[FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan Daftar Lengkap 64 Link Pengumuman CPNS 2019, sscn.bkn.go.id & Berkas Online yang Harus Disiapkan! Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Solidaritas Tanpa Tanding, BPK Al Jamal Kelayan Tembus Jarak Ratusan Kilometer Bantu Padamkan Api di Kotabaru

JK Akui Pemberian Lahan Oleh Prabowo di Kaltim

- Apahabar.com Selasa, 19 Februari 2019 - 20:22 WIB

JK Akui Pemberian Lahan Oleh Prabowo di Kaltim

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan siaran langsung debat capres 2019 putaran kedua di rumah dinas Jalan Diponegoro, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Foto-antaranews.com

apahabar.com, JAKARTA – Asal muasal kepemilikan lahan Prabowo Subianto di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai terkuak.

Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengakui terlibat dalam pemberian izin pembelian hak guna usaha (HGU) oleh Prabowo Subianto. HGU seluas 220 ribu hektare itu berada di Kalimantan Timur.

Hal ini terjadi pada 2004 lalu. Saat JK baru dua pekan menjabat sebagai wakil presiden di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan, kala itu Prabowo sudah tak jadi tentara.

“Pak Prabowo memang memerintah tetapi sesuai dengan Undang-Undang, sesuai aturan, apa yang salah. Kebetulan waktu itu milikku itu,” kata JK dikutip dari Tempo, Selasa, 19 Februari 2019 .

JK mengatakan tanah tersebut merupakan aset kredit macet yang dikelola Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Kemudian dialihkelolakan oleh Bank Mandiri.

JK mengatakan saat itu tanah tersebut diminati oleh Prabowo dan pengusaha dari Singapura.

Saat itulah JK kemudian meminta Agus Marto, yang menjabat Direktur Utama Bank Mandiri, agar lebih memprioritaskan warga negara Indonesia.

“Kita tidak tahu detail (HGU) pokoknya mau ambil. Saya bilang ini ada bekas tentara yang mau jadi wirausaha. Saya kasih tahu pak Agus. ‘Pak Agus, kasih ini, tapi cash’ tapi tidak boleh ngutang,” turutnya dikutip dari Detikcom.

JK meminta agar pembelian HGU tanah itu dilakukan dengan uang tunai. JK mengatakan Prabowo harus mengeluarkan biaya sebesar US $ 150 juta.

“Ya dia pinjam dari mana saya tidak tahu, tetapi pokoknya membayar tunai. Dan, saya tidak meminta izin itu bukan uang tunai,” kata JK.

Terkait pembelihan HGU tanah itu akan diminta karena akan digunakan sebagai lokasi industri untuk ekspor.

“Tujuannya untuk ekspor, jadi kita dukung karena untuk ekspor. Dia punya itu otomatis saja,” kata JK.

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Muhidin Membelot ke Jokowi, BKP Kalsel Tak Ambil Pusing
apahabar.com

Politik

Terkait PAW Cuncung, Aida Muslimah Rosehan Tunggu Perintah Parpol
apahabar.com

Politik

Deklarasi 10 Ribu Pengusaha untuk Jokowi-Ma’ruf
apahabar.com

Politik

Bupati Kotabaru Ungkap Sosok Pendampingnya di Pilbup 2020
Apahabar.com

Politik

Zainal Arifin dan Rusli Positif Covid-19, Bagaimana Nasib Pencalonan di Pilkada Tanbu?
apahabar.com

Politik

Petahana Ibnu Sina Dorong Legalitas Relawan BPK Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Pilgub Kalsel: Denny Indrayana Kembalikan Berkas ke PKS
apahabar.com

Politik

Direstui Keluarga, Debut Pertama Owner Kopi Joss Palangka Menuju Pilkada Kotim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com