Banjir Kalsel: 112.709 Warga Mengungsi, 5 Orang Meninggal Adaro Bersama Mitra Kerja Bantu Korban Banjir di Tabalong dan HST Tambah 14.224, Kasus Baru Covid-19 Indonesia Pecah Rekor Lagi! Jokowi Telepon Paman Birin, TNI Terjunkan Kopaska hingga Puluhan Perahu Karet Kapolres Balangan Siap Salurkan Bantuan Adaro ke Masyarakat Terdampak Banjir

Dua Tersangka Korupsi Jembatan Mandastana Dijebloskan ke Rutan

- Apahabar.com Rabu, 6 Februari 2019 - 16:07 WIB

Dua Tersangka Korupsi Jembatan Mandastana Dijebloskan ke Rutan

Kedua tersangka yang bertanggung jawab terhadap ambruknya jembatan Mandastana di Kabupaten Barito Kuala, 17 Agustus 2017 silam, dijebloskan ke Rutan Teluk dalam, Rabu (6/2) siang. Keduanya adalah Rusman Adji selaku kontraktor jembatan, dan Yudi Usmani sebagai konsultan atau pengawas. Foto-apahabar.com/Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Dua tersangka korupsi jembatan Mandastana di Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola) dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Teluk Dalam Banjarmasin, Rabu 6 Februari 2019. Kedua tersangka tersebut, yakni Rusman Adji selaku kontraktor jembatan, dan Yudi Usmani sebagai konsultan atau pengawas.

“Tak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut,” ucap Aspidsus Kejati Kalsel, Munaji melalui Kasi Penuntutan Kejati Kalsel, Hadi Riyanto di depan awak media, Rabu (6/2) siang.

Keduanya ditahan di Rutan Teluk Dalam selama 20 hari ke depan. Walau sempat mengajukan penangguhan penahanan, namun masih tetap diproses. Kemudian, akan memasuki tahap penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca Juga: Ada Tujuh Kasus Korupsi Mandek di Kejati Kalsel

Sejauh ini kata dia terdapat satu berkas Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) dari pihak eksekutif. Disinyalir akan ada tersangka baru pada kasus ambruknya jembatan Mandastana tersebut.

Adapun tindak pidana yang dilakukan yakni, pihak bersangkutan tak menjalankan tugas sebagai kontraktor dengan baik. Bahkan, tak melakukan pengecekan kondisi jembatan. Lebih-lebih jembatan dibangun belum sampai lapisan keras.

“Padahal, dalam perencanaan kedalaman tiang jembatan mencapai 38-40 meter, sedangkan di lapangan hanya mencapai 36 meter,” tegasnya.

Akibat perbuatan tersangka, kerugian negara yang dihasilkan mencapai kurang lebih Rp16 miliar. Keduanya dikenakan pasal 2 dan pasal 3 UU RI No 31/1999, sebagaimana diubah dan ditambah pada UU RI No 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Baca Juga: Demo di Kejati Kasel Tuntut Penuntasan Laporan Korupsi

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Buronan Kejari Tabalong Ditangkap di Bandung
apahabar.com

Hukum

Gara-gara Knalpot, AR Harus Berurusan dengan Polisi
apahabar.com

Hukum

Marak Penadah, Warga Kalsel Diimbau Hati-Hati Beli Barang
apahabar.com

Hukum

Alasan Ambil Tas yang Tertinggal, Pemuda Jarang Kuantan HSU Bawa Kabur Motor Temannya
apahabar.com

Hukum

Tak Kuat Menahan Birahi, Ayah Gagahi Anak Kandung Hingga Hamil  
apahabar.com

Hukum

Diduga Jadi Dalang Penipuan, Eks Anggota Polri Diburu Polsek Banjarbaru Barat
apahabar.com

Hukum

Gencar Basmi Narkoba, Polres Tapin Utara Amankan Tersangka Saat di Jalan
apahabar.com

Hukum

Mayat Tanpa Kepala di Kotabaru, Polisi: Pelaku Tidak Tunggal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com