Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Jalan-Jalan ke E & Kopi, Tempat Ngopi dan Diskusi Masyarakat Satui

- Apahabar.com Sabtu, 23 Februari 2019 - 12:13 WIB

Jalan-Jalan ke E & Kopi, Tempat Ngopi dan Diskusi Masyarakat Satui

Suasana E & Kopi di Kecamatan Satui. Foto-Istimewa

Dibuka pada malam tahun baru 2019, Cafe E & Kopi sudah menjadi wadah nongkrong alternatif bagi kaum millenial khususnya pencinta kopi di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Puja Mandela, BATULICIN

E & Kopi, sesuai namanya yang jika dilafalkan menjadi “edan kopi”, atau dalam bahasa Indonesia berarti “gila kopi” adalah sebuah cafe yang dibangun oleh Bambang Sucipto di kawasan Jalan Nasional Kecamatan Satui.

Di Kabupaten Tanbu, Bambang yang berpenampilan nyentrik dengan rambut gondrong dikenal sebagai pengusaha sekaligus seniman.

“Daripada saya ngopi harus jauh-jauh ke Banjarmasin, lebih baik saya bikin sendiri,” ujar Bambang Sucipto, kepada Wartawan Apahabar.com, Sabtu (23/2/2019).

E & Kopi menyediakan berbagai macam jenis kopi nusantara, di antaranya Wamena Yahukimo, Simalungun Silimakuta, Samboga Palintang, dan banyak jenis kopi lainnya. Pelanggan yang ingin mencicipi kopi Latte dan Cappuccino juga bisa datang ke cafe ini.

Cara pengolahannya tentu mengikuti standar pembuatan kopi yang benar yakni dimulai dari memilih biji kopi yang diinginkan, lalu biji kopi dihaluskan dengan coffee grinder, sampai proses penyeduhan air dengan suhu tertentu. Untuk jenis Espresso, Americano, atau Cappucino, suhu air yang dibutuhkan kurang lebih 90 derajat celsius.

apahabar.com

Suasana E & Kopi di Kecamatan Satui. Foto-Istimewa

Menurut Khalid yang menjadi barista di E & Kopi, jenis kopi yang paling diminati pelanggan adalah single origin. Banyak juga yang memesan Blue Latte dan Italian Style. Untuk dua jenis kopi terakhir itu dibuat untuk mereka yang tidak terlalu fanatik terhadap kopi, tetapi masih ingin merasakan nuansa minum kopi.

“Kadang-kadang ada pelanggan datang, tapi mereka tidak terlalu suka kopi yang original. Jadi, kita sediakan menu alternatif dengan rasa kopi yang tidak berat bagi mereka. Kalau pecinta kopi, biasanya memesan single origin,” kata Khalid yang menjadi barista sejak 2015.

Suasana saat berada di E & Kopi sangat asyik dan instagramable. Ruangannya memang tak begitu besar, tapi ruangan ditata dengan baik. Bahkan, bisa dibilang konseptual dengan memadukan nuansa kayu sebagai instrumen utama.

Hal itu juga barangkali dilatarbelakangi oleh si empunya cafe yang memiliki usaha pengelolaan limbah kayu ulin untuk dijadikan furniture rumah tangga.

Itu juga dapat dilihat di E & Cafe. Di sana, sebagian kursinya dibuat dari limbah kayu ulin yang bobotnya sangat berat. Kemudian, ada tiga meja segi empat dan tiga meja lainnya dengan desain memanjang. Di bagian atas, ada tiga lampu teplok yang membuat suasana E & Kopi makin artistik.

apahabar.com

Suasana E & Kopi di Kecamatan Satui. Foto-Istimewa

Di sejumlah sudutnya juga terdapat sejumlah tulisan menarik yang akan membuat pengunjung cafe membaca tulisan tersebut dari awal sampai akhir.

Selain menyediakan menu kopi nusantara, E & Kopi juga menyiapkan sejumlah menu makanan ringan seperti kentang goreng, bakso nugget, dan sejumlah makanan ringan lain yang lezat.

E & Kopi memang sangat cocok menjadi tempat nongkrong bagi kaum millenial. Belum lama ini, E & Kopi menjadi tempat diskusi masyarakat setempat untuk membicarakan problematika yang terjadi di Kecamatan Satui.

Baca Juga: Bakso Boedjangan Hadir di Banjarmasin dengan Menu Variatif

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Gaya

Vertigo, Kenali Penyebab dan 4 Gerakan Ampuh Mengatasinya
Amankah Berhubungan Intim Saat Covid-19?

Gaya

Amankah Berhubungan Intim Saat Covid-19?
apahabar.com

Gaya

Makan di Luar Saat Ini Lebih Berbahaya Daripada Naik Kendaraan Umum, Simak Alasannya
apahabar.com

Gaya

6 Bahan Alami Ini Bisa Digunakan Sebagai Pengganti Gula
apahabar.com

Gaya

Anyaman Kulit Ketupat, Pekerjaan Turun Temurun Warga Desa Kalian  
apahabar.com

Gaya

Selama WFH, PUBG Mobile Pecahkan Rekor
apahabar.com

Gaya

Mengenal Fetisisme, Gangguan yang Diduga Menjangkit Maling BH di Teluk Dalam
apahabar.com

Gaya

Posisi Duduk saat Makan Tambah Nikmat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com