Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Intip Komitmen Pemkab Hulu Sungai Selatan Berantas Kemiskinan

- Apahabar.com Kamis, 14 Februari 2019 - 15:28 WIB

Intip Komitmen Pemkab Hulu Sungai Selatan Berantas Kemiskinan

Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Syamsuri Arsyad saat menerima rombongan apahabar.com di ruang kerjanya, Rabu (13/2). Selain bersilaturrahmi, beberapa hal strategis dalam pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan turut dibahas dengan wabup yang juga didampingi Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika HSS Hendro Martono. Foto-Diskominfo HSS

apahabar.com, KANDANGAN – Di bawah duet kepemimpinan Bupati Akhmad Fikry dan Wakil Bupati Syamsuri Arsyad, Kabupaten Hulu Sungai Selatan bertekad memerangi kemiskinan. Kemiskinan acap kali menjadi bahasan hangat dalam setiap Musyawarah Rencana Pembangungan atau Musrenbang di HSS.

Di tingkat kecamatan yang dilaksanakan di sebelas kecamatan, Syamsuri Arsyad kerap mengatakan, “Keberhasilan suatu pemerintahan dapat diukur dari seberapa banyak angka kemiskinan yang berhasil dientaskan.”

Pada 2004 silam, angka kemiskinan di Bumi Antaludin mencapai 18 ribu. 11 tahun kemudian, jumlah itu menyusut menjadi 12 ribu-an orang.

“Pada 2015 kami masih di peringkat nomor 3 se-Kalimantan Selatan,” jelas Syamsuri saat bincang ringan dengan apahabar.com, belum lama ini.

Selama lima tahun periode pertama kepemimpinan, dia mengatakan tingkat kemiskinan menurun sebesar 0,49 persen. Dari 6,29 persen pada 2016 menjadi 5,80 persen di 2017. Jika dibandingkan lima tahun yang lalu atau 2013 silam, angka kemiskinan turun sebesar 6,67 persen dari 6,67 persen.

“Kami targetkan 5 tahun ke depan angka kemiskinan turun menjadi 4 persen,“ ujarnya.

Garis kemiskinan di HSS berada di Rp 431.296 lebih tinggi dari Kalsel Rp 427.774. Saat ini jumlah penduduk HSS yang berpenghasilan di bawah angka tersebut jumlahnya mencapai 13.447 orang atau 5,80 persen dari jumlah penduduk HSS.

Untuk mengentaskan angka kemiskinan, pihaknya takkan melulu mengandalkan program keluarga harapan (PKH) saja. Terobosan yang akan dicoba tahun ini, yakni meningkatkan partisipasi masyarakat golongan mampu.

“Semacam jaringan orang tua asuh. Jadi partisipasinya terus menerus, di HSS ini banyak orang sugih (mampu) tapi tak tahu ke mana menyalurkannya,” terangnya.

“Contohnya saja dari yang meminta-minta saja di pinggir jalan, musala, atau masjid bisa terbangun terus. Masa yang mengentaskan kemiskinan gak bisa. Saya yakin banyak orang di HSS ini mau membantu, tapi tidak tahu hendak ke mana menyalurkannya. Ke depan kita akan perbaiki pola penyalurannya,” jelas Syamsuri.

Baca Juga: Bupati H Akhmad Fikry Bertekad Entaskan Kemiskinan di HSS

Salah satu tujuan berbangsa dan bernegara, kata wabup, adalah kesejahteraan. Kepala desa, aparat desa, hingga perwakilan desa dalam setiap forum rapat, ujarnya, jangan hanya membahas tentang pembangunan jalan, sarana dan prasarana saja namun bagaimana caranya mengentaskan kemiskinan.

“Jika ada anak yang drop out atau putus sekolah kita perhatikan bagaimana bisa melanjutkan pendidikan mereka. Mungkin ada juga yang terkena narkoba bagaimana kita bina, atau ekonominya yang kurang bagus kita tingkatkan perbaikan kehidupannya,“ katanya.

Masih soal kemiskinan, komitmen pengentasan kemiskinan melalui suatu struktur yang lebih komprehensif akan dituangkan lewat Sarjana Pendamping Desa (SAMPING) di 144 Desa dan 4 Kelurahan.

Lewat SAMPING, Pemkab akan melibatkan seluruh elemen. Mulai dari orang-orang berpendidikan, maupun putra daerah. Hari ini Kamis (14/02), penyerahan SK Penetapan Sarjana Pendamping Desa Sejahtera, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Pendamping PKH di Gedung Kesenian dilakukan. Sebanyak 148 Sarjana Pendamping Desa Sejahtera, TKSK, dan Pendamping PKH di Gedung yang disahkan.

“Peran mereka nanti memberikan solusi positif kepada masyarakat terutama mereka yang kurang mampu agar,” jelas wabup.

Selain itu, wakil bupati HSS ini mengatakan semua desa telah mengalokasikan anggaran untuk warga miskin antara lain adanya biaya pendidikan, kesehatan, hingga beras gratis bagi keluarga yang kurang mampu.

“Alhamduillah untuk pangan, kita sudah tidak lagi bergantung pasokan beras dari luar. Selama ini hasil pertanian kita sendiri cukup untuk menopang kebutuhan warga,” jelasnya.

Baca Juga: DPRD Sumenep Gali Penanggulangan Kemiskinan di Banjarmasin

Reporter: Nasrullah
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Teror Buaya di Sebamban Sudah Tak Asing bagi Warga
apahabar.com

Kalsel

Kiai Ma’ruf Sambangi Kalsel, Agendakan Ziarah ke Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Kemeriahan Lomba Baulah Lempeng Banjar, Berikut 7 Foto Kemeriahannya
apahabar.com

Kalsel

Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Jelang Perekrutan Anggota Saka Bhayangkara, Polsek Bintang Ara Aktif Bersosialisasi
apahabar.com

Kalsel

Peternak Ayam Ras Kalsel Menjerit, Harga Jadi Pemicunya
apahabar.com

Kalsel

Maksimalkan Penyebaran Covid-19, Polres HST Pasang Stiker “Ayo pakai Masker’ di Mobil Dinas
apahabar.com

Kalsel

Bantuan Disetujui, Korban Kebakaran di Banjarmasin Bisa Bernapas Lega
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com