuai izin yakni 2041, sebagaimana disepakati dalam divestasi 51% yang diteken antara PT Inalum (Persero) dan Freeport McMoran akhir tahun lalu.

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Travel Wi-Fi Sudah 13 Ribu Kali ‘Keliling Bumi’
apahabar.com

Ekbis

IHSG Ditutup Melemah Pasca Aksi Demonstrasi Ricuh
Tak Ada Rute Penerbangan yang Ditutup di Syamsudin Noor

Ekbis

Tak Ada Rute Penerbangan yang Ditutup di Syamsudin Noor
apahabar.com

Ekbis

Restrukturisasi, Solusi Tepat Erick Thohir Selamatkan Jiwasraya
apahabar.com

Ekbis

Hadapi Pandemi Covid-19, BI Ambil Kebijakan Strategis
apahabar.com

Ekbis

Indonesia-Australia Seirama Perkuat Transportasi Udara
apahabar.com

Ekbis

Lagi, Rupiah Terkoreksi Seiring Melemahnya Ekspektasi Suku Bunga the Fed
apahabar.com

Ekbis

Jual Sesuai HET, Warga Serbu Pangkalan Gas Elpiji Brigadir Boby
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com