Wah, AS Mulai Tak Wajibkan Warganya Pakai Masker & Jaga Jarak Update Saham Spanyol, Indeks IBEX 35 Tergelincir 0,46 Persen Update Saham Inggris, Indeks FTSE 100 Tergerus 0,59 Persen Update Saham Jerman, Indeks DAX 30 Naik 49,46 poin Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam

Jokowi: Mengelola Negara Ini Tidak Gampang, Perlu yang Pengalaman

- Apahabar.com Minggu, 3 Februari 2019 - 13:04 WIB

Jokowi: Mengelola Negara Ini Tidak Gampang, Perlu yang Pengalaman

Jokowi terima dukungan dari Koalisi Alumni Diponegoro. Foto-Detik.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Capres petahana, Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan tidak mudah mengelola negara sebesar Indonesia. Harus optimis dan berpengalaman.

“Mengelola negara ini tidak gampang. Banyak hambatan-hambatan di lapangan. Jangan dipikir mengelola Indonesia dengan perbedaan suku dan agama, mudah. Apalagi belum pengalaman,” kata Jokowi saat menerima dukungan dari Koalisi Alumni Diponegoro di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, seperti dilansir dari detik.com Minggu (3/2/).

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini menolak Indonesia dibandingkan dengan negara Haiti –seperti ucapan capres lain- karena Indonesia masuk negara G-20. Jokowi mengatakan, perbandingan itu tidak apple to apple.

Baca Juga: Pindah Domisili Tetap Diakomodir Memilih

“Jangan sampai dibandingkan dengan Haiti. Hati-hati, negara Indonesia sudah masuk dengan GDP USD 1 Triliun, kita masuk G-20, kok dibandingkan dengan, ini namanya membandingkannya kurang hati-hati,” kata Jokowi.

Jokowi melanjutkan, tidaklah mudah mengelola negara Indonesia, sehingga dibutuhkan pemimpin yang berpengalaman.

Kepada para pendukungnya, Jokowi juga mengajak lebih optimis. Jokowi menolak jika ada yang menyebut bangsa Indonesia akan punah dan bubar.

“Ada yang mengatakan Indonesia bubar 2030, Indonesia punah. Lho, lho. Kalau mau punah, bubar, bubar sendiri. Jangan ajak masyarakat. Kita ini optimis. Optimis nggak? Insyaallah 2040 itu negara kita akan jadi negara 4 besar ekonomi terbesar di dunia,” ujar Jokowi.

Dia juga kembali berbicara pentingnya pembangunan jalan tol. Jokowi mengatakan, jangan sampai ada yang menyebut jalan tol tidak penting.

“Jakarta ke Semarang berapa jam? 10 sampai 11 jam? Sekarang? 5 jam. Inilah yang namanya kecepatan. Kecepatan akan memudahkan dan memurahkan. Semua negara maju itu melakukan itu. Jangan sampai ada yang bilang kita tak perlu itu, kita tak makan jalan tol. Siapa yang suruh makan jalan tol?” kata Jokowi.

Baca Juga: Bunda Lanny Berjuang Untuk Perempuan Banua

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Buka Sesi Debat dengan Meyakinkan, Cuncung: Saya Maju Agar Masyarakat Tanah Bumbu Tidak ‘Diratakan’
apahabar.com

Politik

Sugianto Siap Bertarung Kembali di Pilkada 2020 Kalteng
apahabar.com

Politik

Jelang Pilkada Kalsel, Berikut 15 Pasang Bakal Calon Jalur Independen
apahabar.com

Politik

Money Politics dan APK Caleg Bandel Repotkan Bawaslu Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Ditunjuk Dampingi Paman Birin di Pilkada 2020, Begini Tanggapan H Muhidin
apahabar.com

Politik

Tangani 269 Juta Rakyat Indonesia Perlu Orang Berpengalaman
apahabar.com

Politik

SBY Tetap Ketum, AHY Dikuatkan Pimpin Pemenangan Pemilu

Politik

Deklarasi Partai Masyumi Aktif Lagi, Ajak Amien Rais dan Habib Rizieq, UAS Diklaim Siap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com