UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Ebon Menyesal Telah Menghabisi Nyawa Levie

- Apahabar.com Rabu, 6 Februari 2019 - 15:03 WIB

Ebon Menyesal Telah Menghabisi Nyawa Levie

Sidang perdana kasus pembunuhan Levie digelar PN Kelas II Martapura, Rabu (6/3) siang. Foto-apahabar.com/Reza Rifani

apahabar.com, MARTAPURA – “Ya saya bersedia”, ucap Herman alias Ebon kepada Hakim ketua Sutiyono menanggapi tuntutan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum terkait pembunuhan yang dilakukannya terhadap Levie Prisilia.

Oleh jaksa, Ebon diancam kurungan 15 tahun karena dianggap melanggar pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan subsider pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.

Pantauan sidang, raut wajah penyesalan terlihat dari terdakwa. Ebon bersedia menerima tuntutan yang sudah dibacakan oleh JPU saat persidangan perdananya digelar di Pengadilan Negeri Kelas II Martapura, Rabu (6/2) pagi tadi.

Ebon merupakan tersangka tunggal kasus pembunuhan Levie Prisilia (35) di mobil Swift biru DA 1879 TN, 24 November 2018 silam, Levie dihabisi di tepi Jalan A Yani Km 11,8, Gambut, Kabupaten Banjar.

Tampak, persidangan berjalan dengan pengawalan ketat anggota kepolisian. Persidangan dipimpin Sutiyono didampingi hakim anggota Fiona Irnazwen dan Agustinus Sangkakala. Adapula tiga jaksa penuntut umum (JPU), yakni Apriady, Gusti Rahmat Samudera, serta Irwan.

Baca Juga: Mayat di Suzuki Swift Hebohkan Warga Jalan Ahmad Yani

Materi sidang berisikan kronologi awal pertemuan sampai terjadinya cekcok antara Ebon dan Levie yang terjadi di dalam mobil Swift di Jalan A Yani Km 11,8, Gambut.

Seusai persidangan Kasi Pidum Kejari Banjar Apriady menuturkan bahwa persidangan hari ini membacakan dakwaan dan mendengarkan keterangan dari saksi mulai sebelum kejadian dan pada saat di tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari keterangan tiga saksi kami sudah mendapat titik terang pertemuan antara korban dan pelaku padahal rencananya hari ini menghadirkan 5 saksi namun cuma 3 yang hadir, padahal 2 saksi yang tidak hadir ada keterlibatan penting karena pada saat kejadian berada di TKP melihat saat pertemuan antara korban dan pelaku,” kata Apriady.

Apriady melanjutkan dari keterangan sopir pribadinya korban bahwa pelaku sudah sering bertemu dengannya. “Menurut keterangan sopir bahwa pelaku adalah saudara korban namun dari keterangan pelaku hanya teman,” ucapnya.

Dalam sidang perdana, tiga saksi yang berhasil didatangkan adalah adalah suami korban Ariyadi dan sopir Agus Jayadi, serta asisten rumah tangga korban Patmilawati.

Selain saksi dan pelaku, jaksa juga menghadirkan barang bukti yang diamankan; satu sepeda motor suzuki Satria F Hitam merah, helm putih jenis GM, jaket warna hitam, celana jeans hitam, gunting, tas slempang cokelat, uang pecahan Rp100.000 sebanyak 10 lembar, Hp merk Samsung.

Rencananya, sidang akan dilanjutkan pada Kamis (14/2) dengan agenda pembacaan keterangan saksi-saksi.

Baca Juga: Identitas Mayat di Suzuki Swift Bernama Levie Prisilia

Baca Juga: Suami Levie Langsung Pulang dari Palembang

Baca juga : Polisi: Levie Prisilia Korban Pembunuhan

Reporter: Reza Rifani
Editor: Fariz

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pagi Cerah, Siang Ada Sinyal Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Imbas Covid-19, Ratusan Madrasah di Banjarmasin Diliburkan
apahabar.com

Kalsel

Dikunjungi Anggota DPR RI, Wabup Banjar Minta Infrastruktur di Sekumpul Diperhatikan
apahabar.com

Kalsel

Tahapan Pilkada Kalsel Dilanjutkan, KPU Kabupaten/Kota Segera Lantik PPS
apahabar.com

Kalsel

Penderita HIV/AIDS hingga 2018 di HST 67 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Pemko Banjarmasin Bagi-Bagi 493 Paket Sembako
apahabar.com

Kalsel

Kunjungi Objek Vital, Personel Polsek Jorong Gelar Patroli Dialogis
apahabar.com

Kalsel

Viral, Kisah Nelayan Kotabaru Terombang-ambing 6 Hari di Laut karena Perahu Karam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com