apahabar.com
Ilustrasi Kereta Api. Foto-compagnonnages.info

apahabar.com,KANDANGAN – Apa kabar megaproyek Kereta Api (KA) Trans Kalimantan lintas Tabalong-Banjarmasin?

Terbaru, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan menyambut baik rencana megaproyek kereta api perdana di Kalimantan ini. Bahkan, Pemkab HSS menyatakan siap jika dua stasiun dibangun di sana.

Kepala Dinas Perhubungan HSS Said Ali Fachir melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Mawardi mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan jalur lintasan rute Kandangan dan Sungai Raya.

“Pemkab HSS siap di wilayahnya dibangun lintasan rel kereta api Banjamasin-Tabalong,” ujarnya kepada apahabar.com, Kamis (7/2).

Dirinya menambahkan, dua titik stasiun yang rencananya bakal dibangun di Hulu Sungai Selatan yaitu di Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya dan Hamawang Kecamatan Kandangan.

Lanjut Mawardi, Pemkab HSS sudah beberapa kali menghadiri rapat koordinasi dengan pemerintah pusat. Dalam rapat dibahas terkait rencana titik lokasi jalur kereta api dan stasiun tadi.

”Hanya saja saat ini belum ada koordinasi titik lanjut berikutnya antara pemilik lahan lokasi bakal dibangun stasiun dan juga pihak perkeretaapian,” katanya.

Terpisah, Imam Fahrullazi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabalong sempat mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu proses pembangunan berjalan.

“Kita masih menunggu undangan koordinasi, undangan rapat. Sebelumnya kita memang sudah ada beberapa kali diundang dalam rapat koordinasi oleh Kementerian Perhubungan maupun Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel,” ujarnya kepada apahabar.com, medio Desember 2018 silam.

Di Tabalong, dua stasiun serupa bakal dibangun. Pertama di kawasan Tanjung Puri Kecamatan Murung Pudak. Kedua di kawasan Warukin Kecamatan Tanta.

Pantauan media ini, jarak antar keduanya terpaut 10 kilometer. Sedangkan, dari Tanjung ibukota Tabalong jarak tempuh menuju Warukin berkisar 7 Km, dan menuju Murung Pudak sekitar 3 Km.

Sejauh ini, Imam menambahkan, pihaknya masih menunggu instruksi serta petunjuk tambahan dari tim khusus yang dibentuk oleh Kementeruan Perhubungan.

“Untuk andalalin belum kita lakukan karena menunggu petunjuk dari tim khusus itu. Sementara kita baru menentukan titik titik stasiun. Untuk langkah berikutnya masih menunggu instruksi,” terangnya.

Adapun, pembangunan KA lintas Tabalong – Banjarmasin disebutkan masuk dalam segmen II 2020-2024. Ditarget rampung sebelum 2025, KA akan menggunakan tipe rel single track line atau jalur tunggal.

Sebagai tahap awal pengoperasian, KA diproyeksikan mengangkut sejumlah komoditas barang seperti: semen, batu bara, sawit dan karet. Bukan tak mungkin sejalan dengan perkembangan kebutuhan, KA dapat berfungsi ganda, yakni mengangkut orang.

Dengan kebijakan tersebut, Imam berharap dibangunnya rel KA, kemacetan arus lalu lintas antar daerah dapat terurai, dan kondisi jalan lintas daerah maupun provinsi tetap terjaga.

“Dibangunnya rel kereta api setidaknya jalan raya kita lebih terpelihara. Kondisi jalan kita di Kalsel ini hanya kelas 3. Bobot maksimal 8 ton. Tapi faktanya ada yang sampai 20 ton. Kita bersyukur dengan pembangunan itu akan mengurangi tingkat kerusakan jalan dan kemacetan,” tuturnya.

“Pada intinya kapan pun mereka mau melaksanakan, pada intinya pemerintah Kabupaten siap memberikan dukungan,” ujar Imam menambahkan.

Kalsel, dengan 13 kabupaten/kota dan pertumbuhan penduduk empat juta lebih, memiliki permasalahan angkutan darat: kerusakan jalan dan kepadatan lalu lintas. Keduanya terjadi karena ketidakseimbangan peningkatan pembangunan prasarana jalan dengan pertumbuhan kendaraan bermotor.

Data 1990-an menyebutkan penambahan/peningkatan pembangunan jaringan jalan hanya sekitar 10 persen, sementara pertumbuhan/perkembangan kendaraan bermotor dalam kurun waktu yang sama mencapai 30 persen.

Baca Juga: Soal Proyek KA Tabalong-Banjarmasin, Pemerintah Mesti Realistis

Kepala Sub Bagian Humas dan Kerja Sama Luar Negeri (KSLN) Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Eben Torsa kepada apahabar.com, mengatakan, perkembangan terbaru pembangunan KA lintas Tabalong-Banjarmasin mencapai studi trase dan finalisasi dokumen Amdal.

“Tahapan konstruksi akan dilakukan sekitar 2-3 tahun ke depan dengan target operasi di 2025 mendatang,” katanya.

Eben membenarkan bahwa program pembangunan jalur KA tersebut tak termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), namun termasuk ke dalam daftar Kerjasama Pemerintah dan badan Usaha (KPBU). Dalam skema itu, pembangunan akan tetap menggunakan APBN. Berapa nominalnya? Eben enggan menyebutkan.

“Saya rasa untuk anggaran sebaiknya tidak perlu dijelaskan secara detail kepada masyarakat. Karena bersifat tentatif [belum pasti, Red] saja,” pungkasnya

Reporter: Nasrullah
Editor: Fariz Fadhillah