Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Cegah Pernikahan Dini di Barabai, Kemenkumham Kalsel Lakukan Diseminasi

- Apahabar.com Rabu, 20 Februari 2019 - 14:29 WIB

Cegah Pernikahan Dini di Barabai, Kemenkumham Kalsel Lakukan Diseminasi

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalimantan Selatan (Kalsel) lakukan diseminasi terhadap Perlindungan Hak Anak dari Pernikahan Usia Dini, Selasa (19/02/19) kemaren. Bertempat ruang auditorium Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) Barabai. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan diseminasi terhadap Perlindungan Hak Anak dari Pernikahan Usia Dini di auditorium Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) Barabai, Rabu (19/2) kemarin.

Sebanyak 25 orang yang terdiri dari para tenaga pendidik, pelajar, dan perwakilan Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) HST mengikuti kegiatan tersebut.

Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, Ferdinand Siagian menerangkan, pernikahan di usia dini telah melanggar hak tumbuh kembang anak, hak pendidikan, hak sosial-politik, hak bebas dari kekerasan.

Memang, menurut Ferdinand, pernikahan merupakan pertalian yang sah antara laki-laki dan perempuan untuk waktu yang lama. Dengan tujuan membentuk suatu keluarga atas dasar Tuhan Yang Maha Esa.

Akan tetapi, harus berdasarkan aturan, ihwal usia pernikahan yang diperbolehkan di Indonesia adalah minimal Laki-laki berusia 19 tahun dan Perempuan 16 tahun.

Artinya, kata Ferdinand, pernikahan anak adalah pernikahan yang terjadi sebelum anak mencapai usia 18 tahun. Sebelum matang secara fisik, fisiologis dan psikologis.
“Untuk bertanggung jawab terhadap pernikahan dan anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut,” ucapnya kepada apahabar.com melalui siaran pers, Rabu (20/2/2019).

Baca Juga: Kunker Keluar Negeri DPRD Kalsel, Pengamat : Diduga Eksekutif-Legislatif Barter Kepentingan

Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Subianta Mandala  menyampaikan, penyelenggaraan diseminasi HAM di Barabai bertujuan untuk perlindungan, pemajuan, pemenuhan, penegakkan, dan penghormatan HAM. Bermaksud, menjamin dan memenuhi hak perempuan dan anak.

“Juga menekan maraknya pernikahan dini dan untuk menaikan angka derajat pendidikan serta mengurangi resiko perceraian,” jelasnya.

Selain itu, juga bertujuan memberikan wawasan dasar kesehatan reproduksi, termasuk didalamnya resiko terkena infeksi HIV yang tentunya juga akan mengancam keselamatan ibu dan bayinya.

Pernikahan dibawah usia 18 tahun, katanya, dinilai bentuk pengingkaran negara terhadap kerentanan setiap anak. Sekaligus pengabaian terhadap hak perlindungan bagi anak dari segala bentuk diskriminasi.

Pasalnya, ketika negara membuka peluang terjadinya perkawinan anak, hal itu tentunya bertentangan dengan upaya negara melakukan pemenuhan dan penghormatan HAM.

Dalam HAM, selain penyandang disabilitas, kelompok minoritas, dan perempuan hamil, anak diakui sebagai kelompok yang juga rentan.
“usia pernikahan ideal apabila perempuan telah berusia lebih dari 21 tahun dan laki-lainya berusia lebih 25 tahun,” tutupnya.

Baca Juga: Apa Kabar Proyek Videotron Pemko Banjarmasin?

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

VIDEO: 6 PSK Eks Pembatuan dan Pelanggan Masuk Penjara, Pol PP: Biar Jera!
Kabar Baik

Kalsel

Kabar Baik, 6 Pasien Covid-19 Kotabaru Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Curanmor, Polisi Amankan Tarawih di Masjid Jami Surgi Mufti
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Ribu Jemaah Bakal Hadiri Haul Syekh Samman di Masjid Sabilal
Misterius

Kalsel

Geger di Banjar, Perempuan Misterius Ditemukan Membusuk
apahabar.com

Kalsel

Sepanjang 2019, Polda Kalsel Pecat Ratusan Polisi karena Ragam Pelanggaran
apahabar.com

Kalsel

“Bergerak Bersama Untuk Sesama” Kumpulkan Dana Rp57 Juta Lebih untuk Pulau Sebuku
apahabar.com

Kalsel

Wisata Kalsel Dinilai Kurang Gencar Promosi, Ketua PWI: HPN Momentum Tepat untuk Branding
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com