ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Kalsel

Rabu, 6 Februari 2019 - 17:29 WIB

Dicoret dari Flora Dilindungi, BKSDA Kalsel: Pohon Ulin Seharusnya Segera Dibudidayakan

Redaksi - apahabar.com

Pohon ulin. Foto-rumahulin.com

Pohon ulin. Foto-rumahulin.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Dicoretnya kayu besi atau kayu ulin dari flora yang dilindungi oleh pemerintah, membuat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan (Kalsel) memutar otak untuk melakukan budidaya tanaman langka di hutan Kalsel.

“Pohon ulin seharusnya segera dibudidayakan agar bisa dikomersilkan,” ucap Kepala BKSDA Kalsel, Mahrus kepada apahabar.com, Rabu (6/2).

Baca Juga: Pemko Banjarmasin Janji Bersinergi Tertibkan Distribusi Elpiji Melon

Penghapusan tanaman bernama latin eusideroxylon zwageri ini dari flora yang dilindungi didasarkan atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) Nomor 106/2018 perubahan atas PermenLHK Nomor 20/3018 tentang Penghapusan 92 Satwa khusus burung berkicau dan 106 flora, khusus untuk 10 jenis tumbuhan.

Baca juga :  Dana Covid-19 Banjarmasin Terpakai Rp 30 M, Terbesar untuk Apa?

Di antaranya ulin (vulnerable), agathis borneensis damar pilau (endangered, endemic borneo) dan upuna borneensis upan (endangered, endemic borneo).

Menurut Mahrus, ulin sering kali dimanfaatkan hanya bagian tunggak dan akarnya, sedangkan bagian log atau batang sudah sangat jarang digunakan di Kalsel. Kecuali di Kalteng lantaran masih banyak pohon ulin.

“Apabila satwa dan tumbuhan yang dilindungi di tangkar atau budidayakan, maka bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Baca juga :  Mualim di HSS Diminta Turut Imbau Penerapan Protokol Kesehatan

Alasannya, mengapa dilarang menebang pohon ulin, karena ulin dominan tumbuh di kawasan hutan lindung dan konservasi. Sehingga, hanya ulin tumbuh di Area Penggunaan Lain (APL) yang masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Solusi terbaik dengan teknologi budidaya tanaman ulin,” cetusnya.

Sejauh ini pihaknya masih belum memegang data berapa jumlah spesies pohon Ulin di Kalimantan Selatan.

“Kalau data di hutan lindung dan produksi bisa kontak Dishutprov atau KPH setempat,” pungkasnya.

Baca Juga: Banjarmasin Butuh 1.879 Pengawas TPS

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

TTC Wani Hangit Sumbang 100 Hazmat untuk Tim Medis
apahabar.com

Kalsel

Aplikasi LAPOR SP4N Dimaksimalkan, Belasan Komunitas Perkuat Laporan Berbasis Data
apahabar.com

Kalsel

SAKIP Wilayah II Hemat Rp22,3 Triliun
apahabar.com

Kalsel

2 Hari Hilang, Gadis Belia Ditemukan Tak Bernyawa di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Imbauan IDI Cegah Penyebaran Corona di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Momentum Lebaran, KNPI Ajak Pemuda Banua Rekonsiliasi Pasca Pemilu
Polres Balangan Sambangi Bawaslu, Ini yang Dibicarakan  

Kalsel

Polres Balangan Sambangi Bawaslu, Ini yang Dibicarakan  
apahabar.com

Kalsel

Warga Kecamatan Hatungun Diduga Tenggelam di Danau Bekas Tambang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com