Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Kapal Bermuatan Puluhan Pelajar Karam di Sungai Mentaya

- Apahabar.com Selasa, 19 Februari 2019 - 15:08 WIB

Kapal Bermuatan Puluhan Pelajar Karam di Sungai Mentaya

Ilustrasi kapal tenggelam. Foto-AFP/Pedro Pardo

apahabar.com, SAMPIT – Sebuah kapal motor atau kelotok bermuatan puluhan pelajar, karam di Sungai Mentaya, Kecamatan Seranau Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Selasa (19/2/2019), saat mengantar mereka menuju ke sekolah.

“Saat di perjalanan menuju sekolah. Para pelajar itu berasal dari Desa Batuah atau dulu lebih dikenal dengan Kemapit dan Tamiyangan,” kata Zeky Saputra, seorang guru SMA PGRI 2 Sampit dilansir dari Antara.

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB ketika kelotok menjemput pelajar dari Desa Batuah. Ada 32 orang pelajar dan beberapa sepeda motor yang diangkut kelotok tersebut.

Setiap hari, kelotok ini memang rutin menjemput pelajar setempat dan mengantarnya ke SMA PGRI 2 Sampit yang terletak di Desa Terantang di kecamatan yang sama. Transportasi sungai menjadi andalan karena akses jalan darat masih terbatas, bahkan kecamatan ini masih terisolasi jalan darat dari pusat Kota Sampit karena terpisah Sungai Mentaya.

Seperti biasa, kelotok menjemput pelajar dan berangkat menuju sekolah. Tidak berapa lama saat di perjalanan, kelotok tersebut bocor. Untungnya kejadian itu cepat diketahui sehingga motoris dengan cepat mengarahkan kelotok ke pinggir sungai.

Baca Juga: Warga Panik, Kapal Bermuatan Elpiji Meledak di Samarinda

Saat air makin banyak masuk ke dalam kelotok, para siswa dan siswi bergegas naik ke bantaran sungai. Mereka basah kuyup karena harus bercebur ke sungai untuk naik ke darat sambil menenteng tas dan buku mereka di atas kepala agar tidak basah.

“Alhamdulillah semua selamat dan tidak ada yang cedera. Tidak ada yang memerlukan perawatan medis,” kata Kepala SMA PGRI 2 Sampit, Rohmad Widiyanto.

Kejadian itu membuat kaget pihak sekolah ketika mendapat kabar, namun pihak sekolah merasa lega karena semua anak didik mereka korban kelotok karam itu berhasil selamat. Setelah kejadian, pihak sekolah mengizinkan pelajar korban kelotok karam itu pulang ke rumah dan tidak ikut belajar karena seragam sekolah mereka basah.

Rohmad mengatakan, anak didiknya harus berjuang untuk mengenyam pendidikan karena terbatasnya infrastruktur. Dia berharap kejadian yang mengancam nyawa anak didiknya tersebut tidak terulang lagi.

Dia berharap kejadian ini juga menjadi perhatian semua pemangku kepentingan. Keselamatan anak didik harus dijamin agar mereka bisa aman, nyaman dan fokus menempuh pendidikan.

Baca Juga: 12 Penumpang Kapal Karam di Sungai Kapuas Meninggal Dunia

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Dikira Buaya, Warga Kalteng Temukan Ikan Raksasa Saat Cari Rembung
apahabar.com

Kalteng

Angin Puting Beliung di Kapuas, Rumah Warga Jadi Korban
apahabar.com

Kalteng

Satreskrim Polres Kapuas Kalteng Ringkus Pelaku Curas di Jalan Kasturi
apahabar.com

Kalteng

Jelang Berakhir PSBB, Kasus Covid-19 di Kapuas Bertambah Belasan
apahabar.com

Kalteng

Hampir Sepekan, PSBB Palangka Raya Cukup Efektif
apahabar.com

Kalteng

Berjalan Kaki dari Rumah Insiprasi, Sugianto Sabran-Edy Pratowo Resmi Mendaftar ke KPU Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Resmi, Polres Palangka Raya Naik Tipe Jadi Polresta
apahabar.com

Kalteng

4 Hari Positif Covid-19 di Kapuas Nihil, Gugus Tugas: Efek PSBB
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com