Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Hari Valentine, Pengamat: Rentan Jomlo

- Apahabar.com Kamis, 14 Februari 2019 - 19:15 WIB

Hari Valentine, Pengamat: Rentan Jomlo

Ilustrasi patah hati Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Berlawanan dengan kenyataannya, ternyata Februari tak seromantis yang dibayangkan. Banyak pasangan yang justru berpisah di bulan ini.

Perancang informasi David McCandless dan Lee Byron, dikutip dalam viva.co.id, menyebut bahwa jelang dan di Hari Valentine justru banyak pasangan yang berpisah.

Data tersebut mereka dapatkan dari 10 ribu status yang diperbarui dengan kata ‘break up’ atau ‘broken up’ di mana menunjukkan banyak pasangan mulai putus hubungan sepekan jelang 14 Februari hingga sepekan setelahnya. Ada tiga alasan pemicunya, dilansir Your Tango berikut ini penyebabnya.

Tekanan harapan

Valentine identik dengan hari untuk memberikan sesuatu yang menggambarkan cinta. Biasanya hadiah yang diberikan setara dengan besarnya cinta. Banyak pasangan mengharapkan lebih baik itu soal barang hingga perhatian. Jika tak sesuai ekspektasi, tentu kekecewaan itu sangat rentan memicu perpisahan.

Perbandingan dalam media sosial

Bukan rahasia lagi, media sosial menjadi tempat orang untuk membagikan semua pengalaman mereka dari makan, hadiah, tempat berlibur, hingga keintiman hubungan. Sayangnya, hal ini terkadang berlebihan dan tak nyata dibanding apa yang terjadi sehari-hari. Mereka gagal menunjukkan luka, patah hati, gagal, padahal kehidupan juga ada bagian itu.

Penelitian yang dilakukan psikolog Dr. Marian Morry dan Tamara Sucharyna yang dipublikasikan dalam jurnal Computers in Human Behaviour, menemukan bahwa pasangan yang membandingkan kehidupan dan hubungan dengan apa yang mereka lihat dari media sosial, sangat rentan memicu depresi, merasa tidak terpenuhi, dan mengharap pasangan menghidupkan keinginan mereka. Hal ini tentu akan merusak hubungan dan memicu perpisahan.

Hubungan sudah dalam krisis

Sudah mengalami masalah sebelum Hari Valentine ditambah besarnya harapan di hari yang identik dengan cokelat dan warna merah muda itu membuat pasangan akhirnya memilih untuk berpisah.

Menurut studi yang dilakukan pada pasangan pengantin baru oleh psikolog dan peneliti Dr. John Gottman, ketika pasangan tidak konsisten secara emosional untuk hubungan, kemungkinan hal tersebut menekan dalam hubungan (seperti kecewa di Hari Valentine) akan memicu pertengkaran besar yang semakin dramatis.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Arab Saudi Umumkan Persyaratan dan Protokol Umrah

Internasional

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan Digoyang Oposisi
apahabar.com

Internasional

57 Warganya Tewas, Kanada Peringatkan Iran
apahabar.com

Internasional

Mekah Belum Sepenuhnya Bebas Jangkrik
apahabar.com

Internasional

Analisis Kotak Hitam, Pesawat Ukraina Jatuh Setelah Dihantam 2 Rudal Iran
apahabar.com

Internasional

Capai 1,7 Juta Kasus, Brazil Catat 67.964 Kematian akibat Covid-19
apahabar.com

Internasional

Google dan Apple Hilangkan Palestina dari Peta, Cek Faktanya
apahabar.com

Internasional

Rusia Sebut Vaksin Covid-19 Beri Perlindungan Lebih dari 2 Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com