Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Januari, Tercatat 108 Penderita DBD di Kabupaten Banjar

- Apahabar.com Jumat, 1 Februari 2019 - 20:17 WIB

Januari, Tercatat 108 Penderita DBD di Kabupaten Banjar

Ilustrasi penderita DBD. Foto-net

apahabar.com, MARTAPURA – Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Banjar meningkat. Sedikitnya 108 pasien terserang penyakit gigitan nyamuk aedes aegypti hingga akhir Januari ini.

apahabar.com

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Banjar, Thaufikkurrahman. Foto-apahabar.com/reza.

“Pada Januari 2019 sebanyak 108 yang terserang DBD, sedangkan Januari 2018 sebanyak 25,” kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Thaufikkurrahman saat di temui koresponden apahabar.com, Jumat (1/2) siang.

Baca Juga: Wanita dan Anak-anak Rentan Terkena DBD

Tingginya jumlah penderita DBD, disebut Taufik seiring dengan meningkatnya curah hujan.

Dari data yang ada saat ini, yang paling banyak pasien terserang DBD dari Puskesmas Martapura 1, yakni 17 orang.

Kemudian Puskesmas Sungai Tabuk terdapat 15 penderita DBD. Untungnya tidak ada yang meninggal dunia.

“Alhamdulillah tidak ada yang meninggal dunia, dan penderita sebanyak 108 sudah sembuh,” ucapannya.

Dia juga mengatakan saat ini pihaknya sudah melaksanakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di sekolah-sekolah dan di masyarakat di Kabupaten Banjar.

Namun, Thaufikkurrahman menuturkan sebenarnya PSN di laksanakan oleh masyarakat. Pihaknya hanya memberikan arahan dan informasi penanganan DBD yang benar.

Pihaknya juga melakukan fogging ketika ada indikasi di suatu wilayah yang terdapat banyak jentik.

“Fungsi PSN untuk  memutus rantai penularan nyamuk aides aigepty dengan bersih-bersih lingkungan dan menghilangkan sarang nyamuk,” ucapnya

Thaufikkurrahman mengharapkan dengan melakukan PSN masyarakat sudah paham bagaimana memberantas DBD.

“Dengan masyarakat melaksanakan PSN yang berkesinambungan melalui 3M plus, harapannya seperti saat ini tidak ada sarang nyamuk. Otomatis tidak ada yang terkena DBD,” pungkasnya.

Baca Juga: Penderita DBD di Banjarmasin Bertambah

Reporter: Reza Rifani
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Polda

Kalsel

Ingatkan Paslon Pilkada, Kapolda Kalsel: Tunggu Hasil KPU dan Tidak Ada Arak-Arakan
apahabar.com

Kalsel

HKSN di Tapin, Paman Birin Buat Kuis Hadiah Rp 1 Juta
apahabar.com

Kalsel

Suasana Lebaran di Kalsel Diharapkan Kondusif
apahabar.com

Kalsel

Wow! Kalsel Datangkan Helikopter Chinook untuk Atasi Covid-19 dan Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Satlantas Polresta Banjarmasin Panggil Puluhan Ortu Siswa
apahabar.com

Kalsel

Tak Perlu Repot Ambil BB, Ada Layanan Antar Tilang dari Kejari HST
apahabar.com

Kalsel

Banjarbaru ‘Kota Seksi’, Kerap Disinggahi Pengedar Narkoba dan Prostitusi
apahabar.com

Kalsel

30 Tahun Berjualan, Jali Bawa 300 Bungkus Apam di Haul Haji Maming
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com