Target 1 Juta Barel, Pemerintah Siap Danai Penuh Survei Seismik 3D Positif Covid-19, Cepat Sembuh Ketum PBNU Said Aqil Rupiah Jaya, Dolar Jatuh ke Level Terendah Mobil Terbelah dan Terbakar di Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024

Curi Sapi di Tapin, Residivis Enak-enakan di Warung Jablay

- Apahabar.com Jumat, 1 Februari 2019 - 16:00 WIB

Curi Sapi di Tapin, Residivis Enak-enakan di Warung Jablay

Didik Purwanto, 30 tahun, terduga pencuri sapi di Tapin (baju merah) dalam jumpa pers di Mapolres Tapin, Jumat (1/2). Tampak, Kapolres AKBP Bagus Suseno (tengah) didampingi Kasat Reskrim AKP Andy Setiawan (baju hitam). Foto-apahabar.com/Nasrullah

apahabar.com, RANTAU – Tim gabungan Polres Tapin bersama Unit Reserse mobil (Resmob) membekuk Didik Purwanto, 30 tahun, terduga pencuri sapi di Tapin.

Warga Desa Kembang Habang Baru, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin dibekuk di sebuah warung jablay, Lokpaikat, Sabtu (26/1) sekitar pukul 22.25. Penangkapan terjadi hampir sepekan setelah tersangka melancarkan aksinya.

Informasi dihimpun, Didik beraksi pada Senin (21/1) dini hari di sebuah kandang, kawasan Jalan Durian Bangah Rt 01/02, Desa Hatungun, Tapin.

“Tersangka dalam kondisi mabuk saat mencuri,” jelas Kapolres AKBP Bagus Suseno didampingi Kasat Reskrim AKP Andy Setiawan, Jumat (1/2) pagi.

Baca Juga: Polisi Gulung Sindikat Pencurian Kendaraan Bermotor di Tanah Bumbu

Hasil pemeriksaan, kapolres mengungkapkan, Didik beraksi seorang sendiri. Kala itu, seekor sapi berhasil ia larikan menggunakan truk. Lokasi pencuriannya hanya berjarak 10 meter dari rumah korban. Berhasil mencuri, sapi dijual di daerah Barabai, Batang Alai Utara, Hulu Sungai Tengah.

“Harganya kisaran Rp.6 juta,” katanya.

Penangkapan, kata kapolres, berawal dari penyelidikan dan informasi yang diperoleh Unit Resmob gabungan Polres Tapin. Dari sana identitas pelaku pencurian yang sempat berhasil kabur berhasil didapat.

Hasil pendalaman, rupanya pelaku kerap keluar-masuk penjara.

“Sudah dua kali masuk penjara. Pertama sekitar 2014 di Tambrangan. Kasusnya curanmor. Berikutnya di Lokpaikat kasus pencurian hewan yang sama, dan sekarang melakukan pencurian sapi,” katanya.

Reporter: Nasrullah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Polres Batola Bongkar Komplotan Penyebar Konten Pornografi di Tamban
apahabar.com

Hukum

Pelajar di Sigi Curi Pendeteksi Gempa demi Narkoba
apahabar.com

Hukum

Misteri Kematian Editor Metro TV Terungkap
apahabar.com

Hukum

Kabar Penculikan Resahkan Warga Martapura, Kapolsek: Faktanya Berbeda
apahabar.com

Hukum

Satnarkoba Polres Tabalong Sita 160 Butir Zenith Milik Perempuan di Murung Pudak
apahabar.com

Hukum

35 Meteran Hilang dalam Sebulan, PDAM Bandarmasih Lapor Polisi
apahabar.com

Hukum

Ini Alasan Danhil Anzar Tak Penuhi Pemanggilan Pemeriksaan
apahabar.com

Hukum

Polisi Tangkap Terduga Pengedar di Banjarmasin Barat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com