Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Dialog Apindo Kalsel, Empat Maskapai Absen

- Apahabar.com Kamis, 14 Februari 2019 - 11:55 WIB

Dialog Apindo Kalsel, Empat Maskapai Absen

Ilustrasi Bandara Pesawat Syamsudin Noor Banjarmasin. Foto-radarbanjarmasin

apahabar.com, BANJARMASIN – Empat maskapai penerbangan absen dalam dialog yang digelar oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Selatan di Hotel Aria Barito, Kamis (14/2). Mereka adalah Garuda, Lion Air, Citilink, dan Sriwijaya air.

Tajuk yang diusung dalam dialog tersebut adalah penerbangan mahal dan dampaknya terhadap dunia usaha di Kalimantan Selatan. Apindo menyayangkan tak hadirnya empat maskapai tersebut.

Baca Juga: Bulan Depan Layani Rute Penerbangan Baru

“Dari empat maskapai, kemarin janji ada dua maskapai yang bersedia datang. Nah barusan, maskapai yang mau hadir, tiba-tiba membatalkan dengan alasan (kantor maskapai) pusat tidak mengizinkan,” ujar Supriadi Ketua DPP APINDO Kalsel mengawali dialog.

Supriadi menambahkan, tujuan dialog ini bukan untuk menguliti para maskapai penerbangan. Saat dikonfirmasi, kata dia rupanya benar, para maskapai menolak datang karena dilarang oleh kantor maskapai yang berada di pusat.

Dalam dialog, Supriadi juga menilai bandara yang ada di Kalimantan Selatan adalah salah satu bandara yang tertinggal di Indonesia. Bandara Syamauddin Noor dinilai kerap menjadi sasaran empuk para maskapai memainkan harga.

“Penerbangan dari Banjarmasin – Bali itu hanya Rp 600 ribu. Sedangkan penerbangan dari Banjarmasin – Jakarta bisa sampai satu juta rupiah. Padahal jarak terbang Banjarmasin – Bali lebih lama dibanding Banjarmasin – Jakarta,” sambungnya.

Bandara di Banjarmasin, kata dia, tak sebesar bandara lain terlebih yang berstatus internasional. Jumlah maskapai yang melayani penerbangan juga terbilang sedikit. Tak ada persaingan yang cukup kompetitif antar maskapai, terkait harga.

Dia menduga hal itulah yang menyebabkan harga tiket dari Banjarmasin bisa dipermainkan.

Harapan satu-satunya adalah harus dibuka airline sebesar-besarnya supaya harga tiket bisa bersaing.

“Jangan sampai, Kalsel menjadi daerah yang diambil bisnisnya,” ucapnya.

Baca Juga: Mulai Hari Ini, Garuda Turunkan Tiket Pesawat

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Karyawan Terpapar Covid-19, PT Sampoerna Hentikan Produksi di Pabrik Rungkut 2
apahabar.com

Ekbis

Jengkel, Jokowi Sebut Impor Migas Hambat Transformasi Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

Strategi Banjarmasin Tekan Kelangkaan Bawang dan Gula Pasir
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi Melambat, Jokowi: Negara Lain Malah Anjlok
apahabar.com

Ekbis

Virus Corona Berdampak pada Pengiriman “Smartphone” Global
apahabar.com

Ekbis

Duta Mall Pamit, 18 Tenant Tetap Beroperasi
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Remajakan Belasan Ribu Hektare Sawit Petani di Paser
apahabar.com

Ekbis

Evgeny Kalyagin: PT KAB Siap Lanjutkan Pembangunan KAB Borneo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com