Direvisi 5 Kali, Anggaran Covid-19 di Banjarmasin Kembali Membengkak! Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi




Home Sirah

Rabu, 6 Februari 2019 - 13:09 WIB

Ini Karomah Datuk Kelampayan yang Tidak Banyak Diketahui

Redaksi - Apahabar.com

Lukisan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Foto : Media Indonesia

Lukisan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Foto : Media Indonesia

apahabar.com, BANJARMASIN – Dalam sebuah riwayat disebutkan, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari bertemu dengan Datuk Sanggul di Makkah, yang pada saat itu bisa pulang-pergi ke Kalimantan di hari yang sama. Karomah melakukan perjalanan panjang dengan waktu singkat itu, ternyata tidak hanya dimiliki Datuk Sanggul saja, Datuk Kelampayan pun juga pernah melakukan hal yang sama.

Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datuk Kelampayan lebih dikenal sebagai seorang ahli fiqih karena karyanya yang populer adalah Kitab Sabilal Muhtadin yang membahas masalah fiqih. Kendati demikian, beliau juga menulis kitab tentang tasawuf, dan dianugerahi karomah layaknya ahli tasawuf.

Diceritakan warga Martapura bernama H Baihaqi ketika berkunjung ke kediaman Guru H Anang Armawan. Dia mengaku pernah ditunjukkan oleh ayahnya sebuah munggu (gundukan tanah) yang menjadi saksi karomah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

“Ceritanya pada waktu itu, Datuk (Datuk Kelampayan) ingin cepat-cepat ke Kelampayan,” ujarnya.

Baca Juga: Kapal Datu Kelampayan Hampir Tenggelam, Ternyata Jin Ini Pelakunya

Sementara, sambung H Baihaqi, jarak dari desa Dalam Pagar –kediaman Syekh Muhammad Arsyad- dengan desa Kelampayan berkilo-kilometer jauhnya. Maka, Datuk Kelampayan pun mengeluarkan karomahnya. Yakni melakukan perjalanan jauh dengan waktu singkat.

“Dari munggu (gundukan tanah) itu, Datuk menghilang dan langsung tiba di Kelampayan,” ucapnya.

Pulang dari melihat munggu tersebut, H Baihaqi dan ayahnya mampir sebentar di rumah Tuan Guru H Anang Sya’rani Arif di Kampung Melayu Martapura.

“Guru Anang berkomentar: Urang nang mengaji di Makkah aja nang tahu munggu nitu (Orang yang menuntut ilmu di Makkah zaman dulu saja yang mengetahui gundukan tanah itu, red,” jelas H Baihaqi.

Saat itu, H Baihaqi dan Guru Anang Armawan berencana akan menapak-tilas sejarah karomah Datuk kelampayan itu. Namun, hal itu urung dilaksanakan karena salah satu di antara mereka sudah lebih dulu meninggal dunia.

Wallahu’alam.

Baca Juga: Tuan Guru H Zainal Ilmi Al Banjari (2) dan Rahasia yang Terbongkar Setelah Kewafatannya

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Datu Slam Pembawa Islam di Tanah Bayan
apahabar.com

Sirah

Kenang Tuan Guru Zainal Ilmi, Bupati Banjar Ungkap ‘Kesaktian’ Beliau di Masa Perjuangan
Awal Munculnya Istilah Tarawih

Sirah

Awal Munculnya Istilah Tarawih
apahabar.com

Sirah

Sayidatina Zainab binti Jahsy, Istri Nabi yang Berjuluk “Si Panjang Tangan”
apahabar.com

Sirah

Tidak Mudah Menjadi Pendakwah di Zaman Dulu, Tunji Abbas Mengalaminya
apahabar.com

Sirah

Ternyata Tradisi “Bagarakan Sahur” Sudah Ada di Zaman Rasulullah SAW
apahabar.com

Sirah

Karomah Datu Amin, Tak Terlihat Saat Hendak Dibunuh

Sirah

Kejadian Ganjil Saat Pemindahan Jenazah Istri dan Anak Datuk Kelampayan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com