Ganti Rugi Lahan HSS, Perusahaan Sawit PT SAM Mangkir Saat Mediasi Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas

Debat Capres Kedua, Jokowi: Konektivitas Itu Penting

- Apahabar.com Minggu, 17 Februari 2019 - 22:12 WIB

Debat Capres Kedua, Jokowi: Konektivitas Itu Penting

Ilustrasi debat capres. Foto-apahabar.com

apahabar.com, JAKARTA – Membuka debat, duet moderator Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro bertanya mengenai tema infrastruktur yang telah dipilih oleh calon Presiden nomor urut 01.

“Waktu menjawab adalah 2 menit kita buka pertanyaannya,” begitu Anisha Dasuki moderator debat membuka acara.

Aspek infrastruktur Indonesia menempati urutan ke 71 dari 140 negara, diindikasikan di antaranya oleh rendahnya konektivitas jalan kualitas keandalan layanan air minum dan efisiensi pelayanan pelabuhan yang dapat berpengaruh, di antaranya pada sistem logistik pangan dan industri kecil serta menengah.

Baca Juga: Spesial, Menu Kue Khas Banjar saat Nonton Debat Capres

Bagaimana strategi mengatasi masalah-masalah tersebut agar mampu meningkatkan daya saing ekonomi nasional?

“Empat tahun ini kita membangun selama ini banyak sekali jalan tol pelabuhan
airport yang kita bangun. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan konektivitas antar daerah,” jawab Joko Widodo.

“Kita ingin terus lakukan konektifitas. Mobilitas orang tanpa memperbaiki ini (Pembangunan) lupakan,” sambungnya.

Jokowi mengklaim, telah banyak sekali jalan pelabuhan baru maupun pengembangan airport baru yang telah dikerjakan. Sepanjang pemerintahannya, 191 ribu km jalan jalan di desa untuk rakyat dibangun.

Baca Juga: Begini Alasan TKD Kalsel Gelar Nobar Debat Pilpres Putaran Kedua

“Dan inilah ingin terus kita lakukan agar konektivitas-konektivitas antar provinsi antar kabupaten dan kota itu betul-betul tersambungkan dengan baik,” jelasnya.

Dengan begitu kata dia kecepatan kemudahan transportasi logistik transportasi barang orang akan semakin cepat.

“Ini proyek yang tak banyak dilihat orang,” jelasnya.

Pada tahun ini, kata dia, pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian tengah dan Indonesia bagian timur akan diselesaikan, selain melakukan pembangunan sumber daya manusia. “Ke depannya juga secara besar-besaran akan kita lakukan,” kata Jokowi.

Menanggapi ini, Prabowo menghargai kerja keras Jokowi memimpin pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Debat Kedua, Jokowi Andalkan Data Menteri, Prabowo Libatkan Pakar

“Tetapi saya kira kemungkinan besar Pak Jokowi itu pekerjaannya kurang efisien. Infrastruktur yang dikerjakan dilaksanakan dengan ini mengakibatkan banyak proyek infrastruktur rugi,” jelasnya.

Urusan infrastruktur, menurut Prabowo tak hanya merugi. Ke depan negara akan kesulitan membayar. Dia melihat tim Jokowi ‘grasa grusu’ dalam bekerja.

“Pembangunan yang dilakukan juga tidak dengan studi kelayakan benar. Banyak proyek infrastruktur merugi dan akan sulit dibayar. Seperti LRT (Lintas Rel Terpadu Palembang) di Palembang dan lapangan terbang (Bandar udara) Kertajati. Jangan hanya jadi monumen,” kata Prabowo.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Gempa

Nasional

Tenang, Gempa Magnitudo 4,3 di Bulukumba Tidak Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Sertakan Sejumlah Elemen dalam Pelayaran Kebangsaan
apahabar.com

Nasional

Jokowi-Prabowo Disarankan Ngopi Bareng
apahabar.com

Nasional

Tagihan Listrik Melonjak, Legislator: PLN Mengecewakan
apahabar.com

Nasional

Mabes Polri Benarkan Penangkapan Jaringan Terduga Teroris di Palangkaraya
apahabar.com

Nasional

Busyro Artikan Sujud Syukur Prabowo Bukan Rayakan Kemenangan
Islam

Nasional

Wapres: Masjid Jadi Tempat Pelestarian Islam “Wasathiyah”
apahabar.com

Nasional

Jelang HUT KNPB, Polisi Tingkatkan Pengamanan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com