Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup!

Di Kabupaten Banjar Ditemukan 141 Penderita DBD, 1 Meninggal

- Apahabar.com Kamis, 21 Februari 2019 - 21:02 WIB

Di Kabupaten Banjar Ditemukan 141 Penderita DBD, 1 Meninggal

Ilustrasi Nyamuk Aides Aigepty. Foto-net

apahabar.com, MARTAPURA – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Banjar terbilang tinggi. Hingga Februari 2019 tercatat 141 penderita, 1 orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah melalui Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Thaufikkurrahman mengakui kenyataan tersebut. Pasien yang meninggal dunia berinisial MRF berusia 8, warga Jalan Abdurrahman Pesayangan Martapura.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Tanbu akan Programkan Desa Bebas DBD

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, papar Thaufikkurrahman, MRF sebelumnya sudah panas selama 2 hari. Ia kemudian dibawa ke dokter praktek. Setelah meminum obat resep dokter, badannya MRF mulai dingin. Namun hari ketiga kondisi tubuhnya panas kembali. Pihak keluarga pun membawa pasien ini ke Rumah Sakit Idaman Banjarbaru.

Awalnya hanya mau rawat jalan. Namun pihak rumah sakit menyarankan penderita harus menjalani rawat inap.”Saat dibawa ke ICU kondisinya sudah tidak memungkinkan,” kata Thaufikkurrahman kepada apahabar.com, Kamis (21/2) sore. Hingga akhirnya MRF menghembuskan nafas terakhir.

Usai menerima laporan tersebut, pihaknya mengerahkan tim untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. Memang benar di kawasan Pesayangan ditemukan jentik DBD, termasuk di tempat tinggal MRF di Jalan Pangeran Abdurraan Nomer 28 RT/RW 002/001, Pasayangan Martapura, Kabupaten Banjar.

“Setelah dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE). Lebih dari 20 rumah yang diperiksa, 5 buah rumah yang positif ada jentik aedes aegypti. Thaufikkurrahman juga mengatakan  MRF bukan hanya bertempat tinggal di Pesayangan Martapura tapi juga di Banjarbaru.

“Menurut mobilitas MRF dari hasil PE pagi sampai sore tinggal di Pasayangan, namun untuk istirahat atau tidur malam, MRF kembali ke Banjarbaru. Melalui investigasi ini, kemungkinan sumber penularan ada di Pasayangan, mengingat waktu penularan nyamuk pada pagi dan sore hari,” jelasnya.

Thaufikkurrahman juga mengatakan penanggulangan yang telah dilakukan adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).”Karena DBD adanya di sekitar lingkungan masyarakat jadi laksanakan lah PSN dengan 3M+.

Kebijakan terakhir dari Kementerian Kesehatan dengan melakukan gerakan 1 rumah 1 jumantik. Artinya dalam setiap rumah ada yang peduli untuk mengontrol terhadap tempat-tempat perkemahan biakan nyamuk ataupun jentik masing-masing harus ada sebagai juru pemantau jentik,” pungkasnya.

Baca Juga: Lewat Jumat Bersih Warga HSS Mampu Tekan Penyakit DBD

Reporter: Reza Rifani
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rangkul Warga, Bhabinkamtibmas Bangun Warung Gratis di Desa Mandingin Barabai
apahabar.com

Kalsel

Perjalanan Dinas ASN Pemkot Banjarmasin Masih Seperti PSBB
Terbantu JKN-KIS, Ali Berharap Pemerintah HST Pertahankan UHC

Kalsel

Terbantu JKN-KIS, Ali Berharap Pemerintah HST Pertahankan UHC

Kalsel

Pamit BAB, Mahasiswi Akper Tewas di Indekos Banjarmasin Barat
apahabar.com

Kalsel

Terima 3 Siswa SMA Taruna Nusantara Asal Kalsel, Ini Pesan Paman Birin
apahabar.com

Kalsel

Bulan Depan, Bekas Barak Rusia di Banjarbaru Siap Digunakan
apahabar.com

Kalsel

Akun IG @riskii125 Unggah Ujaran Kebencian Kepada Guru Sekumpul, Warganet Bereaksi
apahabar.com

Kalsel

Hore! Bakeuda Kalsel Bebaskan Denda Pajak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com